Diwarnai Protes

Alek di Istano Silinduang Bulan Tetap Digelar


Sabtu, 19 Maret 2016 - 04:29:17 WIB
Alek di Istano Silinduang Bulan Tetap Digelar

TANAH DATAR, HALUAN — Meskipun mendapatkan protes keras dari Muchdam Taher Bakri dan kesepakatan limbago Kerajaan Alam Tigo Selo Minangkabau, Kerajaan Alam Pagaruyung Minangkabau tetap akan melaksanakan alek gadang penganugerahan gelar sangsako adat dan gelar penghormatan serta melewakan gelar kebesaran kerabat di Istano Silinduang Bulan selama dua hari Sabtu dan Minggu (19-20/3).

Protes Muchdam Taher dianggap oleh Daulat Yang Dipertuan Sutan HM Taufiq Thaib, SH bak sedang bermimpi dalam tidurnya.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Kamis 25 Februari 2021

“Silahkan saja Muchdam protes mau membatalkan agenda ini, mau ke jalur hukum pun kami siap melayani, penganugerahan gelar ini kita lakukan tidak kali ini saja tetapi sudah berlangsung sejak tahun 1985 silam dan tidak pernah ada protes, Muchdam Taher sarupo urang lalok barasian sajo,” sebut Sutan Taufiq Thaib kepada Haluan via handphonenya, Jum`at (18/3) menjelaskan.

Dikatakan Taufiq Thaib, pada dua hari Sabtu dan Minggu itu, Kerajaan Pagaruyung akan memberikan penganugerahan gelar kebesaran kerabat dan gelar sangsako. Pada Sabtu hari ini di Istano Silinduang Bulan dile­wakan Timbalan Yang Dipertuan Rajo Pagaruyung Sutan H Sya­frizal Tuanku Mahkota Alam, ia menerima gelar kebesaran kera­bat karena mangkatnya timbalan raja sebelumnya, Syafrizal meru­pakan sepupu dari M Taufiq Thaib dan penganugerahan gelar kepada H. Fahrul Rasyid kerabat dari Kampar Provinsi Riau

Baca Juga : Pemko Padang Terima CSR Ambulance dan Mobil Operasional dari Bank Nagari Guna Tingkatkan Layanan Kesehatan

Kemudian pada Minggu be­sok, Kerajaan Pagaruyung me­nganugerahi gelar sangsako adat kepada Irwan Prayitno Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno Dt Rajo Bandaro Basa dianu­gerahi gelar Tuanku Paduko Maharajo Basa beserta Istri de­ngan gelar Puan Puti Intan Baiduri.

Kemudian kata Taufiq Thaib, gelar adat kepada H Sutan Ihsan Fajri Ketua DPRD Provinsi Beng­­kulu yang juga merupakan kerabat Silinduang Bulan di­anugerahi gelar Tuanku Besar Tumenggung beserta istrinya Yuliana Ihsan dianugerahi gelar Puan Puti Reno, Sutan Adia Arif Hariman yang juga kerabat Silin­duang Bulan juga menerima gelar Tuanku Muda Tumenggung Di­raja, Sutan Adia Arif saat ini belum memiliki istri. Selain itu empat orang Datok sangsako dari Malaysia juga menerima pingat atau pengalungan bintang oleh Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung.

Baca Juga : Belajar Billing Sistem, Perumda AM Kota Padang Disambangi Direksi PDAM Muaro Tebo

Sementara, Dubalang Adat Silinduang Bulan, Syafnir Paduko Siramo juga mengatakan, bahwa helat adat Silinduang bulan akan dihadiri sekitar 400 undangan yang terdiri dari pucuk-pucuk adat, berupa limbago tinggi adat serta perangkat kerajaan bupati/walikota, Forkopimda dan un­dangan lainnya. “Kerabat dari Malaysia hari ini (kemarin red) juga telah tiba dan saat ini me­nginap di Bukittinggi dan di Hotel Pagaruyung II mereka akan menghadiri agenda dua hari itu, undangan juga akan disambut tari galombang dan disuguhi kesenian tradisional berupa tari piring, pencak silat dari tiga perguruan,” sebut Syafnir yang juga mengkoordinir keamanan dan kesenian pada prosesi itu.

Disebutkan, pada hari per­tama satu perguruan silat akan tampil yaitu dari perguruan Gaja Dorong dari aliran silat Sungai Patai, kemudian dihari kedua tampil dua perguruan yaitu silek tuo Guguak Ketitiran dan silek kuciang bagaluik dari aliran silat Lintau. Sedangkan untuk kea­manan akan dikawal oleh 28 orang dari Polres, TNI dan Dishub, lalu pada malam hari juga akan diamankan oleh empat orang pemuda nagari dan dari FKPPM.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Rabu 24 Februari 2021

Dalam pemberitaan sebe­lumnya anggapan bahwa ketu­runan Sultan Alam Bagagarsyah yang sudah punah terbantahkan dengan munculnya generasi ke­lima yang disandang oleh Rajo Alam Pagaruyung Duli Yang Mulia Paduka Sri Baginda Sultan Muchdan Taher Bakrie Gelar Sultan Alam Bagagarsyah Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pa­garuyung Minangkabau.

Untuk itu, melalui Kese­pakatan Limbago Kerajaan Tigo Selo Alam Minangkabau yang lahir pada pertemuan Seluruh Pucuok Adat dan Pemangku Adat Alam Minangkabau pada Minggu (14/3) kemarin di Batu­sangkar, menyatakan dengan tegas bahwa tidak mengakui Sutan Taufik Tahib yang saat ini penyandang gelar Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Paga­ruyung Alam Minangkabau. (h/fma)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]