Memudahkan Distribusi Bantuan

Walikota: Bangun Posko Evakuasi


Rabu, 23 Maret 2016 - 03:53:27 WIB
Walikota: Bangun Posko Evakuasi Warga mengevakuasi keluarganya melewati banjir yang merendam kawasan Batipuhpanjang, Kototangah, Padang, Sumatera Barat, Selasa (22/3). Hujan sejak Selasa (22/3) dini hari menyebabkan sungai meluap dan banjir merendam ratusan rumah di kota itu serta memutus akses jalan utama.

PADANG, HALUAN—Hujan deras sejak Senin (21/3) malam membuat sejumlah daerah di Kota Padang terendam banjir. Warga diharapkan untuk menjauhi bibir sungai.

“Kepada seluruh warga diminta menjauhi bibir sungai. Sebab air cukup deras dan dapat membahayakan,” im­bau Walikota Padang, H. Mah­yeldi Dt Marajo saat membantu warganya yang dilanda banjir, Selasa (22/3) pagi.

Baca Juga : Hendri Septa Serahkan SK Pengangkatan bagi 112 P3K di Lingkungan Pemko Padang Formasi 2019

Tim dari Badan Pe­nang­gulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran ( BPBD-PK) beserta SAR dan lainnya terus membantu eva­kuasi korban di lokasi ben­cana.

Walikota juga meng­ins­truksikan camat dan lurah untuk bekerjasama dengan tokoh masyarakat, RT dan RW guna mengamankan war­ga yang terdampak bencana banjir.

Baca Juga : 112 Orang Terima SK Pengangkatan di Lingkungan Pemko Padang, Terbanyak Formasi Guru

Disebutkan Mahyeldi, ca­mat dan lurah agar mem­buatkan posko serta tempat evakuasi bagi warganya. Ini dimaksudkan agar pen­dis­tribusian logistik dan bantuan dapat terkoordinir dengan mudah.

“Camat dan lurah me­rupakan garda terdepan saat terjadi bencana. Kita harap­kan turun untuk memberikan logistik dan saling ber­ko­ordinasi sesuai Standar Ope­rasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan,” katanya.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Jumat 05 Maret 2021

Pantauan di sejumlah lo­kasi banjir, daerah terparah dilanda banjir yakni di Keca­matan Koto Tangah. Bebe­rapa kelurahan, seperti Anak Air dan lainnya merupakan lokasi yang cukup parah.

Walikota Padang juga me­nga­takan, dengan terjadinya bencana banjir ini sejumlah sekolah diliburkan. Sekolah yang dilanyau banjir me­libur­kan anak didiknya. Sedangkan sekolah yang tidak menjadi korban banjir tetap me­laku­kan aktifitas belajar dan me­ngajar seperti biasa.

Baca Juga : Sebanyak 2.500 Pedagang Pasar di Kota Padang Divaksinasi

Aktifitas kantor juga de­mikian. Walikota menyebut bahwa dampak terjadinya banjir, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Padang ikut menjadi korban banjir.

Sementara itu Kepala BP­BD-PK Kota Padang, Dedi Henidal menyebut hingga saat ini belum dapat menaksir kerugian akibat banjir. Dedi menyebut, kini perahu karet sudah disebar ke titik banjir.

“Di Dadok Tunggul Hitam kita tempatkan 16 perahu karet,” ujarnya.

Hingga berita ini ditu­runkan, hujan deras masih terus mengguyur Kota Pa­dang. Warga diharapkan untuk tetap waspada.(h/ows)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]