Banjir, PR Berat Wako Padang


Kamis, 24 Maret 2016 - 04:04:04 WIB
Banjir, PR Berat Wako Padang

Kota Padang sudah identik dengan banjir. Setiap kali hujan lebat dalam jangka waktu lama, beberapa lokasi di kota ini terendam banjir. Banjir yang terjadi Selasa (23/3) lalu, merupakan banjir yang terparah sejak 20 tahun lalu.

Seperti dikemukakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Zulfiatno, banjir di Kota Padang kemarin ini terjadi karena karena peru­bahan pola lingkungan. Semenjak gempa 2007 dan 2009 lalu, ada kecenderungan perpindahan tata kota dari pinggir pantai atau pusat kota ke daerah yang lebih tinggi di kawasan Koto Tangah, Nanggalo dan bypass Kota Padang.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Kawasan yang selama ini menjadi da­erah resapan air telah dibangun perumahan. Kondisi banjir kemarin diperparah dengan pada saat yang bersamaan naiknya pasang air laut. Air hujan yang turun dari hulu bertemu dengan air laut yang pasang. Sementara sungai yang ada tidak mampu menampung curah hujan yang tinggi.

Bukti banjir ini disebabkan oleh berku­rangnya wilayah resapan air di kasawan yang lebih tinggi terlihat jelas. Di Kompleks Monang Indah Lubuk Buaya, hingga pukul 03.30 hari Selasa, drainase yang ada masih mampu menampung air hujan. Namun setengah jam kemudian tiba-tiba saja air membesar dan menembus rumah warga. Air besar ini diduga “kiriman” dari kawa­san yang lebih tinggi.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Sejak kompleks perumahan itu dibangun tahun 1994, baru kali ini terjadi banjir. Biasanya, berapa pun lebatnya hujan, air paling tak sampai menggenangi jalan.

Banjir ini telah membuat banyak pen­duduk Kota Padang yang menderita dan mendatangkan kerugian besar. Harta benda mereka rusak terkena dampak banjir.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Lebih beratnya lagi, banjir ini juga mempengaruhi psikologis masyarakat. Mereka tentunya akan dihantui ketakutan bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan lama.

Langkah-langkah pengendalian banjir sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang seperti memperbaiki drainase. Namun perkembangan kota yang demikian pesat itu saja belum cukup. Sungai-sungai yang ada perlu dilakukan normalisasi seperti Batang Maransi dan Banda Luruih.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Sayang, untuk normalisasi Batang Maransi Pemko Padang masih terkendala belum tuntasnya masalah pembebasan lahan. Tak heran setiap kali hujan lebat wilayah sekitar kantor Walikota Padang di Aia Pacah, kawasan itu tergenang air. Drainase yang dibangun tak mampu me­nam­pung air hujan.

Kita yakin, Pemko Padang sudah tahu apa yang harus mereka perbuat untuk mengatasi atau pengendalian banjir ini. Memang tidak semudah membalikkan telapan tangan. Partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan.

Beberapa pekerjaan rumah (PR) Wali­kota Padang Mahyeldi Ansharullah dengan pasangannya Emzalmi sudah mampu dilak­sanakan dengan baik seperti penataan Pantai Padang, program betonisasi dan penataan Pasar Raya yang secara bertahap mulai menampakkan kemajuan.

Selanjutnya masyarakat berharap pimpi­nan Kota Padang memberikan perhatian besar terhadap upaya pengendalian banjir yang dibuktikan dengan program yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang tahun-tahun berikutnya. ***

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]