P2TP2A Sosialisasikan UU PKDRT


Senin, 21 Maret 2016 - 04:02:26 WIB

SOLSEL, HALUAN — Pusat Pelayanan Terpadu Pem­ber­da­yaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sarantau Sasu­rambi Kabupaten Solok Sela­tan (Solsel) mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang PKDRT kepada seluruh Wali Nagari dan Wali Jorong di daerah itu.

Sekretaris P2TP2A Solsel, Sri Handayani,mengatakan tujuan sosialisasi UU Peng­hapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) ini untuk meningkatkan kesa­daran masyarakat terhadap pentingnya melindungi hak-hak perempuan dan anak sehingga kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa ditekan.

“Dengan adanya penge­tahuan tentang ini kita ber­harap bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan tinda­kan diskriminasi terhadap perempuan dan anak,” ka­tanya.

Selain itu, sosialisasi juga untuk menbangun komitmen bersama antar-lembaga di daerah ini dalam rangka me­mi­nimalisir terjadinya kasus kekerasan terhadap pe­rem­puan dan anak. Kegiatan ini selain memperkenalkan ke­ber­adaan lembaga dan tata kerja lembaga P2TP2A, juga menyosialisasikan undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang PKDRT serta Permen P2PA RI Nomor 06 tahun 2011 tentang Panduan Pen­cegahan Kekerasan Terhadap Anak Dilingkungan Keluarga, Masyarakat dan Lembaga Pendidikan.

Dijelaskan, P2TP2A di­bentuk bukan hanya untuk menyelesaikan kasus saja, tetapi yang lebih penting adalah mencegah timbulnya kekerasan terhadap perem­puan dan anak. “Kasus pe­lecehan seksual terhadap perempuan dan anak kian sering terjadi sehingga mereka harus diberi perlindungan melalui pengetahuan dan pemahaman bagaimana cara­nya melindungi diri sendiri dari orang lain termasuk orang terdekat,” katanya.

Dia berharap masyarakat terutama Wali Nagari dan Kepala Jorong supaya ber­peran aktif dalam usaha Pe­merintah dalam melindungi dan memberikan hak kaum wanita serta anak-anak Solok Selatan, baik itu di jenjang karier, pendidikan ataupun hak-hak lainnya.

Keberadaan Wali Nagari dan Kepala Jorong sebagai pemerintahan terendah kata­nya, menjadi sangat penting peran sertanya dalam rangka mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap perem­puan dan anak.

Sementara itu salah seo­rang narasumber,  Afrizal Amir mengatakan, masya­rakat harus bersama-sama menjaga anak-anak terutama di lingkungan belajar dan pergaulannya sehari-hari. “Anak tidak boleh dibatasi dalam proses tumbuh kem­bangnya tetapi kita sebagai orang tua wajib mengawasi pertumbuhan dan per­gaulannya,” katanya. (h/jef)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 16 Desember 2019 - 14:59:08 WIB

    Tingkatkan Ketahanan Keluarga, P2TP2A Gelar Sosialisasi 

    Tingkatkan Ketahanan Keluarga, P2TP2A Gelar Sosialisasi  PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM- Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kota Padang Panjang melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (.
  • Rabu, 05 Oktober 2016 - 02:08:12 WIB

    P2TP2A Cegah Kekerasan di Rumah Tangga

    AGAM, HALUAN — Pemerintah Kabupa­ten Agam, dalam waktu dekat akan mem­bentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pem­berdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di 16 Kecamatan. Pelayanan guna mengan­ti­sipasi terjadinya kasus kekerasan.
  • Kamis, 03 Maret 2016 - 03:10:32 WIB

    BPMPKB dan P2TP2A Jenguk Korban Kejahatan Seksual

    PADANG PARIAMAN, HALUAN — Ke­pala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPM­PKB) Kabupaten Padang Pariaman men­jenguk Mardianis (39) korban kejahatan seksual, Jumat pekan lalu..
  • Kamis, 25 Februari 2016 - 02:08:02 WIB

    P2TP2A Tangani 47 Kasus di Tahun 2015

    BATUSANGKAR, HA­LU­AN — Kasus yang ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Ka­bupaten Tanah Datar me­ngalami penurunan dari 55 kasus pada 2014 menjadi 47 kasus pada tahun 2015..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]