Entaskan Keterbelakangan

Bangun Jalan Baru dengan Dana Desa


Senin, 21 Maret 2016 - 12:41:12 WIB
Bangun Jalan  Baru dengan Dana Desa

PAINAN, HALUAN — Upa­­ya untuk bebas dari keter­belakangan, ma­sya­ra­kat Nga­lau Gadang kena­ga­rian Limau Gadang Keca­matan Bayang Utara ( Bayu) Pes­sel, secara terintegrasi de­ngan  kenagarian Pancung Taba, sepakat membuka ja­lan  alternatif yang  meng­hu­bungkan ke dua kena­garian yang bertentangga tersebut.  Pembukaan  jalan ini  sekaligus untuk kelan­caran transportasi menuju ibu kabupaten Pessel

Hal tersebut disampai­kan Walinagari  Limau Ga­dang, Azwir kepada bupati  Pessel H Hendrajoni pada saat kunjungan kerjanya ke daerah  tersebut pelan lalu.

Baca Juga : Angka Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Mencapai 650 Kasus

Selama ini  untuk meng­hemat pengeluaran, masya­ra­kat  terpaksa jalan kaki  menuju Pancung Taba dan ibu kecamatan  dengan me­ne­lusiri jalan setapak  di lereng bukit yang terjal.  Sementara  jalan yang ada  melalui kampung Limau-Limau  kondisi  sangat mem­prihatinkan, pasalnya bebera titik terdapat long­sor. “Bila turun  hujan di­khawatirkan akan dapat mengundang kecelakaan dan korban jwa, maka mas­yarakat memilih untuk ber­jalan kaki mengunakan jalan alternatif setapak tersebut,” ujar  Azwir  .

Menurut Azwir, pem­bangu­nan  tahap awal akan dimulai 2016  sepanjang 2,5 km  jalan yang bisa ditepuh kendaraan. Kemudian  akan di lanjutan pula oleh mas­yarakat kenagarian Pancung Taba  sampai ke daerah perbatasan ke dua nagari  tersebut.  “Pembukaan jalan baru ini  merupakan  ke­inginan masyarakat yang dituangkan dalam Musren­bang Nagari dengan mengu­nakan Dana Desa tahap awal sebesar Rp 150 juta,” je­lanya.

Baca Juga : Sebanyak 27.587 Orang di Sumbar Telah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Bupati Pessel H Henrda Joni merespon keinginan masyarakat tersebut, pihak­nya berharap agar masya­rakat bisa membuka jalan secara swadaya, kemudian  dapat diusulkan pening­katan statusnya kepada Pem­da Pessel  “Memang sudah seharusnya masya­rakat berupaya membe­baskan diri dari keterbe­lakangan, terutama  dalam masalah akses perhubungan yang belum lancar  dengan meningkatkan partisipasi dan swadaya masyarakat. Pembangunan nagari akan dapat sukses dan berjaan lancar, bila masyarakat pe­duli terhadap  potensi yang ada di nagari,”  ajak Bupati.

Sementaa itu, Camat Bayang Utara Asril Pitir  mengakui, jalan merupakan kebutuhan masyarakat yang tidak bisa ditawar. Apalagi selama ini yang menjadi kendala bagi  masyarakat setempat adalah masalah keterbatasan sarana per­hubungan tersebut.

Baca Juga : Positif Corona di Sumbar Bertambah 71 Orang

Masyarakat Ngalau Ga­dang yang mengandalkan hasil sektor perkebunanan, seperti, casiavera, kemiri, kopi, nilam, karet dan lain­nya. Namun akibat keter­batasan sarana transportasi, rakyat   terpaksa  membayar upah yang tinggi untuk mem­bawa hasil bumi mere­ka untuk di pasarkan ke ibu kecamatan maupun kabu­pa­ten dan provinsi Sumbar.

Tidak saja masalah jalan yang belum lancar, masya­rakat Ngalau Gadang mis­kin informasi dan komo­nikasi dengan pihak luar. Pasalnya  mereka belum bisa menggunakan  hand phone selular karena di sana  tidak ada  signal.

Baca Juga : Nutrisi Alami Laa Roiba Dapat Percepat Panen Padi hingga Pepaya

“Masyarakat berharap kepada Pemda Pessel, mau­pun kepada pihak terkait agar di kenagarian itu juga didirikan tower hand phone selular, agar masyarakat Ngalau Gadang bebas dari kemiskinan informasi,”  kata Asril.  (h/mjn).

 

 

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]