Prodi Kesehatan dan Pendidikan Masih Moratorium


Senin, 21 Maret 2016 - 04:44:41 WIB
Prodi Kesehatan dan Pendidikan Masih Moratorium

PADANG, HALUAN — Kopertis W­i­layah X mengeluarkan surat re­komendasi untuk delapan pendirian perguruan tinggi (PT) baru, pe­rubahan status dua PT, dan pe­nambahan 12 program studi (prodi) baru pada PT yang telah ada. Di samping itu, saat ini beberapa prodi dimoratorium sementara waktu.

Koordinator Kopertsi Wilayah X, Ganefri, kepada Haluan mengatakan, berkas rekomendasi tersebut berguna untuk melengkapi berkas persyaratan yang akan ditujukan masing-masing PTS kepada Kementerian Riset Tekonologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Jumat 26 Februari 2021

“Kami sudah mempertimbangan pengajuan permohonan rekomendasi tersebut. Setelah kami pelajari, rekomendasi kami berikan karena memenuhi segala indikator yang diperlukan,” kata Ganefri, Minggu (20/3).

Dijelaskannya, empat indikator yang di­gunakan Kopertis dalam memberikan per­timbangan rekomendasi antara lain tingkat kejenuhan prodi tersebut, track record (rekam jejak) institusi dan badan penyelenggara yang mengajukan, status aset dan keabsahan atau legalitas aset yang dimiliki serta ketersediaan sumberdaya  dan lain sebagainya.

Baca Juga : Sosok Pengusaha Batu Bara Perempuan Asal Sumbar, Mulai Bisnis dari Umur 18 Tahun

Meskipun demikian, beberapa permintaan rekomendasi lainnya memang belum dipenuhi Kopertis karena PTS bersangkutan belum memenuhi persyaratan yang diperlukan.

“Jadi tidak ada yang kami tolak, sebagian memang ditangguhkan hingga PTS bersangkutan bisa memenuhi kelengkapan persyaratan untuk penambahan prodi, penaikan status atau pen­dirian PTS baru,” lanjut Ganefri.

Baca Juga : Wujudkan GCG, Perumda AM Kota Padang Kunjungi BPKP Sumbar

Namun permintaan rekomendasi memang sengaja tidak diproses untuk beberapa prodi yang terkena moratorium sampai waktu yang belum ditentukan. Saat ini pengadaan beberapa prodi memang ditutup peluangnya, seperti prodi di bidang kesehatan dan beberapa prodi bidang pendidikan, kecuali bidang vokasi.

“Sebagian besar prodi yang dimoratorium ini adalah prodi yang telah banyak tersebar dan sifatnya sudah menjenuhkan. Seperti prodi bidang kesehatan, itu sudah banyak sekali di wilayah kita, sehingga kami moratorium se­mentara. Kasihan kalau tetap dibuka, nanti masyarakat kesulitan mendapatkan pekerjaan karena tingginya persaingan lulusan pada bidang ini,” jelasnya lagi.

Baca Juga : Ditinggal Pasangannya Mahyeldi, Hendri Septa: Selamat Bertugas Pak Gubernur!

Moratorium prodi dapat berakhir jika memang kebutuhan agar prodi tersebut kembali meningkat. Kemungkinan ini bisa terjadi saat beberapa prodi yang sudah ada tidak dapat lagi beraktivitas sebagaimana biasanya dan tidak memenuhi syarat kelangsungan prodi.

“Setiap perguruan tinggi diwajibkan melakukan pelaporan prodi masing-masing dua kali dalam satu semester. Yang dilaporkan antara lain KRS dan LHS-nya. Jika sudah enam kali tidak melaporkan, bisa terkena sanksi tidak mendapatkan pelayanan administrasi. Dan sanksi ini bisa berjenjang sampai prodi harus ditutup,” terangnya.

Terkait pemberian rekomendasi kepada PT, Ganefri masih belum bisa membeberkannya. Karena rekomendasi baru keluar dari pihak Kopertis dan belum dari pihak Kemeristek Dikti.

“Takutnya jika hal ini sudah kami sebarkan, PT bersangkutan akan digunakan disaat musim penerimaan mahasiswa baru tahun ini. padahal itu baru rekomendasi,” pungkas Ganefri. 

Sebelumnya, beberapa PTS di Sumbar pada tahun ini mengajukan beberapa prodi baru. Seperti Stikes Mercubaktijaya yang mencoba mengajukan prodi terapi bicara yang dinilai sangat dibutuhkan saat ini. kemudian, Poltekes Siteba juga akan membuka prodi di tahun ini dan Universitas Taman Siswa juga mengajukan penambahan tujuh prodi di tahun ini. Di antaranya, prodi geografi murni, psikologi, agribisnis, pendidikan ekonomi, seni dan budaya, akuntansi, dan S2 pertanian. (h/isq)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]