Flu Burung di Jakarta, Sumbar Siaga


Senin, 21 Maret 2016 - 05:06:44 WIB
Flu Burung di Jakarta, Sumbar Siaga

PADANG, HALUAN — Kasus flu burung terjadi di Jakarta.  Dinas  Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar menya­takan siap siaga menghadapi kemungkinan masuknya flu burung ke Sumbar.

Kabid Bina Keswan dan Kesma­vet, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sumbar, Drh. M. Kamil MP mengatakan, pascatemuan kasus flu burung di Cilandak Jakarta Selatan, Sumbar meningkatkan kesiagaan terhadap keda­tangan unggas dari luar. Terutama untuk unggas yang dikirim dari Pulau Jawa.

Baca Juga : Hendri Septa Lepas 30 Pejabat Eselon III Pemko Padang Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator

“Memperketat pengawasan ini telah  dilakukan sejak sebulan terakhir. Ini karena, sebelum kasus di Jakarta kita juga menerima informasi tentang kasus yang sama di Jawa Timur,” ucap M Kamil kepada Haluan, di Padang, Minggu (20/3) kemarin.

Menurut dia, unggas yang akan masuk ke Sumbar terlebih dahulu harus lolos uji laborato­rium virus flu burung. Ini berlaku untuk semua jenis unggas baik itu ayam, itik dan yang lainnya.

Baca Juga : PLTU Teluk Sirih Disiapkan Pemko Padang untuk Ketersediaan Energi Listrik Bagi Investor

Guna mencegah merebaknya flu burung di kandang peternak, petugas Disnakeswan tidak lah menunggu sampai munculnya kasus. Saat ada laporan dari mas­ya­rakat tentang kematian unggas milik mereka, tim dari Disna­keswan akan langsung turun.

“Petugas dan peralatan yang kita punya stand by setiap hari,” terang Kamil.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Minggu 28 Februari 2021

Lebih lanjut ia menyebut, pada tiga bulan pertama di 2016 sekarang pihaknya memang sem­pat menemukan kasus flu bu­rung. Lokasinya di Kabupaten Sijunjung. Namun itu telah dita­ngani. Unggas yang terbukti positif telah dimusnahkan. Petu­gas juga telah melakukan pe­nyemprotan terhadap kandang disekitar unggas yang terjangkit.

Usai kasus di Sijunjung, hing­ga saat ini ia tak menerima laporan tentang adanya kasus yang baru.

Baca Juga : Mahyeldi Naik Jadi Gubernur Sumbar, Siapa Pengganti Wali Kota Padang?

“Kendati demikian kita ma­sih terus waspada, pengawasan dan sosialisasi pada masyarakat terus ditingkatkan. Terutama berkaitan dengan penyemprotan dan kebersihan atas kandang yang ada,” pungkasnya.

Dinkes Sumbar juga mengaku siap menghadapi kemungkinan terburuk di Sumbar dengan ke­ter­sediaan obat-obatan dan rumah sakit yang memadai, jika sewaktu-waktu ditemukan kasus serupa di Sumbar.

Kepala Dinkes Sumbar, Ros­nini Savitri, melalui Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Irene, kepada Haluan menga­takan, hingga saat ini tidak ada temuan kasus flu burung di Sum­bar. Namun ia tetap me­ngim­bau agar masyarakat me­was­padai lingkungan di sekitar, terutama di kawasan yang terda­pat banyak hewan unggas piaraan.

“Kami selalu menjalin koor­dinasi dengan Dinas Perternakan. Jika sewaktu-waktu ada temuan pada hewan, tindakan cepat akan kami berikan agar manusia tidak terpapar virus tersebut. Yang jelas, secara medis kami siap menerima kemungkinan terbu­ruk. Obat-obatan dan rumah sakit sudah tersedia,” kata Irene, Minggu (20/3).

Dijelaskannya, virus flu bu­rung atau H5N1 adalah virus mematikan yang dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Oleh karena itu,  bahan makanan yang berasal dari unggas seperti daging dan telur harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Selain itu masyarakat diimbau untuk tidak memelihara unggas di dalam atau lokasi yang ber­dekatan dengan lingkungan tem­pat tinggal untuk mengurangi risiko penularannya.

Perhatian Pemerintah Pusat

Temuan kasus flu burung (virus H5N1) di RT 14/04 Kelu­rahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, menjadi perhatian peme­rintah pusat. Sejumlah petugas dari Kementerian Pertanian RI pun langsung turun ke lokasi untuk membantu mencegah me­luasnya wabah tersebut ke dae­rah-daerah lain di Jakarta.

“Saat ini kami sudah melaku­kan tindakan pengendalian H5N1 terhadap tiga objek, mulai dari unggas peliharaan, warga, dan lingkungan,” kata Koor­dinator Unit Respons Cepat Penyakit Hewan Menular Stra­tegis (URCPHMS) Direktorat Kesehatan Hewan Kementan, drh M Azhar, saat ditemui Re­publika di RT 14/04 Cilandak Barat, Jaksel, Minggu (20/3).

Dijelaskannya, pengendalian wabah kali ini dilakukan dengan cara memusnahkan unggas-ung­gas beserta kandang yang sudah tercemar virus H5N1. Semen­tara, terhadap kandang ternak atau lingkungan yang belum terkontaminasi oleh virus terse­but, akan dilakukan disinfeksi (penyemprotan disinfektan).

“Di samping itu, kami juga memberi penyuluhan kepada warga setempat untuk selalu menerapkan perilaku hidup ber­sih dan sehat (PHBS) agar tidak terjangkit H5N1,” ucapnya.

Azhar menuturkan, musim hujan menjadi waktu paling di­waspadai untuk peningkatan kasus flu burung. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar segera melapor ke puskesmas atau rumah sakit terdekat jika mengalami flu atau demam.

“Harus segera melapor ke puskesmas atau RS secepatnya. Jangan sampai sakitnya lewat dari 2 x 24 jam baru melapor, karena kalau sudah seperti itu penyakitnya bakalan sulit dita­ngani,” ujarnya mengingatkan.

Sampai sejauh ini, kata Azhar lagi, instansinya belum me­nerima kabar adanya warga RT 14/04 Cilandak Barat yang mengeluhkan flu atau penyakit yang diduga berasal dari virus H5N1. (h/isq/len/rol)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]