Saat Banjir, Pengusaha Rental Mobil Gantung Diri


Kamis, 24 Maret 2016 - 04:31:02 WIB

PADANG, HALUAN — Di­duga stres, seorang pria paruh baya bernama Tasrif warga Anak Air Dalam RT 13 RW 17 Kelurahan Batipuh Panjang Kecamatan Koto Tangah di­temu­kan tewas dengan cara gantung diri pada Rabu (23/3) sekira pukul 08.00 WIB.

Peristiwa ini tentu tidak disangka-sangka oleh semua orang, karena kawasan tersebut merupakan salah satu daerah yang menjadi dampak banjir terparah sejak hujan melanda Kota Padang pada Senin (21/3) lalu. Belakangan diketahui, pria yang berprofesi sebagai pengusaha rental mobil ter­sebut nekat mengakhiri hidup­nya karena rumahnya di­ma­suki lumpur dampak dari banjir.

Penemuan jenazah ini be­ra­wal dari anak bungsu korban, Lazura (6) melihat sang ayah sudah tewas dengan leher ter­jerat kawat sepanjang dua me­ter. Ia yang kaget kemudian berteriak sekencang-ken­cang­nya memanggil sang kakak, Suci (20) yang kebetulan se­dang berada di luar rumah membersihkan pekarangan sisa hujan pada malam tersebut.

Tak lama kemudian, kabar Tasrif gantung diri kemudian sampai ke telinga warga hingga akhirnya rumah korban di­penuhi oleh warga setempat yang ingin memberikan per­tolongan. Sang anak Suci, hanya bisa terisak-isak me­nangisi kepergian bapak.

“Selama ini kami di­beri­kan cobaan, Bapak tidak per­nah mengeluh dan mem­per­li­hatkan raut wajah kesedihan. Kami berharap bapak tenang di alam sana. Dan kami tidak menduga bapak pergi dengan cara seperti ini. Sebelumnya bapak lebih sering terdiam dan suka ber­menung,” ungkap Suci.

Nasrul (48) Ketua RT se­tem­pat juga sama kaget­nya dengan keluarga kor­ban. Dia mengaku bahwa ia men­dapat­k­an laporan dari Suci bah­wa bapaknya tewas. “ Kami kaget dan tidak menyangka akan ada ke­jadian seperti ini. Karena hampir semua warga sibuk membersihkan rumah aki­bat banjir dan dimasuki lumpur,” tuturnya.

Sementara itu, Kapol­sekta Koto Tangah, Kompol Jon Hendri  menga­takan, pihaknya membawa jena­zah korban ke RS Bhayang­kara Polda Sumbar untuk diautop­si, namun pihak keluarga menolak, mereka meminta dilakukan visum luar saja.

“Keluarga korban min­ta visum luar dengan surat pernyataan dan kita datang­kan pihak Puskesmas Koto Tangah,” tuturnya. 

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban nekat mengakhiri hidupnya lanta­ran stres dengan cobaan hi­dup yang bertubi-tubi di­terima­­nya. Dari in­for­masi yang berhasil dihim­pun, per­tama korban usai menjadi korban perampo­kan dengan kerugian puluh­an juta, sete­lah itu rumah­nya pun dim­asuki lumpur dan air saat banjir. 

“Kita tidak bisa me­masti­­kan bahwa kedua itu faktor penyebab korban nekat gan­tung diri, itu ha­nya dugaan sementara,” pungkas mantan Kapolsekta Padang Timur ini. (h/mg-adl/mg-ffn)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]