Pertumbuhan Ekonomi Sawahlunto di Atas Sumbar


Rabu, 23 Maret 2016 - 04:07:33 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Sawahlunto di Atas Sumbar WALIKOTA Sawahlunto Ali Yusuf dan Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Marlis bersama penerima penghargaan penyelenggaran Musrenbang Terbaik. (HUMAS)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Dalam kondisi anggaran pendapatan dan belanja daerah yang sangat terbatas, ternyata Kota Sawahlunto masih tetap bisa berbuat maksimal untuk mas­yara­kat­nya. Hal itu ditunjukkan dengan pertumbuhan eko­nomi Sawahlunto yang berada di atas Provinsi Sumbar.

Pertumbuhan ekonomi kota seluas 275,9 kilometer persegi itu, mampu menembus angka 6,04 persen di tahun 2014, atau berada di atas pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Ba­rat yang masih sebesar 5,85 persen.

Baca Juga : Wagub Sumbar Serahkan Piala kepada Pemenang Dasawisma Berprestasi Tingkat Provinsi

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pembangunan Ekonomi Bappeda Sumbar, Dr. Ir. Reti, M.Tp, dalam Musyawarah Ren­cana Pembangunan (Musren­bang) Kota Sawahlunto, Rencana Kerja tahun 2017, di Gedung Pusat Kebudayaan, Selasa (22/3).

Menurut Reti, sebagai daerah dengan anggaran berjumlah kecil, Pemerintah Sawahlunto bisa bekerja maksimal, dalam mem­bangun perekonomian masyara­katnya yang berjumlah 65 ribu jiwa lebih itu.

Baca Juga : Besok, Gubernur-Wagub Sumbar Divaksin Covid-19

Di hadapan ratusan peserta Musrenbang, Reti juga mengung­kapkan, dari sisi kualitas pelak­sanaan pembangunan dan sum­ber daya manusia, Sawahlunto juga lebih baik dibandingkan kabupaten dan kota yang lain.

Begitu juga dari sisi angka miskin, Sawahlunto malah jauh menyisihkan kabupaten dan kota di Sumbar, bahkan untuk pulau Sumatera. Kota dengan visi men­jadi Kota Wisata Tambang Berbu­daya itu, berada di tingkat ketiga terendah secara nasional, dengan angka kemiskinan 2,25 persen.

Baca Juga : Pembayaran Ganti Rugi Terdampak Jalan Tol Padang-Pekanbaru Ditargetkan Selesai Juni 2021

Angka tersebut turun, diban­dingkan sebelumnya yang masih berada di posisi 2,28 persen. Sawahlunto berada di bawah Tangerang Selatan terendah per­tama dan diikuti Denpasar di posisi kedua.

Begitu pula untuk tingkat pengangguran terbuka. Sawah­lunto memiliki 6,38 persen pe­ngang­guran terbuka. Sedangkan Provinsi Sumbar memiliki angka pengangguran terbuka mencapai 6,5 persen.

Baca Juga : Angka Kemiskinan di Sumbar Naik, DPRD Sarankan Begini

Begitu juga dengan angka harapan hidup, Sawahlunto sebe­sar 69,17 tahun, yang juga terbi­lang lebih baik dari Provinsi Sumbar yang masih sebesar 68,32 tahun. Padahal, APBD Sawah­lunto terkecil kedua untuk ting­kat Sumbar.

Keberhasilan Sawahlunto dalam membangun pertum­bu­han ekonomi dan meningkatkan pembangunan kota, mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Marlis, yang membidangi Pembangunan In­fra­sruktur.

Wakil rakyat tingkat Sumbar dua periode yang pernah mene­tap dan bersekolah di Sawah­lunto itu, begitu bersemangat untuk memperjuangkan pemba­ngunan Kota Sawahlunto, mela­lui anggaran provinsi.

“Banyak anggaran yang bisa diperjuangkan untuk Kota Sa­wah­lunto, dalam APBD Sumbar. Kita siap untuk memperjuangkan dalam APBD Sumbar ke depan,” ujar Marlis.

Marlis juga siap mendorong pembangunan jalan Sawahlunto menuju Tanjung Ampalu, revi­talisasi aliran sungai Batang Lunto­ yang membelah kota Sa­wah­lunto. Serta pembangunan embung.

“Silahkan untuk dicari kawa­s­an yang layak untuk dijadikan kawasan pembangunan embung, yang bisa mendukung peme­nuhan kebutuhan air bagi masya­ra­kat Sawahlunto. Insya Allah, saya akan perjuangkan,” pung­kasnya.

Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf ketika membuka Mus­renbang Kota Sawahlunto meya­kini, perkiraan target pertum­buhan ekonomi Kota Sawah­lunto akan terus naik menjadi 6,29 persen di tahun 2015.

Saat ini, ujar Ali Yusuf, de­ngan APBD sebesar Rp709 mi­liar lebih, Sawahlunto masih bisa menyisihkan 53 persen anggaran tersebut untuk belanja langsung. Atau lebih besar dibandingkan dengan belanja pegawai atau belanja tidak langsung.

Dikemukakan Ali Yusuf, tu­juh tahun terakhir kecendrungan angka penduduk miskin cen­drung menurun. Angka pen­duduk miskin Sawahlunto 2014 turun menjadi 2,25 persen, dari 2,28 persen di 2013. Secara nasional juga mempengaruhi persentase penduduk miskin Kota Sawahlunto.

Di sektor Pariwisata, Peme­rin­tah Kota Sawahlunto mentar­getkan kunjungan wisatawan ke daerah itu di tahun 2016 men­capai 1 juta pelancong. Hal ini sejalan pula dengan rampung perbaikan kereta uap Mak Itam yang menjadi brand pariwisata.

Meski lokomotif uap seri E 1060 buatan Jerman itu berhenti beroperasi sejak tahun 2012, dalam melayani perjalanan wisa­ta, yang harus menjalani per­baikan, namun tidak mengurangi kunjungan wisatawan ke Sawah­lunto.

Mantan Ketua KUD Talawi mengungkapkan, kunjungan wisa­tawan di Kota Sawahlunto selama ‘Mak Itam’ tidak beroperasi, tidak pernah berkurang. Namun, lanjut Ali Yusuf,  tidak mencapai target  kunjungan di tahun 2015 memang terjadi.

Pemerintah Kota Sawah­lun­to, sebutnya ditargetkan Kemen­terian Pariwisata 800 ribu kunju­ngan wisatawan di 2015. Namun yang tercapai pada kisaran 778 ribu wisatawan.

“Tak berkurangnya kunjungan wisatawan ke Sawahlun­to, di­siasati dengan iven pariwisata lain sehingga ada momentum bagi wisatawan untuk berkunjung ke Sawahlunto,” ujar Ali Yusuf.

Iven tersebut mulai dari Sa­wah­lunto International Songket Carnaval (SISCa) tahun 2015, hingga Sawahlunto International Music Festival (SIMFes).

Kedua iven akan dilanjutkan pagelarannya di tahun 2016 dalam upaya meningkatkan kun­jungan wisatawan ke daerah ini. Seiring pula Sawahlunto menjadi desti­nasi pariwisata Sumatera Barat.

“Kita sangat optimis target kunjungan satu juta wisatawan bisa dicapai di tahun 2016. Selain menggelar iven pariwisata, ‘Mak Itam’ sebagai brand pariwisata Sawahlunto tentunya sangat men­dorong,” ujarnya.

Di sela pelaksanaan Musren­bang, Pemerintah Sawahlunto menyerahkan penghargaan kepa­da desa, kelurahan dan keca­matan sebagai penyelenggara Musrenbang Terbaik.(h/dil)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]