Bupati Solok Serahkan Bantuan pada Korban Longsor


Kamis, 24 Maret 2016 - 04:38:03 WIB
Bupati Solok Serahkan Bantuan pada Korban Longsor BUPATI Solok H. Gusmal SE,MM didampingi kepala BPBD Kab. Solok H. Abdul Manan, SH,MM dan Wali Nagari Koto Baru Afrizal Khaidir menyerahkan bantuan kepada Hendri warga Guguak Rantau Jorong Simpang Sawah Baliak Nagari Koto Baru. (YUTIS WANDI )

AROS­U­KA, HA­LU­AN —Kabupaten So­lok meru­pakan daerah yang memiliki beragam po­ten­si alam, na­mun kondisi topografi dae­rah yang yang banyak me­miliki lembah, bukit dan gunung, membuat daerah ini juga sangat akrab dengan berbagai bencana seperti tanah longsor dan banjir. Bencana yang datang itu, seringkali me­renggut mim­pi-mimpi indah masyarakat, karena tak sedikit pula kerugian yang diderita, mu­lai dari lahan pertanian yang han­cur, rumah yang porak po­randa, harta benda yang hanyut, bahkan hingga merenggut korban jiwa.

Bupati Solok H. Gus­mal, SE,MM, paham betul dengan derita yang dihadapi masya­rakatnya itu. Bupati yang terkenal dengan sisi humanisnya ini, Rabu (23/3) kemarin, mendatangi rumah warga yang terkena musi­bah tanah longsor di beberapa daerah di Kabupaten Solok bebe­rapa waktu lalu.

Selain menyerahkan bantuan, kehadiran Gusmal didampingi kepala pelaksana BPBD Kab. Solok H.Abdul Manan, SH,MM, Kasat PolPP, Drs. Raflis,MM, Kabag Humas Drs. Syahrial, MM, Camat dan Wali Nagari itu diharapkan dapat menjadi pena­war luka yang juga mengobati kesedihan yang diderita masya­rakatnya.

“Kita harap masyarakat ber­sabar dengan cobaan ini. Kita tidak ingin mereka larut dalam kese­dihan, karena masih banyak yang harus dilakukan untuk mem­per­baiki keadaan,” kata Gusmal di sela penyerahan ban­tuan. 

Gusmal berharap, warga yang berada di daerah rawan bencana untuk selalu meningkatkan ke­was­padaan. Terutama kala musim hujan tiba, warga yang tinggal di kaki dan lereng perbukitan kerap dihantui rasa takut akan da­tangnya bencana longsor yang siap menimbun dan memporak-porandakan pemukiman warga setiap saat.

“Kita tidak tahu entah kapan bencana itu akan datang, karena itu adalah rencana Allah. Namun sebagai manusia kita dituntut untuk selalu waspada dan berse­rah diri agar bencana itu tidak menghampiri kita,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Gusmal menyerahkan bantuan kepada para korban longsor berupa uang tunai sebesar Rp7,5 juta kepada keluarga Hendri (40) warga Guguak Rantau Jorong Simpang Sawah Baliek Nagari Koto Baru dan  Hardison (35) sebesar Rp10 juta dan Zulkifli tetangga Hardison sebesar Rp1 juta yang keduanya merupakan warga jo­rong Lurah Nan Tigo Nagari Salayo Kecamatan Kubung serta santunan sebesar Rp4 juta ke­pada keluarga Safli korban banjir yang meninggal dunia di Jorong Tampunik nagari Aripan Kec. X Koto Singkarak.

“Total bantuannya sebesar  Rp40 juta yang merupakan sum­bangan dari yayasan gotong ro­yong yang disalurkan kepada BPBD Kab. Solok. Sementara sisanya telah kita bagikan dalam bentuk sembako untuk korban banjir sebanyak 700 KK ,” je­lasnya.

Bupati berharap kepada war­ga setempat untuk ikut juga membantu warga atau tetang­ganya yang terkena musibah longsor, agar beban yang diderita korban tidak terlalu berat dira­sakan. “Penanganan pasca musi­bah, butuh kepedulian semua pihak. Karena siapapun bisa mengalaminya,” ungkapnya.

Sementara itu Hendri warga Guguak Rantau Jorong Simpang Sawah Baliak Nagari Koto Ba­ru   kepada Haluan mencerita­kan saat musibah itu terjadi, dirinya bersama keluarganya tengah terlelap tidur. Namun suara gemuruh dari bukit yang berada di samping rumahnya telah membangunkan anaknya  yang masih berumur 11 tahun yang kemudian membangunkan anggota keluarga lainnya.

Meski tak menelan korban jiwa, namun akibat musibah itu dinding rumahnya bobol di­hon­doh material tanah lumpur ber­campur batu. Sementara dida­lam rumahnya dipenuhi lumpur se­tinggi lutut orang dewasa. “Alham­dulillah, kami sekeluarga se­lamat,” terangnya. Pasca ben­cana itu, Hendri dibantu tetangga dan warga sekitar kemudian mulai membangun kembali ru­mah­­nya yang jebol. Sementara ma­terial longsor yang sebelum­nya meme­nuhi halaman samping ru­mahnya sudah terlihat bersih dan dipin­dahkan ke tempat lain.  

Sementara itu kepala Ba­dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab.Solok H. Abdul Manan, SH,MM menye­butkan, setidaknya ada 7 keca­matan yang saat ini dianggap sebagai daerah yang rawan benca­na longsor. Ke-7 kecamatan itu adalah, Pantai Cermin, Lembah Gumanti,  Hiliran Gumanti, Payung Sekaki, IX Koto Sungai Lasi, Tigo Lurah dan X Koto Di­atas. Sementara daerah yang selalu menjadi langganan banjir adalah Kec. Kubung, X Koto Sing­karak dan Bukit Sundi.  ”Untuk banjir, biasanya yang menjadi langganan adalah daerah yang berada di sepanjang bantaran Batang Lembang hingga ke Da­nau Singkarak,” jelasnya.

Mengantisipasi hal itu, pihak­nya juga terus mensiagakan para relawan yang siap diterjunkan jika sewaktu-waktu terjadi ben­cana. Dijelaskan, peralihan mu­sim sering kali berdampak ke­pada alam dan lingkungan, ter­uta­ma yang berkaitan dengan bencana. Jadi ketersediaan dan kesiapan petugas, terutama rela­wan dipandang perlu untuk me­ngantisipasi hal tersebut. ”Kalau ke­marau panjang kita siaga po­ten­si kebakaran, saat masuk mu­sim hujan kita waspada ben­ca­na longsor dan banjir,” ujarnya. 

Manan menjelaskan, ke­ma­rau panjang yang terjadi beberapa waktu lalu telah  membuat tek­stur tanah menjadi labil, terutama daerah perbukitan cukup rawan terjadi rekahan yang ber­po­ten­si longsor saat diguyur hujan deras. Kehadiran para relawan ini, dimaksudkan agar segera mengambil tindakan, jika terjadi bencana, seperti mengevakuasi dan pertolongan darurat, agar jumlah korban dan kerugian dapat diminimalisir.

“Kita lebih fokus kepada penyelamatan nyawa, ketimbang harta benda. Makanya kita terus mewanti-wanti agar warga yang berada di daerah rawan itu, mencari lokasi aman saat musim hujan ini,” tutupnya. (h/ndi)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]