Pemko Optimalisasikan Penerimaan Pajak


Rabu, 23 Maret 2016 - 02:55:33 WIB
Pemko Optimalisasikan Penerimaan Pajak

PARIAMAN, HALUAN — Pe­me­rintah Kota Pariaman akan terus mengoptimalisasikan pe­nerimaan pajak dari sektor pajak rumah makan dan res­toran berdasarkan bill. Karena sampai saat ini hanya sebagian restoran dan rumah makan yang melaksanakan aturan ter­sebut.

“Kita akan optimalkan de­ngan cara sosialisasi ke objek pajak,” kata Kepala Dinas DPPKA Kota Pariaman, Idra Sakti kepada Haluan, Jumat (18/3).

Baca Juga : Minimalisir Penggelapan Aset Daerah, Pemkab Pessel Lakukan Inventarisasi Secara Berkala

PAD kita mengadalkan pa­jak dan retribusi dan dari sum­ber pemasukan yang syah, tam­bahnya. Oleh sebab itu potensi yang ada terus di maksimalkan dengan memacu kinerja pe­gawai di lingkunganya.

Indra Sakti yang akrab di sapa Insak, didampingi Kepala bidang Pendapatan Junaidi menjelaskan lebih jauh, bahwa penerimaan PAD dari pajak dan retribusi pada tiwulan pertama ini masih rendah, baru 10,66%. Dan kalau berdasarkan rencana kerja itu sudah 33,3%.

Baca Juga : Pemkab Pesisir Selatan Proaktif Lakukan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Rendahnya pemasukan PAD dari ke dua sumber penda­patan itu tidak dapat disangkal, karena kegiatan di SKPD-SKPD yang ada di Kota Paria­man pelaksanaan APBDnya baru mulai jalan, dan  geliatnya masih tampak lemah,tapi ke­giatanya sudah mengarah ke masyarakat.

SKPD-SKPD  tersebut juga menghasilkan retribusi. Contoh Dishub dengan retribusi par­kirnya. DKP dengan UPTD BBInya.

Baca Juga : Mengenal M. Irfan Monaf dan Rihhadatul Aisya Yube, Pemenang Duta GenRe Solsel 2021

Diakui Junaidi, geliat eko­nomi pada triwulan I itu masih sedikit lesu. Hal itu bisa dise­babkan, dari sisi proyekproyek infrastruktur bisa saja belum jalan sehingga perputaran ke­giatan sedikit melambat. Na­mun dia yakin pada triwulan II nanti, peningkatan PAD melalui pajak dan retribusi meningkat se­bagaimana juga terjadi pada tahun tahun sebelumnya.

Menurut Junaidi, pajak ru­mah makan dan restoran itu besarnya 10%, itupun dike­nakan terhadap konsumen, tidak kepada pemilik rumah makan dan restoran.

Baca Juga : Ratusan Personel Koramil di Pasbar Disuntik Vaksin Covid-19

Biasanya konsumen tidak keberatan, buktinya banyak konsumen ketika disuguhkan pajak, mereka bayar, karena mereka sadar itupun hasilnya untuk peningkatan pembangu­nan daerah, sebab uangnya masuk ke kas daerah.

Seperti juga dijelaskan pe­ngelola usaha kuliner Joyo Makmur di Jalan By Pass Kota Pariaman, Denny Hanavi men­jawab Haluan terkait pajak rumah makan dan restoran yang diterapkan pada kegiatan usaha yang dilakoninya men­jelaskan, tidak ada masalah.

Dia menerapkan pajak ru­mah makan/restoran tersebut sudah dua tahun, sampai se­karang, bahkan pelanggan su­dah menikmati kuliner di Joyo Makmur, disugguhkan bill se­telah membayar belanja ma­kanan,  mereka tersenyum.

“Kita dalam hal ini harus pandai-pandai menjelaskan kepada konsumen yang datang berbelanja tentang pajak rumah makan dan restoran, kalau dia tanya, tapi kalau tidak kita anggap mereka sudah faham tentang pajak tersebut,” kata Denny.

Restoran/rumah makan Jo­yo Mamur dengan tiga menu spesial, Soto Betawi, Bebek Goreng  dan Sop Iga, tersebut juga mendapatkan rewort dari pemerintah, karena sampai saat sekarang masih mendominasi pengumpulan pajak restoran dan rumah makan yang disetorkan ke Pemko Pariaman.

Bahkan ada juga konsumen yang belanja di disini mendapat rework dari pemerintah Kota Pariaman, berdasarkan bill yang diterimanya sebagai bukti pembayaran pajak. (h/tri)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]