Jadi Pilihan Kedua, PTI Kehilangan Peminat


Selasa, 22 Maret 2016 - 04:49:30 WIB
Jadi Pilihan Kedua, PTI Kehilangan Peminat

PADANG, HALUAN — Peminat Perguruan Tinggi Islam (PTI) di Sumatera Barat terlihat tidak begitu menggembirakan. Tidak hanya statis, peminatnya bahkan turun dari tahun ke tahun. Namun dengan semangat pentingnya menjaga marwah pendidikan Islam bagi masyarakat, PTI tetap berjalan dengan langkah terseok-seok.

Wakil Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah VI Sumatera Barat, Abdul Rahman, menilai bah­wa salah satu alasan tidak diminatinya PTI oleh calon mahasiswa karena rendahnya nilai tawar yang diberikan oleh PTI itu sendiri, seperti rendahnya akreditasi dan minimnya sarana-prasarana yang tersedia.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Jumat 26 Februari 2021

“Untuk PTI swasta, tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi badan penyelenggara masing-masing, dalam hal ini tentu yayasan. Kami dari Kopertais yang memiliki tugas pokok mengawasi, ha­nya dapat memberikan doro­ngan agar PTI swasta me­ngembangkan dan menaikkan nilai tawarnya terhadap calon mahasiswa,” kata Abdul saat ditemui di Kantor Kopertais VI Sumbar di Kampus IAIN Imam Bonjol, Padang.

Saat ini menurut catatan Ko­pertais, terdapat hanya be­berapa saja PTI Swasta yang me­miliki mahasiswa di atas se­ribu orang, bahkan ada PTI Swas­ta yang memiliki hanya 90 mahasiswa. Hal ini tentu ber­pengaruh besar terhadap si­si finansial yayasan penye­leng­gara PTI Swasta itu sen­di­ri.

Baca Juga : Sosok Pengusaha Batu Bara Perempuan Asal Sumbar, Mulai Bisnis dari Umur 18 Tahun

“Realitasnya memang PTI masih jadi pilihan kedua se­telah perguruan tinggi umum. Jangankan PTI Swas­ta, PTI Negeri pun masih ba­nyak yang jadi pilihan kedua, meskipun sudah ada beberapa yang menjadi pilihan pertama, rata-rata PTI di Pulau Jawa yang telah memiliki akreditasi yang baik dan sarana yang memadai,” katanya lagi.

Di sisi lain, kondisi Seko­lah Tinggi Ilmu Tarbiyah (ST­IT) Kota Payakumbuh sejak 2003 lalu dibandingkan de­ngan kondisi saat ini, terli­hat tidak banyak perubahan, ba­ik dari sisi  infrastruktur mau­pun jumlah maha­siswa­nya. 

Baca Juga : Wujudkan GCG, Perumda AM Kota Padang Kunjungi BPKP Sumbar

Pimpinan STIT Kota Pa­ya­­kumbuh, Wardiman kepa­da Haluan pada Senin (21/3) me­ngatakan, salah satu ken­da­­lanya adalah anggaran. Da­na yang dimiliki STIT Paya­kum­buh tidak seberapa, na­mun ini harus digunakan un­tuk opera­sional seluruh kam­pus.

STIT sendiri, terangnya, saat ini sudah berumur 13 tahun. Selama berdiri, kam­pus tersebut sangat minim mendapatkan bantuan dari instansi pemerintahan.

Baca Juga : Ditinggal Pasangannya Mahyeldi, Hendri Septa: Selamat Bertugas Pak Gubernur!

“Kampus kita kelola seca­ra mandiri. Belum ada kam­pus kita mendapatkan ban­tuan terutama dari Pemko Payakumbuh,” ucapnya lagi. 

Pihak STIT Payakumbuh juga telah sering mengajukan proposal bantuan ke Peme­rintah Kota Payakumbuh tetapi sampai saat ini belum ada respon sama sekali. Mes­ki demikian, kampus dengan akreditasi C tersebut, terus berupaya untuk memajukan kualitas mahasiswanya. 

“STIT memiliki delapan dosen dengan kualitas dosen S2 dan S3 serta dibantu bebe­rapa dosen lainnya. Dengan kondisi ini, kita juga berupaya untuk memajukan kampus, terutama dari segi kualitas lulusan mahasiswanya,” te­rang Wardiman. 

Setiap tahun, setidaknya STIT Payakumbuh mampu menciptakan 50 sampai 60 sarjana muda dengan kualitas yang membanggakan. Selama berdiri, STIT masih fokus terhadap satu  program studi yang diajarkan, yakni Pen­didikan Agama Islam.

“Setiap angkatan, kita hanya menerima mahasiswa baru sebanyak 50 sampai 60 orang atau satu kelas. Artinya untuk setiap proses belajar mengajar keseluruan hanya ada empat kelas dengan jum­lah mahasiswa antara 200 sampai 240 mahasiswa,” ucap­nya lagi. 

Meski jumlah penerimaan mahasiswa tidak menun­juk­kan angka peningkatan, tetapi kampus tersebut terus beru­pa­­ya berbenah untuk kema­juan STIT Payakumbuh. Saat ini, kampus tersebut masih da­lam tahap perubahan. Yak­ni arahan dan wacana kampus dari sekolah tinggi me­nuju universitas ataupun ins­titut. (h/ddg/isq)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]