Harga Kakao dan Karet di Sawahlunto Mulai Naik


Rabu, 23 Maret 2016 - 03:15:55 WIB
Harga Kakao dan Karet di Sawahlunto Mulai Naik

SAWAHLUNTO, HALUAN — Harga jual komoditas perkebunan kakao dan karet di tingkat pengepul di Kota Sawahlunto mulai membaik. Terjadi kenaikan yang cukup tinggi pada dua komoditi tersebut.

Kakao yang sebelumnya Rp25.000 per kg naik men­jadi Rp28.000 per  kg. Begitu juga dengan harga karet yang naik hingga 33 persen, dari harga semula Rp4.500 per kg, kini menjadi Rp6.000 per kg.

Baca Juga : Neraca Perdagangan Indonesia Januari 2021 Catatkan Surplus 1,96 Miliar Dolar AS

Kenaikan kakao dan karet tidak diikuti oleh harga jual Pinang yang pekan ini menga­lami penurunan. Harga jual pinang yang pekan lalu di kisaran Rp10.000 per kg, menjadi Rp8.000 per kg pada pekan ini, atau turunturun sekitar 20 persen.

Ramaas (55), salah se­orang pengepul komoditas perkebunan di Kampung Te­leng, Sawahlunto menga­ta­kan, naik dan turunnya harga komoditas perkebunan sa­ngat tergantung pada peme­sanan dan kualitas komoditas hasil pertanian dan per­ke­bunan warga itu sendiri. Har­ga  pinang kering, misalnya, sangat tergantung terhadap pemesanan dari importir dari India. Selain itu juga di­tentukan oleh kualitas dari butiran pinang setelah diolah.

Baca Juga : Harga Kebutuhan Pokok di Padang Cenderung Stabil

“Jika kualitas baik, nilai jualnya ikut terpengaruh,” ujarnya.

Meski harga kakao dan karet mulai membaik, kata Ramaas, namun minat jual petani masih biasa. Hal itu berkemungkinan disebabkan oleh faktor cuaca yang kurang bersahabat, misalnya sering hujan. Kalau cuaca sering hujan, hasil penjemuran ku­rang baik atau kurang kering, yang berpengaruh pada harga beli dua komoditas itu.

Baca Juga : Peluang untuk Tenaga Kerja, Dibuka Pendaftaran Kerja ke Jepang untuk Perawat

Menurut Ramaas, ke­nai­kan maupun penurunan harga jual buah pinang ini tidak bisa diprediksi, karena ia dan pengepul lainnya juga ber­gantung kepada pemesan atau­pun permintaan pasar.

Kenaikan harga jual kakao dan karet sangat disyukuri oleh masyarakat setempat semenjak pekan lalu.

Baca Juga : Jadi Ujung Tombak Penyaluran BBM di Sumbar, Ini Modal Utama Elnusa Petrofin

“Kami bersyukur harga kakao dan karet terus naik dan membaik. Dengan begitu, beban kami bisa sedikit ter­bantu,” kata Ponira, petani pinang di daerah Saringan.   

Ia berpendapat, kenai­kan harga ini memicunya dan petani lainnya untuk lebih bersemangat mema­nen hasil kebun, dari yang selama ini ada kecen­dru­ngan sedikit malas me­ma­nen karena ren­dahnya harga jual. (h/mg-rki)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]