Bina Pengusaha Lokal

Pemprov Didukung Pengusaha Padang


Rabu, 23 Maret 2016 - 03:16:52 WIB
Pemprov Didukung Pengusaha Padang

PADANG, HALUAN — Sekitar 500 ribu pedagang yang berada di bawah naungan Persatuan Pedagang Kaki Lima, Ritel, PnD dan Kelontong se-Sumatera Barat (Sumbar), mendukung kebijakan Pemprov Sumbar yang memilih memberdayakan pengusaha lokal.

Persatuan pedagang ini tak hanya mendukung kebi­jakan tersebut, tapi juga ikut memembina usaha kecil me­nengah (UKM). Salah bentuk pembinaan tersebut adalah menyediakan rak khusus yang siap me­nam­pung seluruh pro­duk UKM se-Sumbar di se­jum­lah su­permarket, mini­market dan toko lainnya.

Baca Juga : Diskon PPnBM Menggiurkan, Apakah Ini saatnya Beli Mobil?

“Kami juga selalu me­nyam­paikan kepada UKM agar memperbaiki pro­duk­nya agar bisa bersaing,” terang ketua persatuan ter­sebut, Guspardi Gaus ber­sama pe­ngurus lainnya kepa­da warta­wan di salah satu rumah ma­kan di Pa­dang, Selasa (22/3).

Sejumlah pengurus ter­se­­but di antaranya, Yulius Sulai­man (Dayu Mart), Evi Yandri RJ Budiman (Two Mart), Ira Meuraksa (Rili Swalayan), Sis­ka Olivia (Rai­fan Mart) dan Amril Amin (Aciak Mart) yang mewakili pengurus di Kota Padang.

Baca Juga : Bank Nagari Luncurkan QRIS Puskesmas dan Serahkan CSR Berupa Dua Unit Mobil untuk Pelayanan Kesehatan  di Padang

Menurut Guspardi, sikap pe­merintah yang mem­fo­kus­kan diri pada pembinaan ter­ha­dap pengusaha ritel lokal, dan belum menerima peru­sa­haan ritel dari luar Sum­bar, be­rarti mengang­kat daya sa­ing pe­ngu­saha lokal itu sen­di­ri.

Sikap persatuan ini men­­dukung kebijakan pe­me­rin­tah, terang Gus­­pardi, tidak untuk me­nutup peluang in­ves­­tor ke Sumbar. Per­sa­tuan tersebut siap men­dukung in­vestor yang bertujuan me­ngem­­bangkan eko­no­mi ma­syarakat Sum­bar.

Baca Juga : Asal Diperlakukan Manusiawi, Pedagang Dukung Pembangunan Pasar Induk

“Jika pemerintah tetap menerima peru­sahaan kapi­talis ini, Sumbar belum berun­tung karena yang di­untungkan adalah orang di pusat sana, dan uang juga tidak banyak beredar di Sumbar. Jika ada pengusaha dari daerah kita sendiri, me­ngapa tidak diber­dayakan, kenapa harus yang dari lu­ar,” tutur pemilik Citra Swalayan ini.

Tak hanya itu, lanjut Gus­pardi, perusahaan kapi­talis juga bisa mengurangi omzet pedagang kaki lima dan lama kelamaan bisa membunuh mereka.

Baca Juga : Rupiah Ditutup Menguat Lawan Dolar AS Rabu Sore

Tentang persatuan ini, Guspardi menjelaskan, per­satuan tersebut sudah ada di kabupaten dan kota di Sum­bar dan anggotanya meru­pakan pemilik lokal yang tak melihat perbedaan suku, ras dan agama. Sekitar 200 toko ritel di Kota Padang dihuni oleh orang dari berbagai suku yang tergabung dalam per­satuan ini.

Guspardi berharap, du­ku­­ngan yang diberikan per­sa­tuan ini tak hanya sebagai bentuk agar menjaga per­tum­buhan UKM di Sumbar, tapi juga mewujudkan terja­dinya pemerataan kualitas UKM di Sumbar.

“Hal yang dilakukan oleh Pemprov Sumbar ini juga diapresiasi oleh pro­vinsi lain karena mereka menilai kebi­jakan yang dila­kukan Pem­prov Sumbar ini sebagai salah satu cara meng­hidupkan UKM di tengah masyarakat,” sebut Guspardi.

Evi Yandri Rj Budiman, pimpinan Two Mart PD Hana menambahkan, duku­ngan ini sudah disampaikan ke Wali­kota Padang, Guber­nur Sum­bar, dan beberapa pejabat lainnya dalam bebe­rapa perte­muan. (h/eni)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]