CHIP Mulai Dibuka

CH Kembangkan Ekonomi Kreatif


Senin, 21 Maret 2016 - 04:19:05 WIB
CH Kembangkan Ekonomi Kreatif Gedung CHIP di Jalan Adinegoro Nomor 17, Padang saat hari pertama pembukaan toko keripik balado, Minggu (20/3). Pemilik CHIP, Christine Hakim membangun CHIP untuk mengembangkan ekonomi kreatif, khususnya di Kota Padang, dan Sumbar. (HOLY ADIB)

PADANG, HALUAN — Christine Hakim Idea Park (CHIP) di Jalan Adinegoro Nomor 17, Padang mulai dibuka, Minggu (20/3). Hari pertama pembukaan, pusat perbelanjaan makanan dan aksesoris khas Minangkabau ini cukup ramai dikunjungi masyarakat, baik yang datang untuk berbelanja, maupun untuk melepaskan keingintahuan mereka tentang apa saja yang ada dalam bangunan bernama CHIP tersebut.

Pemilik CHIP, Christine Ha­­­kim (CH) mengatakan, tu­­juannya membangun CHIP adalah untuk me­ngem­­­bangkan ekonomi kre­a­­tif, khususnya di Kota Pa­dang, dan Sumatera Barat (Sum­bar) umumnya. Me­nge­nai pemilihan lokasi ba­ngu­nan CHIP yang di Jalan Adi­negoro, yang dekat de­ngan batas kota, adalah un­tuk menghidupkan ekonomi di daerah pinggir kota se­hing­ga ekonomi masyarakat sekitar juga tumbuh.

“Selama ini tidak ada yang mau berinvestasi di da­erah pinggir kota. Ekonomi di dearah pinggiran ini tidak hidup. Dengan membuka CHIP ini, saya ingin ini men­jadi proyek percontohan agar investor lain juga mau berinvestasi di daerah ping­gir kota,” ujar Christine Ha­kim kepada Haluan di sela-sela pembukaan CHIP.

Menurutnya, kawasan Lu­buk Buaya sangat stra­te­gis untuk CHIP karena mu­dah dijangkau oleh tamu yang datang ke Kota Padang da­ri arah Bukitinggi, mi­sal­nya. Ia menuturkan, tamu da­ri arah Bukittinggi cukup sulit mencari makanan dan pro­duk kerajinan tangan pro­duksi usaha Christine Ha­kim, karena berada di Ja­lan Nipah, dekat Jembatan Siti Nurbaya, terutama ka­lau arus lalu lintas sedang pa­dat, yang mengkibatkan ta­mu cukup lama sampai di Jalan Nipah.

“Kalau di Jalan Adi­ne­go­ro ini, memudahkan tamu dari arah Bukittinggi men­da­patkan produk Christine Hakim,” sebutnya.

Selain untuk meng­hi­dup­kan ekonomi di da­erah ping­gir Kota Padang, tujuan lain­nya membangun CHIP ada­lah untuk menunjang pariwisata Kota Padang dan Sum­bar. Menurutnya, se­mua pihak harus berkon­tri­busi untuk membangun dan memajukan daerah, ter­ma­suk pihak swasta. 

“Rencana membangun CHIP ini sudah lama. Ba­nyak yang ingin saya perbuat un­­tuk daerah ini, tapi sela­ma ini belum bisa saya wu­jud­kan karena saya cuma sen­diri. Kini ada anak saya yang membantu,” tuturnya.

Direktur Utama CHIP, Heri­chard menjelaskan, CHIP dikelola oleh PT Pa­dang Rumput Hijau. Di CHIP terdapat toko keripik bala­do dan makanan lain­nya. Kemudian, pusat jaja­nan serba ada (Pujasera) yang terdapat nasi Padang, so­to, roti, dan sate Padang. Se­men­tara di toko suvenir ter­dapat pakaian dan akse­soris khas Minang seperti ba­tik ukiran Minang, mai­nan kunci rumah gadang. Se­lain itu, juga ada per­mai­nan seluncur es (ice skating).

“Total luas CHIP ini 12.000 meter persegi. Pada 2017 nanti, kami berencana mem­buka kolam renang dan wa­hana permainan air lain­nya di lokasi CHIP,” ujarnya.

Lokasi CHIP di daerah ping­­gir kota, kata Richard, bi­sa menjadi tempat ber­kum­­­pulnya orang-orang di da­erah tersebut karena se­la­ma ini di sana belum ada tem­pat berkumpul yang representatif. Meski berada di daerah ping­gir kota, me­nu­rutnya posisi CHIP sangat stra­tegis ka­rena dekat de­ngan ban­da­ra dan jalur uta­ma Pa­dang-Bukittinggi.

Ia menambahkan, pi­hak­nya memang sudah mem­buka CHIP, tapi yang ba­ru dibuka baru toko keri­pik. Sementara seluncur es baru dibuka minggu depan. Se­cara lengkap, peresmian CHIP secara besar-besaran akan dibuka paling lambat 1 Mei.

Sementara itu,  Kepala Di­nas Koperasi dan UMKM Sumbar, Zirma Yusri yang di­mintai komentar oleh Haluan terkait keberadaan CHIP, mengatakan, usaha Chris­tine Hakim yang se­lama ini berada di Jalan Ni­pah, telah menampung dan membina banyak produk UM­KM dari daerah-daerah yang ada di Sumbar melalui ko­perasi Christine Hakim. UMKM-UMKM yang di­bina tersebut terbukti maju ka­rena dipasarkan di toko Christine Hakim yang na­manya telah dikenal.

Ke depannya ia ber­ha­rap, usaha Christine Hakim yang kini bertambah besar dengan mendirikan CHIP, da­pat menampung dan mem­bina lebih banyak lagi UMKM di Sumbar.

“Keberadaan usaha Chris­­tine Hakim men­do­rong pertumbuhan kapasitas produk UMKM dan per­kem­bangan UMKM,” im­buh­nya. (h/dib)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 17 September 2020 - 14:47:18 WIB

    Adaptasi Cepat Masa Pandemi, Ini Dia 6 Senjata Fintech Baru BRI

    Adaptasi Cepat Masa Pandemi, Ini Dia 6 Senjata Fintech Baru BRI HARIANHALUAN.COM - Beradaptasi dengan kebutuhan perbankan selama pandemi, Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil meluncurkan total enam produk fintech online dalam rentang waktu antara dua minggu hingga dua bulan. Peluncuran pr.
  • Kamis, 03 September 2020 - 10:01:53 WIB

    Ngeri! Begini Kondisi Utang Pemerintah RI Versi Ekonom Senior Didik J. Rachbini

    Ngeri! Begini Kondisi Utang Pemerintah RI Versi Ekonom Senior Didik J. Rachbini HARIANHALUAN.COM - Pemerintah memberlakukan kebijakan fiskal yang ekspansif untuk penanganan Covid-19 dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Melalui Perpres Nomor 72 Tahun 2020 tentang perubahan kedua APBN 2020, outloo.
  • Ahad, 23 Agustus 2020 - 19:57:46 WIB

    694 Fintech Ilegal Beroperasi, Jangan Sampai Tertipu

    694 Fintech Ilegal Beroperasi, Jangan Sampai Tertipu HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 694 bisnis fintech ilegal beroperasi di tahun 2020. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 442 entitas. Temuan fintech ilegal ini diungkap oleh Satgas Waspada Investasi (SWI).
  • Sabtu, 22 Agustus 2020 - 14:43:07 WIB

    Sajadah Impor China Kuasai RI, Pabrik Lokal Terpaksa PHK Massal

    Sajadah Impor China Kuasai RI, Pabrik Lokal Terpaksa PHK Massal HARIANHALUAN.COM - Impor produk sajadah dan karpet dari China dan Turki beberapa tahun terakhir makin deras. Hal ini membuat industri dalam negeri megap-megap, bahkan terancam gulung tikar. .
  • Rabu, 19 Agustus 2020 - 15:23:14 WIB

    Ramai Soal Pakaian Adat China di Uang Rp75.000, Ini Faktanya

    Ramai Soal Pakaian Adat China di Uang Rp75.000, Ini Faktanya HARIANHALUAN.COM - Polemik dan menjadi viral di media sosial soal uang pecahan baru Rp75.000 yang di luncurkan Bank Indonesia pada 17 Agustus lalu, khususnya gambar anak nusantara yang berpakaian adat tradisional daerah dan s.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]