Limapuluh Kota Miliki Potensi SDA Melimpah

Pertanian dan Peternakan Jadi Andalan


Kamis, 24 Maret 2016 - 04:15:53 WIB

LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Wilayah Kabupaten Limapuluh Kota dikenal memiliki Sumber Daya Alam (SDA), peternakan dan pertanian mulai dari zaman Belanda. Potensi tersebut menjurus untuk mengembangkan ekonomi.

Diantaranya terdapat Balai Pembibitan Ternak Unggul-Hijauan Pakan Ter­nak (BPTU-HPT) Padang Mengateh, Kecamatan Lu­ak. Lokasi itu merupakan Newzeland-nya Indonesia.

Karena alamnya sangat indah berada di pinggang Gunung Sago, sudah banyak diminati wisatan untuk da­tang berkunjung. Pe­ngun­jung Padang Mangateh dari berbagai unsur sejumlah kabupaten/kota di In­do­nesia, baik yang berkaitan dengan pengelolaan peter­nakan sapi potong unggul, maupun melihat potensi alamnya yang menawan, dilatar belakangi per­bu­kitan. Bulan lalu sejumlah perwira tinggi pensiunan TNI juga berkunjung ke kawasan tersebut.

 “BPTU peternakan sapi unggul terbesar di Asia Tengara, sudah dikunjunggi oleh mantan Presiden RI Soharto, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan ter­akhir Presiden RI Joko Wi­dodo (Jokowi) dan dam­paknya sangat luas bagi perkem­bangan wisata di kabupaten ini,” ungkap Bu­pati Irfendi Arbi saat men­jamu anggota DPR RI, H.­Refrizal di Rumah Dinas Labuah Silang, Selasa ma­lam (22/3).

Dikatakan, kedatangan presiden RI  Joko Widodo di BPTUHPT Padang Me­ngateh dalam rangka kun­jungan kerja itu,  bertujuan untuk melihat secara lang­sung dilapangan setelah adanya informasi yang be­liau terima tentang adanya peternakan sapi pembibitan yang pernah menjadi pusat peternakan terbesar se-Asia tenggara tersebut.

Berdasarkan sejarah BP­TU Padang Mengateh telah eksis di Sumatera Barat sejak tahun 1916 atau se­kitar 99 tahun yang lalu. Balai ini adalah station peternakan yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda dengan ternak ku­da. Tahun 1935 didatangkan sapi Zebu dari India dan berkembang dengan baik kemudian pada tahun 1945-1949.

Kegiatan peternakan sempat terhenti karena ter­jadinya pergolakan. Pada tahun 1950 dibangun kem­bali oleh wakil presiden DR.HM.Hatta dan dija­dikan kembali stasion peter­nakan pemerintah dan di­beri nama dengan nama In­duk Taman Ternak (ITT) Padang Mengatas.

Pada masa 1955 – 1957 inilah Balai ini mempunyai peran besar tidak hanya di Indonesia namun juga di kawasan Asia Tenggara, sehingga pada saat itu ITT Padang Mengatas meru­pakan stasion Peternakan yang terbesar di Asia Teng­gara  dan  Ternak  yang dipelihara adalah Kuda, sapi, kambing dan Ayam. Beberapa tahun kemudian ganti nama dengan BPTU-SP dan kemudian menjadi BPTU-HPT.

Tak hanya itu, lanjut Irfendi, di Kecamatan Lareh Sago Halaban, juga memilki potensi Mar-Mer yang sa­ngat bagus sekali. Kawasan itu juga punya sektor per­ikanan disamping Mungo dan Andaleh di kecamatan Luak. “Selain itu juga ada peternakan ayam ras petelur di Kecamatan Mungka. Po­tensi yang juga terus dikem­bangkan sampai saat ini meliputi Jeruk Siam Gu­nung Omeh (JESIGO) di Kecamatan Gunuang Omeh,” ulas Irfendi Arbi.

Anggota DPR RI Ref­rizal mengatakan, kerena besarnya potensa peter­nakan di Padang Mangateh, sehingga Belanda tahu po­tensi besar tersebut dan membikin jalur Kereta Api Payakumbuh - Suliki dan lapangan terbang di Nagari Gando Piobang. (h/zkf/hel)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]