Tukang Pakuak, Ancaman Serius Pengembangan Pariwisata


Senin, 21 Maret 2016 - 04:31:42 WIB
Tukang Pakuak, Ancaman  Serius Pengembangan Pariwisata

LIMAPULUH KOTA, HALUAN Tugas berat bagi Sumatera Barat dewasa ini adalah mengembangkan pariwisata. Untuk itu, kabupaten dan kota diharapkan segera membuat perencanaan pengembangan pariwisata dan membasmi tukang pakuak, termasuk dalam hal ini masalah parkir.

Hal ini perlu ditangani dengan serius. Bila perlu dengan melibatkan pihak Kepolisian dan TNI serta aparat keamanan lainnya.

Baca Juga : Bhabinkamtibmas Sawahlunto Turut Dorong Perkembangan UMKM

“Kabupaten Limapuluh Ko­ta, silahkan membuat mas­ter plan pengembangan pari­wisata Lembah Harau, Kelok Sam­bilan, Jeruk Siam Gu­nuang Omeh dan potensi wisata lain­nya. Tapi kita tidak mau pari­wisata di daerah ini diwarnai tukang pakuak,” ungkap Wagub Sumbar, Nas­rul Abit ketika bersilaturahmi dengan masya­ra­kat Lima­puluh Kota di Sim­pang Bakia Nagari VII Koto Talago, Sab­tu (19/3) ma­lam.        

Disebutkannya, jangan sampai terjadi lagi masyarakat asal Sumatera Barat yang pulang kampung pada lebaran mendatang, kembali menge­luh lantaran kena pakuak. “Ke depan para tukang pakuak itu harus kita berantas dan di­tindak, supaya ada effek je­ranya,” tegas Nasrul Abit.

Baca Juga : Leonardy Datang Berkunjung, Warga Sikucua Barat Keluhkan Akses Layanan Komunikasi

Pada kesempatan itu Wa­gub juga menyinggung ten­tang proses Pilkada yang telah usai dan tidak ada lagi cerita dukung mendukung. Sebalik­nya hanya ada satu suara untuk membangun daerah.

Hal senada juga disam­paikan Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi danWakil Bupati, Ferizal Ridwan. Pa­sangan pemimpin pilihan rak­yat itu mengajak semua pihak menghilangkan eufooria po­litik dan menghabiskan per­bedaan pilihan serta meng­hapus pengkotak-kotakan.

Baca Juga : Jelang Akhir Pekan, Cuaca Sumbar Mendominasi Cerah Berawan

Seperti kata pepatah, bi­duak lalu kiambang batauik. “Mari kita bersatu padu dan saling mendukung serta be­rang­kulan dalam membangun Kabupaten Limapuluh Kota ke depan, agar daerah ini bisa bangkit dan mengejar ke­tertinggalannya dari daerah lain,” ujar keduanya.

Pada bagian lain, Irfendi mengatakan, potensi objek wisata di Limapuluh Kota sangat besar. Tak hanya po­tensi alam, tapi juga Sumber Daya Manusian-ya. Bahkan di Nagari VII Koto saja, seti­daknya ada 15 orang Profesor. Begitu pula siswa sekolah di daerah ini, tidak sedikit pula yang sukses merebut pretasi di tingkat provinsi maupun na­sional.

Baca Juga : Mengenal Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, Pengusaha Muda yang Dekat dengan UAS

“Kami pasangan bupati dan wakil bupati bukan orang yang hebat dan bukan pula orang yang tidak memiliki kelemahan. Karenanya, kami mengajak semua pihak untuk memberikan kami masukan dan kritikan , utamanya dalam membangun daerah ini ke depan,” pungkas Irfendi Arbi. (h/zkf/hel)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]