In Memoriam Kol (Inf) H Syaiful Anwar, SE

Calon Jenderal yang Begitu Dicintai di Kampungnya


Selasa, 22 Maret 2016 - 05:03:40 WIB
Calon Jenderal yang Begitu Dicintai  di Kampungnya SEJUMLAH pelayat duduk di depan rumah almarhum Syaiful Anwar di Jorong Koto Ga¬dang, Nagari Padang Gan¬tiang, Kecamatan Padang Gantiang Kabupaten Tanah Datar. Rumah yang masih dalam proses pengerjaan itu dipersiapkan almarhum untuk orang tuanya. (FERI MAULANA)

Kepergian Ko­­lonel In­fan­tri H Syaiful An­war, SE mem­­­­buat Jorong Koto Ga­dang, Nagari Padang Gan­tiang, Kecamatan Padang Gantiang Kabupaten Tanah Datar ikut berduka. Ia pergi saat menunaikan tugas ne­gara bersama 12 prajurit TNI AD lainnya di Poso, Sulawesi Tengah. Seperti yang sudah banyak diwar­takan, Helikopter Bell 412 EP dengan nomor pener­bangan HA 5171 yang di­tum­pangi 13 prajurit TNI AD itu, jatuh di perkebunan warga di Dusun Patiro, Bajo, Kelurahan Kasiguncu, seki­tar 30 menit setelah me­ngudara.

Mengemban tugas se­bag­ai Danrem 132/Tadu­lako, Kol (Inf) H Syaiful Anwar, SE menyisakan ki­sah pilu di kampung hala­mannya. Ia begitu dibang­gakan di kampungnya. Bagi masyarakat Padang Gan­tiang dan sekitarnya, almar­hum merupakan sosok yang dermawan.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Syaiful Anwar adalah putra asli Dusun Buah Kubang, Jorong Koto Gadang Nagari Padang Ganting Kecamatan Padang Gan­ting Tanah Datar, tepatnya di Jalan Pemuda depan Kantor Bank BRI Padang Gantiang. Ayah dari tiga orang putri kela­hiran Padang Gantiang 1966 itu adalah sosok yang selalu dirin­dukan pemuda kampung hala­mannya. Kenapa tidak. Setiap ia pulang kampung, prajurit karir TNI AD itu selalu bersuka ria bersama para pemuda. Bahkan ia kerap mengundang organ tunggal untuk berhibur bersama.

“Memang beliau suka ber­nyanyi. Setiap pulang kampung pemuda selalu berkumpul dan menghadirkan organ pada m­a­lam hari. Setiap tahun, ia juga selalu korban satu ekor sapi di sini dan menyantuni warga. Si Ad (panggilan akrab almarhum di kampung), rata-rata dalam seta­hun pulang dua kali,” sebut Tina kepada Haluan di rumah duka bercerita kenangannya dengan Syaiful Anwar.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Tina yang berusia 63 tahun itu merupakan satu dari sekian banyak keluarga besar mendiang. Ia bahkan kerap mendapatkan salam tempel, sang calon jenderal itu pulang kampung. Dari salam tempel itu, ia menerima jatah berkisar antara Rp400 ribu hing­ga Rp500 ribu.

Menurut kakak sulung almar­hum, Nurmartias (63), sebelum kepergiannya untuk selamanya menghadap yang maha kuasa, ia sempat bercerita dengannya sekitar pukul 10.00 WIB pagi melalui telepon genggam. Saat itu ia menanyakan kabar dan pem­bangunan rumah yang dibiayai­nya di kampung. “Bisa terkejar selesai menjelang lebaran nanti rumah itu, saya rencana akan pulang lebaran nanti,”cerita Nurmartias menirukan perca­kapan adiknya itu. Saat itu, ia juga mengabarkan bahwa mau be­rangkat operasi lagi menggu­nakan helikopter. 

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Niatnya membangunkan orang tuanya rumah, surah dire­ncanakan tatkala orang tuanya M Nur dan Zainar masih hidup sebagai bakti anak kepada orang tua yang ia sayangi. “Memang waktu ibu dan ayah masih ada, si Ad sudah berjanji akan mem­bangunkan rumah pada ibu seki­tar tahun 2015 dan 2016, niat itu terpenuhi oleh beliau Januari lalu, rumah ini sudah dibangun sejak Januari dan uangnya lang­sung dilunasi kepada pembo­rong,” sebut kakak sulung Syaiful me­­ngenang niat mulianya pada ibunya.

Rumah dengan kondisi seki­tar 60 persen tersebut berlantai satu dan terdiri dari enam kamar dan satu ruko berukuran sekitar 5 x 12 meter di depan rumah itu, menurut rencana satu dari enam kamar tersebut, yaitu kamar bagian depan sebelah kanan akan diperuntukkan untuk almarhum Syaiful Anwar yang persis ter­letak di belakang ruko yang saat ini sudah siap dibangun. Sedang­kan ruko diperuntukan untuk dagang barang harian adik ipar­nya (suami dari adik perempuan Kolonel Syaiful). Rumah yang dibangun Kolonel Syaiful Anwar itu merupakan janji kepada orang tuanya untuk mengganti rumah semi permanen yang telah diba­ngun orang tuanya sebelumnya.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Nurmatias mendiang sempat terharu dan meneteskan air mata­nya teringat akan adiknya itu, dikala siswa dan guru SMP dan SMAN 1 Padang Gantiang me­nyampaikan doa dan memba­cakan yasin yang dipimpin oleh Kepala Kemenang Tanah Datar. Menurut Nur, keluarga tidak dapat firasat apa-apa sebelum kepergiannya selama-lamanya.

Dituturkannya, Syaiful Anwar muda setelah mena­mat­kan pendikan di SMAN 1 Padang Ganting, melanjutkan Akabri di Magelang dan tamat tahun 1990. Setelah tamat, ia langsung dinas di Kopassus di Cijantung hingga berpangkat Kapten. Lalu Danrem itu ditugaskan ke beberapa dae­rah di tanah air hingga menjabat sebagai Danrem 132/Tadulako di Sulawesi Tengah.

Di rumah duka di Padang Ganting, tampak berjejer puluhan karangan bunga, menurut kakak korban karang bunga yang per­tama tiba berasal dari teman almarhum yaitu Mayor Jenderal Doni Munardo, Pangdam XVI/Patimura di Maluku, lalu dari Kolonel CZI Mulya Jaya, setelah­nya dari Bupati Tanah Datar dan Wakil Bupati Tanah Datar, dari SMP dan SMA tempat sekolah almarhum dan lain-lainnya.

Kolonel Syaiful Anwar peng­gemar sambal jengkol itu adalah anak ke enam dari sepuluh ber­saudara. Mereka bersuadara enam orang laki-laki dan empat pe­rempuan. Pria penggemar olah­raga badminton itu pergi meng­hadap sang khalik dengan meninggalkan seorang istri, Fi­tria­na Syah berasal dari Lampung dan memiliki tiga orang putri yaitu Klaudia mahasiswi ITB Bandung, Bella, kelas 3 SMA dan Armi yang saat ini masih kelas 4 SD

Salah satu kakak almarhum, Afrizal M Nur, dari Jakarta saat dihubungi Haluan menyebutkan bahwa malam kemarin sedang melakukan takziah. “Kami seka­rang sedang bertakziah di Jakarta dan jenazah almarhum masih di RS Polri. Rencananya, Syaiful Anwar akan dimakamkan di Ta­man Ma­kam Pahlawah di Kali­bata. (*)

 

Laporan: FERI MAULANA

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]