Penangkapan Kapal Pencuri Ikan KM Kway Fey 10078

Menteri Susi Sesalkan Sikap Pemerintah Cina


Senin, 21 Maret 2016 - 04:11:27 WIB
Menteri Susi Sesalkan Sikap Pemerintah Cina

JAKARTA, HALUAN — Men­te­ri Kelautan dan Perikanan Su­si Pudjiastuti menyesalkan si­kap pemerintah Cina yang men­coba menghalang-halangi pe­negakkan hukum pe­me­rin­tah Indonesia terhadap praktik Illegal, Unreported, and Un­regulated (IUU) Fi­shing. 

Hal tersebut tampak dari keberadaan kapal Coastguard Cina yang membawa kapal ikan ilegal agar luput dari ringkusan angkatan laut Indo­nesia pada Sabtu malam hing­ga Ahad dini hari (19-20/3). 

Baca Juga : AHY: Pemerintah Agar Serius Perhatikan Keselamatan Penerbangan

Menteri Susi lantas mengu­raikan kronologis kejadian penangkapan kapal yang beru­jung kegagalan, namun ber­hadil meringkus delapan anak buah kapal yang berada di kapal ikan ilegal. “Deteksi Target Operasi dimulai pada Sabtu pukul 14.15, posisi Kapal Ikan Asing terdeteksi berada di wilayah Indonesia,” kata dia dalam Konferensi Pers, Minggu (20/3).

Target Operasi Kemudian di­kejar dan diberhentikan, na­mun kapal tidak mau ber­henti. Pihak Kapal Pengawas lalu memberikan tembakan peri­ngatan, namun kapal terse­but tetap berusaha melarikan di­ri dengan zig-zag, sehingga KP Hiu 11 mendekat dan ti­dak bisa menghindari tabra­kan. 

Baca Juga : Tepuk Jidat! Edhy Prabowo Diduga Salah Gunakan Kunjungan Online

Tiga orang personi KP Hiu 11 lantas melompat ke kapal tangkapan dan berhasil me­lum­puhkan delapan ABK Ka­pal tangkapan. Para ABK ter­se­but lantas dipindahkan ke KP Hiu 11. Pemeriksaan dan pemindahan ABK kapal tang­ka­pan ke Hiu 11, komandan kapal pengawas La Edi. Pada pukul 15.00 kapal ilegal terse­but dibawa dalam perjalanan pengawalan untuk dijadikan barang bukti.

“Namun tiba-tiba satu ka­pal Coastguard Cina mengejar, KP Hiu 11 mencoba meng­hu­bungi lewat radio dan tidak ada jawaban, kemudian KP Hiu 11, menghubungi Lanal untuk memberitahukan perihal keja­dian tersebut,” katanya. 

Baca Juga : Jokowi Instruksikan Jajaran Segera Selesaikan Tanggul Citarum yang Jebol di Bekasi

Kapal Coastguard Cina berjalan dengan kecepatan 25 knots. Kapal itu mendekat, menyorot dengan lampu sorot, kemudian menabrak kapal tangkapan. Setelah kapal tang­kapan berhenti dan melihat ada tiga orang anggota KP Hiu 11, merekapun tidak jadi naik, namun tetap mengawasi. 

‘’Karena kapal tangkapan rusak akibat ditabrak, tiga personel KP Hiu 11 memu­tus­kan kembali ke  KP Hiu 11, dan meninggalkan kapal tang­kapan. Coastguard Cina lantas merapat ke kapal tangkapan pada 20 Maret 2016, pukul 01.45 WIB. Kemudian KP Hiu 11 meninggalkan kapal tang­kapan tersebut, untuk meng­hindari kejadian yang tidak diinginkan. “Kita tidak ingin ada insiden apapun,” jelas Susi.

Baca Juga : Jokowi Targetkan 5 Juta Guru dan Tenaga Pendidikan Sudah Disuntik Vaksin Juni 2021

Pada saat kapal hendak di adhoc, lanjut dia, salah satu ABK kapal tangkapan men­coba menarik kemudi sehingga personel KP Hiu 11 atas nama Apyam Mey Kabarek me­ngam­bil alih dan meme­rin­tahkan yang bersangkutan untuk duduk. 

Proses adhock ke Natuna Pontianak, sesuai per­kem­bangan situasi lapangan dan berkordinasi dg Lanal Ranai. Seluruh awak kapal pengawas selamat, dengan delapan ABK Cina masih dibawa oleh KP. Hiu 11 dan diarahkan ke pulau Tiga Natuna untk proses hu­kum lebih lanjut. (h/rol)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]