Pasar yang Nyaman


Selasa, 22 Maret 2016 - 04:13:41 WIB
Pasar yang Nyaman

Sejak tahun 2009, Pasar Raya Padang nyaris tak berubah. Ke­semrautan, kumuh dan tak teratur seperti men­jadi gambaran keseharian salah pusat perekonomian di ibukota provinsi ini. Nyaris dari seluruh penjuru mata angin, hal itu kerap kita temui, hingga setahun terakhir.

Pemerintah sebelumnya, bukannya tutup mata atas fenomena itu. Tapi, seperti berhadapan tembok yang keras, sekaligus tebal, pengelolaan sekaligus penataan pasar ini bahkan sempat menyentuh ke persoalan hukum. Tak elok mungkin menyalahkan siapa-siapa dalam persoalan ini karena masing-masing komponen punya perspektif pandangan sendiri dengan argument yang beragam pula.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Pada masa pemerintahan kali ini, pemerintah kota seperti belajar dari masa lalu. Tak satu jalan ke Roma, layak dipakai untuk penyelesaian persoalannya, hingga beberapa kawasan pasar satu persatu mulai dibenahi. Jalan Sandang Pangan, menjadi satu contoh yang pernah diurai benang kusutnya, satu persatu.

Pandangan sinis pernah terlintas akan kemampuan pemimpin kota saat ini. Tapi, langkah yang dilakukannya dengan mengu­rai benang kusut di jalan Sandang Pandang seperti menepis pandangan yang sinis tadi. Nyaris tanpa gesekan, persoalannya mulai terurai, mulai ditata.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Kini, pandangan terarah pada tumpukan pedagang di depan Bioskop Raya hingga Bioskop Mulia yang menyemut dan mema­mah jalanan yang bukan diperuntukkan bagi mereka. Jalan, tentu harus disesuaikan dengan fungsinya. Dalam prosesnya nanti, pedagang yang “tercecer” di jalanan itu, akan dikembalikan ke tempatnya semula.

Pendekatan untuk mendorong pedagang ke posisi sebagaimana mestinya, bukan pekerjaan gampang. Untuk mengurus mereka, pemangku kebijakan mesti mela­ku­kan dengan cermat dan setransparan mungkin agar terhindar dari persoalan lalu yang berimbas hingga ke meja pengadilan. Hendaknya, mereka ditata tanpa harus melibatkan water canon, pasukan dan letupan senjata.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Adalah PR (Pekerjaan Rumah) yang teramat penting dalam proses penataan itu, komunikasi. Memberikan pengertian de­ngan harapan bisa menjalan program yang telah digariskan pada pelaksanaannya nanti, bisa menghasilkan pemahaman. Tak perlu juga lah sampai harus mencontoh Jokowi saat jadi Walikota Solok yang mengundang pedagang untuk makan perai di pendopo Walikota.

Instrumen, tentu tak hanya dan tak harus datang dari walikota sendiri. Pem­bantu walikota di level bawah juga harus sinergi, mulai dari kepala dinas terkait dengan jajaran ke bawah, hingga Pol PP dan pejabat terkaitnya. Jangan sampai, walikota saja yang ribut sendiri, sementara bawahannya mengeruk keuntungan atas sikap walikota tadi.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Tak kalah penting, adalah kepastian. Pendataan pedagang mesti bisa diper­tanggungjawabkan karena sebagian meng­khawatirkan adanya pedagang siluman yang naik di tengah jalan. Sikap ini tentu menim­bulkan kecurigaan, tanda tanya dan inter­pretasi sendiri yang akhirnya bisa me­mantik suasana panas. Ini merupakan bagian dari sinergi antara atasan dan bawahan di lingkungan Pemko Padang yang harus saling mendukung.

Ketika pasar sudah tertata, tentu mela­hir­kan kenyamanan. Hendaknya, pedagang juga berkaca, di saat pasarnya buruk, pengunjung akan mencari jalan lain untuk mendapatkan kebutuhannya, apakah itu ke pasar satelit atau ke pedagang dadakan yang kini menyemut di berbagai penjuru kota. Ini juga merupakan salah satu jalan bagi pemerintah kota, mengeliminasi pedagang yang kini menyebar ke setiap ruas kota. (*)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]