14.128 Rumah Terendam

Kecamatan Koto Tangah Paling Parah


Kamis, 24 Maret 2016 - 04:24:48 WIB

PADANG, HALUAN — Dari sebelas kecamatan yang ada di Kota Padang, tiga kecamatan diantaranya merupakan daerah terparah terkena banjir, Selasa (22/3) kemarin.

Tiga kecamatan itu yak­ni Koto Tangah, Nanggalo dan Kuranji.Hal ini ter­ungkap pada saat rapat eva­luasi pas­cabanjir antara Pemko de­ngan SKPD, Sela­sa (23/3) malam di kedia­man Walikota Padang.

Malam itu, seluruh ca­mat se-Kota Padang mela­porkan kondisi terkini di daerahnya kepada Walikota Padang Mah­yeldi dan  Wakil Walikota Padang Emzalmi.

Camat Koto Tangah, Ad­lin mengatakan 80 persen wilayah di Koto Tangah diren­dam banjir. “Dari 13 ke­lura­han yang ada, hanya Kelu­rahan Pulai yang tidak ber­dampak,” katanya .

Diakui Adlin, terdapat banyak kendala pascabanjir kemarin. Seperti lurah yang seharusnya berada pada saat bencana justru menjadi kor­ban banjir.

Dari enam kelurahan di Koto Tangah, sebanyak 14.­128 KK terendam banjir. Kondisi paling parah dian­taranya yak­ni Lubuk Buaya, Padang Sa­rai, Batipuh Pan­jang dan lainnya.

Sementara di Batang Ka­bung Ganting terdapat enam rumah yang roboh akibat derasnya banjir yang datang.

“Saat ini kita buka dapur umum di Kantor Camat. Pa­ling kita apresiasi yakni ke­ber­adaan dapur umum di Bati­puh Panjang. Dapur umum ada di setiap RW,” ungkapnya.

Camat Kuranji, Rach­ma­denny Dewi Putri menye­but sebanyak 300 jiwa terke­na dampak banjir di dae­rahnya. Berasal dari Kelu­rahan Kuranji, Gunung Sa­rik, serta Sungai Sapih.

“Dari laporan terakhir, tidak ada warga yang tidak makan,” katanya.

Rachmadenny menja­bar­kan, cukup banyak keru­sakan dan kerugian akibat banjir tersebut. Seperti di Kelurahan Kuranji, badan jalan di Guo amblas. Ditak­sir kerugian 200 juta.

Selain itu, banjir juga me­ru­sakkan saluran PDAM dari Guo ke rumah-rumah warga. Pipa PDAM tertimpa badan jalan yang amblas sehingga air tak mengalir ke Kuranji.

“Abrasi juga terjadi di tebing Sungai Guo, termasuk padi gagal panen seluas 1,5 hektar di Kuranji,” ungkap camat ini.

Di kelurahan Gunung Sa­rik juga terjadi longsor yang menimpa rumah warga di Lolo. Akibat longsor, dinding rumah rusak parah. Bantuan langsung mengalir bagi ke­luarga yang tertimpa longsor.

Pohon pelindung di Lapau Manggis juga ikut tumbang akibat banjir kemarin. Pu­luhan rumah warga di Aia Paku, Sungai Sapih juga teren­dam banjir.

Posko juga sudah disia­gakan di tiga kelurahan terse­but. Di Kecamatan Nanggalo, dari enam kelurahan, hanya lima kelurahan yang ter­dam­pak banjir.

Tiga diantaranya cukup parah terkena banjir. “Keti­ganya yakni Kurao Pagang, Kampuang Lapai, dan Ta­biang Banda Gadang,” kata Camat Teddy Antonius.

Teddy melaporkan, seba­nyak 1.360 rumah teren­dam banjir dengan jumlah jiwa sebanyak 5.684 jiwa. Bantuan juga me­ngalir saat terjadinya banjir. Warga lan­tas dibekali logistik.

“Sebanyak 1.615 nasi bung­­kus kita siapkan untuk warga,” katanya.

Diakui Teddy, saat ini di Kelurahan Kurao Pagang juga terdapat warga Dadok Tung­gul Hitam yang eksodus aki­bat banjir. Mereka berada di Kantor Lurah Kurao Pagang.

Sementara, di Kecamatan Padang Utara, Camat Edi­tiawarman melaporkan bahwa dari tujuh kelurahan di ke­camatan tersebut terdapat 39 titik pantau.

Dari situ, total 690 rumah terendam banjir, utamanya di kelurahan Lolong Belanti. Kedalaman air mencapai 50 sentimeter.

“Untuk evakuasi, kita hanya melakukan satu evaku­asi yakni di RT 3, Pateng­gangan, dimana saat ini ibu-ibu dievakuasi di salah satu musala di daerah tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan Editiawarman, diperkirakan sekitar 4.000 jiwa menjadi korban banjir. Dika­takannya, pada saat ban­jir itu satu unit alat berat hanyut di belakang Air Tawar Timur.

Camat Bungus Teluk Ka­bung, Imral Fauzi menga­takan sesuai laporan, secara umum Bungus Teluk Kabung tidak separah di kecamatan lain.

Namun begitu, jembatan pohon kelapa yang dikerjakan melalui kerja bakti TNI di­han­­tam banjir, termasuk alat berat yang berada di atasnya.

Di Kecamatan Pauh tidak terjadi banjir. Camat Pauh, Wardas Tanjung menyebut debit sungai Limau Manis dan Batang Kuranji terlihat begitu besar dari biasanya.

Longsor sempat terjadi di tiga titik. Dua titik di Sungaki, Lambung Bukit, serta di Koto Tuo, Kapalo Koto. “Akan tetapi tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.

Di Padang Timur, Camat Ances Kurniawan menga­takan bahwa banjir tidak terja­di di daerahnya. Genangan air hanya terjadi di beberapa titik di 10 kelurahan.

Namun ada berita duka, seorang balita hanyut masuk got. Tetapi bukan karena banjir. Hingga kini jasadnya belum ditemukan,” sebutnya.

Sementara itu, di keca­matan lain seperti Lubuk Kilangan, Padang Selatan, Padang Barat, dan Lubuk Bagaluang nihil korban dan kerugian akibat banjir.

“Hanya saja, dampak aki­bat banjir ini yakni terjadinya pe­num­pukan sampah di pantai, mu­lai dari Muaro Lasak hingga ke depan LP Muaro,” kata Ca­mat Padang Barat, Arfian.(h/ows)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]