Darurat Narkoba

7000 Guru Pessel Tes Urine


Kamis, 24 Maret 2016 - 04:20:18 WIB

PAINAN,HALUAN — Pessel darurat penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Terkait tertangkapnya salah seorang oknum guru pengguna narkoba salah satu sekolah Batangkapas oleh polisi di Padang, Pemkab Pesisir Selatan lakukan tes urin bagi 7000 tenaga pendidik.

Bupati Pessel H. Hendrajoni ber­janji akan pecat guru yang terbukti menyalahgunakan ataupun pen­jual narkoba ilegal. Me­nurut H.Hendrajoni Ra­bu (23/3) saat silaturrahmi de­ngan jajaran Diknas dan Ke­menag Pessel, pelak­sanaan tes urin tersebut saat ini da­lam proses persiapan. Pem­kab Pessel saat ini sedang mempersiapkan kebutuhan untuk tes tersebut misalnya per­alatan dan tenaga pe­me­riksa.”Tenaga pemeriksa urin tentu ada kewenangannya pada Dinas Kesehatan dan badan khusus yang di tunjuk untuk itu. Kami menunggu siapnya tenaga pemeriksa,’ katanya.

Disebutkannya, per­soa­lan narkoba di Pesisir Se­latan khususnya dan In­do­nesia umumnya saat ini sudah luar biasa. Seluruh lapisan masyarakat menjadi sasaran jaringan pengedar narkoba dari berbagai jenis. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa, PNS, Polisi hingga para pendidik. Un­tuk itu, pemerintah perlu melakukan antisipasi agar hal ini dapat ditekan di lingkungan ASN atau Pe­gawai Negeri Sipil.

Dia mencontohkan apa yang telah terjadi terhadap salah seorang guru salah satu sekolah di Batang Kapas yang tertangkap aparat ke­polisian di Padang. Ini mem­buktikan, peredaran nar­koba tidak hanya di ma­syarakat umum, tapi sudah masuk ke lingkungan pen­didik, maka perlu dilakukan langkah antisipasi. “Salah satu upaya menekan me­rebaknya penyalahgunaan narkoba adalah dengan mela­kukan tes urin. Tahap per­tama dilakukan pada tenaga pengajar atau seluruh in­dividu di jajaran Dinas Pen­didikan Pessel. Kami usa­hakan tes urin itu dilakukan sesegera mungkin,” katanya.

Menurut Hendrajoni, jika dari pemeriksaan urin dan pengembangan selan­jut­nya terbukti ada tenaga pendidik yang terlibat dia akan menindak tegas.”Jenis tindakan nanti disesuaikan dengan tingkat kesala­han­nya. Bila bisa direhabilitasi akan dilakukan rehabilitasi. Dan yang terpenting pe­me­rintah akan pecat tenaga pen­didik yang terbukti me­nyalah gunakan narkoba,” kata Hendrajoni.

Selanjutnya Plt Kepala Dinas Pendidikan Pessel Zul­klifi mengatakan, jum­lah tenaga di Dinas Pen­didikan Pessel sekitar 7000 orang, baik tenaga struk­tural mau­pun guru. Jumlah yang ter­banyak adalah guru baik status ASN maupun honorer.

Zulkifli menyebutkan, dinas yang dipimpinnya me­nyambut baik rencana tes urin tersebut, karena ini meru­pakan langkah tepat untuk antisipasi penyalahan peng­gunaan narkoba. Kami segera siapkan data jumlah guru dan tenaga di Dinas Pendidikan,” katanya. (h/har)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]