Produksi Padi Solsel Menurun


Senin, 21 Maret 2016 - 03:54:33 WIB
Produksi Padi Solsel Menurun

SOLSEL,HALUAN —  Ke­­pala Bidang Pertanian Solok Selatan (Solsel), Zamzami menyebutkan dampak banjir bandang  berakibat pada penurunan hasil produksi padi di dae­rah itu. Setidaknya, sekitar 300 hektare sawah me­ngalami puso (tidak bisa tanam) dari 865 hektare yang mengalami dampak.

“Asumsi, per hektare hasil padi rata-rata 5,7 ton satu kali musim tanam atau dalam waktu empat bulan. Jika dikalkulasikan penu­ru­nan hasil produksi tana­man padi berkisar 3.420 ton,”katannya.

Baca Juga : Minimalisir Penggelapan Aset Daerah, Pemkab Pessel Lakukan Inventarisasi Secara Berkala

Menurutnya, pada Juli 2016 areal sawah masya­rakat yang terdampak su­dah bisa kembali dita­na­mi.”Ada kemungkinan akan dicetak kembali pada musim tanam ke dua atau sekitar bulan Juli. Kita akan melengkapi data ma­sing-masing pemilik sa­wah,”tambahnya.

Sementara target produksi padi 2016 adalah 139.801 ton atau naik 4.177 ton dari 2015. Luas target tanam 26.690 hektare atau naik 310 hektare dari 2015.

Baca Juga : Pemkab Pesisir Selatan Proaktif Lakukan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Lahan warga yang ru­sak berat, berdasarkan pendataan yang dilakukan yaitu seluas 300 hektare dan sebagian besar berada di Pauah Duo atau se­pan­jang aliran Batang Bangko dan Sangir serta Sangir Jujuan. Sedangkan yang rusak ringan,tercatat seluas 565hektare dan hanya ter­ke­na rendaman sehingga masih bisa diolah kembali.

Seorang warga Jorong Lasung Batu, Nagari Ka­pau Alam Pauh Duo, Imel mengaku kesulitan mem­beli beras karena tingginya harga beras dipasaran. “Untuk beras jenis ceredek mencapai harga Rp21 ribu per gantang, sedangkan untuk beras termurah Rp­19 ribu per gantang yaitu jenis beras batang pasaman dan anam-anam,” ke­luhnya. (h/jef)

Baca Juga : Mengenal M. Irfan Monaf dan Rihhadatul Aisya Yube, Pemenang Duta GenRe Solsel 2021

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]