KSU Harapan Bersama

Motor Penggerak Ekonomi Petani Jagung di Pasbar


Kamis, 24 Maret 2016 - 04:06:53 WIB
Motor Penggerak Ekonomi Petani Jagung di Pasbar Pengurus Koperasi Serba Usaha Harapan Bersama beroto bersama di depan kantor koperasi tersebut, Jl. Simpang Tiga Bedeng Sungai Talang, Nagari Koto Baru Luhak Nan Duo, Selasa (15/3). Di Pasaman Barat, koperasi ini telah mampu menjadi motor penggerak ekonomi petani jagung. (RUSDI BAIS)

PASAMAN BARAT, HALUAN — Koperasi Serba Usaha (KSU) Harapan Bersama, satu-satunya koperasi di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), telah mampu menjadi motor penggerak ekonomi petani jagung dan sangat peduli terhadap peningkatan pendidikan masyarakat, terutama anak-anak anggota.

Petani yang punya lahan, tetapi tak ada modal, dibiayai oleh koperasi tersebut, mulai pengadaan bibit, pupuk hing­ga obat-obatan. Setelah pa­nen, jagung dibeli oleh ko­perasi dengan harga pasar, barulah petani mencicil pin­jamannya. Dampaknya, pro­duksi jagung meningkat dan otomatis pendapatan petani yang juga anggota koperasi ikut melambung. Rentenir pun tersingkir karenanya.

Baca Juga : Tips Sederhana Atur Keuangan Agar Bisa Pangkas Utang

Jadi, kehadiran koperasi selain mengangkat pere­ko­no­mian dan pendidikan masya­ra­kat, juga ikut membangun rasa optimistis para petani menghadapi masa depan lebih cerah.

“Sebelumnya, sebagian besar perekonomian petani sangat payah lantaran terpe­rangkap dalam jeratan ren­tenir. Sejak koperasi ini di­ben­tuk pada 1999 dan berba­dan hukum pada 2005, prak­tik rentenir mulai berkurang dan akhirnya lenyap,” ujar Ketua KSU Harapan Bersa­ma, Bachtiar di kantornya, Jl. Sim­pang Tiga Bedeng Sungai Ta­lang, Nagari Koto Baru Lu­hak Nan Duo, Selasa (15/3).

Baca Juga : Hati-hati Pengguna Snack Video! OJK Sebut Ilegal

Perang terhadap praktik rentenir itu, kata Bachtiar, merupakan tekad pengurus dan anggota koperasi. Maka­nya, usaha yang dijalankan koperasi disesuaikan dengan kebutuhan anggota, yaitu usaha simpan pinjam. Awal dibentuk pada 1999, sim­panan pokok hanya Rp25.­000, dan simpanan wajib Rp5.000. per bulan, dengan anggota sebanyak 23 orang. Dengan modal Rp675.000 itulah koperasi digerakkan. Besar pinjaman diberikan kepada anggota hanya Rp­100.­000 hingga Rp200.000. Rata-rata dana tersebut digu­nakan anggota untuk mem­beli sarana produksi  industri (saprodi) yang dibeli di kios-kios di seputar Nagari Koto Baru Luhak Nan Duo.

Dengan semangat keber­samaan, secara bertahap ke­gia­tan koperasi terus maju. Usaha terus berkembang, selain unit usaha simpan pinjam, juga sudah jalan unit perdagangan (jual-beli ja­gung), unit Waserda penjua­lan barang saprodi, unit transportasi, perbengkelan dan jasa rekening listrik. Pada akhir Desember 2015, modal koperasi itu mencapai Rp1,4 miliar, volume usaha Rp20 miliar lebih, nilai aset men­capai Rp3,6 miliar, SHU tahun 2015 mencapai Rp95,9 juta. Anggota pun  telah men­ca­pai 217 orang dan 15 orang karyawan.

Baca Juga : BIB Tuah Sakato Hasilkan Pemasukan 400 Juta Pertahun

Bachtiar menjelaskan, luas lahan yang digarap ang­gota berkisar 250 ha, rata-rata lahan garapan ang­go­ta berkisar 0,5 hingga satu ha.

Selama tahun buku 2015, total pinjaman yang dikucur­kan sebesar Rp1,57 miliar, sementara pembelian jagung melalui unit usaha per­daga­ngan senilai Rp3,94 miliar, nilai penjualan Rp4,6 miliar lebih, biaya operasional Rp­849 juta, dan laba diperoleh Rp30 juta lebih.

Baca Juga : Kembangkan Usaha, UMKM Sumbar Didorong Manfaatkan KUR

Adapun  nilai penjualan Sa­prodi melalui Waserda ter­ca­­tat Rp3,15 miliar, nilai pem­belian Rp3 miliar lebih, bia­ya operasional Rp272 juta, dan laba sebesar Rp17,9 juta. Se­­­dangkan dari unit trans­por­tasi yang mengerahkan dua unit armada didapat ke­untu­ngan Rp132 juta lebih, jasa per­bengkelan Rp18,8 juta, dan ja­sa rekening listrik Rp­8,15 juta.

Menariknya, koperasi ini sangat peduli dengan pendi­dikan masyarakat terutama anak-anak anggota. Setiap tahun, anak-anak berprestasi mulai tingkat SD hingga SL­TA diberikan beasiswa, juara I, II dan III masing-masing Rp450.000, Rp350.000, dan Rp250.000, disertai dengan perlengkapan alat tulis seko­lah dan tas untuk kebutuhan satu tahun. Bagi yang tidak juara, semua anak anggota diberikan tiga buku tulis per orang.

“Rata-rata anak-anak ang­gota masih di tingkat SLTA. Kalau sudah tamat SLTA, lalu orangtuanya tidak mampu membiayai uang kuliah anak­nya, koperasi akan mem­be­rikan beasiswa ke perguruan tinggi. Harapan kami anak-anak petani jagung bisa men­jadi sarjana,” imbuhnya. (h/rb)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]