Gubernur Diberi Gelar Adat


Kamis, 24 Maret 2016 - 03:41:29 WIB
Gubernur Diberi Gelar Adat Saat prosesi penganugerahan gelar untuk Gubernur Irwan Prayitno. (EMRIZAL)

BATUSANGKAR, HALUAN Gubernur Sumbar H. Ir­wan Prayitno Dt Rajo Ba­n­daro Basa, resmi dianugerahi gelar kebangsawanan Tuanku Paduko Marajo Basa dari Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyung Sutan M Taufiq Taib, Minggu (20/3).

Acara penganugerahan berlangsung di Istano Silin­duang Bulan Pagaruyung. Bersama Gubernur juga dia­nugerahkan gelar bangsawan kepada Ny. Nevi Irwan Pra­yitno dengan gelar Puan Puti Intan Baiduri.

Baca Juga : Bank Nagari Cabang Painan Dorong Percepatan Pembangunan Bidang Pariwisata Melalui Aplikasi E-Retribusi

Sebelumnya rombongan dijamu di rumah dinas Bupati komplek  Indo Jolito Batusan­gkar  dan disambut langsung Sekretaris Daerah Hardiman, Asisten, Pimpinan SKPD ser­ta sejumlah tokoh masyarakat Luhak nan Tuo.

Dalam surat titah Rajo Alam Minangkabau Paga­ruyung disebutkan, penghar­gaan ini dilakukan, karena keduanyo berperan dalam mengembangkan adat dan budaya Minangkabau selama ini.

Baca Juga : Masyarakat Padang Sago Harapkan Perbaikan Kantor Camat Pada Leonardy Harmainy

Di samping itu, pasangan pucuk pimpinan Sumatera Barat ini  dinilai pantas atas pengabdiannya dalam men­sejahterakan warga dan me­negakkan panji-panji adat di wilayah Minangkabau ini.

Dalam sambutannya Ir­wan Prayitno mengucapkan terima kasih kepada pewaris Daulat yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyuang beserta seluruh sapiah balahan, ku­duang karatan serta karib kerabat yang ada di Luhak nan Tuo.

Baca Juga : Pemkab Pesisir Selatan Sediakan Kotak Saran Tampung Pengaduan Masyarakat

Kami berkeyakinan, kita yang hadir hari ini akan sepen­dapat untuk selalu menjaga, melindungi, memelihara dan mengembangkan nilai adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat kita, terutama etika, moral dan tata kelakuan yang merupakan inti dari kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat dan lembaga adat, ungkap Irwan.

Dalam rangka meme­liha­ra dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat serta hak-hak tradisionalnya yang hidup dan sesuai dengan per­kembangan masyarakat Mi­nangkabau, maka pada Draft RPJMD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016-2021 telah diletakkan Misi 1 yaitu “Me­ningkatkan tata kehidupan yang harmonis, agamais, bera­dat dan berbudaya berda­sarkan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi  Kita­bullah.”

Baca Juga : Mantap! PNS di Agam Tanam Tomat Impor dengan Sistem Hidroponik

Di samping itu, sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga telah mengupayakan pelestarian adat dan budaya daerah serta menjamin kepastian hukum terhadap upaya pelestarian nilai budaya daerah, oleh karena itu pemerintah daerah bersama DPRD telah me­lahirkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat No­mor 6 Tahun 2014 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Mi­nangkabau.

Irwan Prayitno yang dita­nya wartawan mengaku ter­haru dianugerahi gelar Sang­sako Tuanku Paduko Ma­haraja Basa. Alasannya, selain mempererat hubungan sila­turrahim dengan keluarga besar SM. Thaufiq Taib, pem­berian gelar itu juga akan memotivasi semangatnya da­lam melestarikan adat Mi­nang­kabau di Sumatera Barat.

“Upaya ke arah itu sudah dilakukan dengan menggelar rapat koordinasi dengan Pe­mangku Adat di Sumbar  be­berapa waktu lalu. Kemung­kinan juga nanti akan me­masukkan program peles­tarian adat di bangku sekolah, seperti mata pelajaran Budaya Alam minangkabau (BAM),” kata Irwan didampingi is­terinya.

Selain Irwan Prayitno dan isteri, ada  sembilan orang lainnya yang diberi gelar se­rupa, salah satunya kepada Ihsan Fajri, Ketua DPRD Bengkulu mendapat gelar Tuanku Besar Tumenggung Diraja. Mereka yang diberi gelar dinilai telah berjasa besar bagi masyarakat Su­matera Barat. (h/emz)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]