Harga Karet dan Produksi TBS Turun

Kondisi Ekonomi Masyarakat Dharmasraya Sedang Sulit


Senin, 21 Maret 2016 - 04:17:50 WIB
Kondisi Ekonomi Masyarakat Dharmasraya Sedang Sulit

DHARMASRAYA, HALUAN — Masyarakat Dharmasraya saat ini merasakan kesulitan ekonomi, pasalnya harga kebutuhan sehari-hari mulai melambung, sementara penghasilan menurun dengan turunnya harga karet. Kesulitan itu ditambah oleh menurunnya jumlah produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, meski saat ini harga TBS naik.

Pantauan Haluan di bebe­rapa pasar di Dharmasraya, harga cabai keriting merah biasanya Rp30 ribu per kg, saat ini mencapai Rp65 ribu per kg. Begitu pula harga bawang merah lokal yang biasanya Rp18 ribu per kg, saat ini mencapai Rp 30 ribu per kg. Belum lagi harga beras Solok yang biasanya Rp12 ribu sampai Rp13 ribu per kg, saat ini mencapai Rp14 ribu per kg. Hal ini sangat menga­getkan ibu rumah tangga saat berbelanja, sehingga me­nyia­sati kondisi tersebut dengan mengurangi jumlah kebu­tuhan yang dibeli agar semua jenis kebutuhan dapat dibeli.

Baca Juga : Pasar Keuangan Indonesia Merah Membara: Rupiah Keok, IHSG Rontok, Emas Pegadaian Merosot

Yuni (45), ibu rumah tang­ga di Gunung Medan me­ngaku, turunnya harga bahan olahan karet (Bokar) di ba­wah Rp5 ribu per kg, ber­dam­pak cukup besar, karena pada umumnya masyarakat Dhar­masraya sangat tergan­tung dengan harga karet dan sawit.

Meski harga TBS sudah merangkak naik, katanya, tapi jumlah produksi menurun, jadi sama juga dengan tidak naik, karena penghasilan ma­syarakat tetap anjlok.

Baca Juga : Pagi Ini Nilai Tukar Rupiah Stagnan di Rp 14.260/US$

“Dengan turunnya peng­hasilanya masyarakat ini, berdampak pada semua sek­tor, misalnya menurunnya tingkat belanja masyarakat,” ujarnya.

Yuni yang biasanya setiap pekan membelanjakan uang di pasar sekitar Rp300 ribu, dapat membawa dua kantong plastik besar yang berisi ber­bagai kebutuhan sehari-hari. Kini dengan uang Rp300 ribu, kebutuhan yang dibe­linya tak penuh satu kantong plastik, karena naiknya harga kebutuhan. Solusinya, ia me­ngu­rangi jumlah kebutuhan yang dibeli agar semua jenis kebutuhan dapat dibeli.

Baca Juga : Turun 6%, Harga Emas Drop di Bawah US$ 1.700

“Biasanya saya membeli cabe merah setengah kg, seka­rang saya beli saja seperempat kg,” sebutnya.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Ap­kasindo) Dharmasraya, Jhon Nasri mengakui, harga TBS sudah merangkak naik atau mencapai Rp1.400 per kg, tapi jumlah produksi TBS menurun karena pengaruh atau dampak dari musim kemarau beberapa waktu be­la­jangan ini.

Baca Juga : Presiden Jokowi: Perdagangan Digital Harus Dorong Pengembangan UMKM

“Petani tidak dapat me­mu­puk sawit pada musim kemarau karena pupuk tidak dapat diserap oleh tumbuhan, sehingga pemupukan tertun­da. Dampak dari tertundanya pemupukan terasa hingga saat ini, meskipun musim hujan sudah tiba. Kami meng­harapkan jum­lah produksi TBS naik be­berapa bulan mendatang dan harga TBS tidak turun. De­ngan de­mi­kian, pereko­no­mian masya­rakat petani akan membaik,” jelasnya kepada Haluan, Ming­gu (20/3).

Bupati Dharmasraya Su­tan Riska Tuanku Kerajaan, saat bertemu dengan masya­ra­kat terus mengajak petani agar tidak monoton dalam men­jalankan aktivitas ber­tani. Ia mencontohkan, bila ada ke­bun satu atau dua hek­tare, pe­tani bisa sekaligus meme­li­hara satu atau dua ekor sapi, atau dengan kolam ikan, un­tuk dapat me­nambah pengha­si­lan.

Ia menjelaskan, program pemerintah cukup banyak untuk petani, seperti Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KU­PS), Kredit Ketahanan Pa­ngan dan Energi (KKPE) di bank, ada juga bantuan sapi. Ia mengingatkan masyarakat agar bersatu dalam kelompok tani untuk mendapatkan ber­bagai program bantuan dari pemerintah.

“Apabila perorangan akan sulit mendapat program terse­but,” katanya.

Ia juga mengingatkan wali­nagari untuk membantu peta­ni untuk membentuk kelom­pok-kelompok tani. “Wali­nagari harus membantu peta­ni untuk bersatu dalam ke­lom­pok tani yang dilegalkan oleh pemerintah,” imbuhnya. (h/mdi)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]