Dua Napi Kabur Menyerahkan Diri


Kamis, 24 Maret 2016 - 04:38:19 WIB
Dua Napi Kabur Menyerahkan Diri

AGAM, HALUAN — Dua Orang Narapidana Lembaga Pemas­yara­katan (LP), Padang Lansano, Kena­garian Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, yang dinyatakan kabur sejak Minggu, kemarin, me­nyerahkan diri secara suka rela ke LP tersebut, Rabu, subuh sekitar Pukul 03.30 WIB.  

Kedua orang napi tersebut me­ru­pakan terpidana narkoba yaitu, Roni Ardi (48)  masa kurungan, 7 tahun sudah jalan  3,5 tahun dan Taufik (35) masa kurungan delapan tahun dan telah menjalani masa kurungan empat tahun. Sementara satu orang lagi, Yulisman terpidana pencurian sapi masa kurungan 1 tahun enam bulan masih dalam pencarian.

Baca Juga : Sumbar Siapkan 50 Persen Jalur Zonasi pada PPDB 2021

Meski sudah menyerahkan diri, kembalinya kedua napi tersebut diduga serta disinyalir masyarakat merupakan rekayasa pimpinan lapas untuk kepentingan lain. Ke­dua napi tersebut sengaja dibiarkan pergi, bahkan terjadi tumpang tindih anatara pengakuan napi yang kabur dengan masyarakat, mereka mengaku pulang dengan travel, sementara masyarakat melihat kedua napi itu datang dengan mobil Kalapas.

Bahkan ada yang menyebut ketiga napi sama-sama keluar untuk menjemput barang haram narkoba di luar bukan untuk membeli rokok. Namun hal ini tercium pihak kepolisian. Se­hingga ketiganya kabur melari­kan diri agar tidak tertangkap. Napi yang kabur tersebut disebut-sebut merupakan jagoan di LP tersebut.

Baca Juga : Wako Pariaman Ajak Masyarakat Rawat Ekologi Pulau Angso Duo

Salah seorang narapidana yang kabur  Narapidana Lem­baga Pemasyarakatan (LP), Pa­dang Lansano, Taufik membantah telah melarikan diri dari LP. Menurutnya, ia keluar dari dalam LP bersama Roni untuk mengejar Yulisman napi pencuri sapi yang kabur jam sebelas malam. Ia mengaku jika ia memang salah karena tidak meminta izin.

“ Saya bukan kabur namun untuk mengajar napi lain yang melarikan diri karena pada Ming­gu sejak jam sebelas malam sampai jam satu malam. Saya merupakan ketua blok sehingga memiliki naluri untuk menjaga blok untuk tetap aman,” katanya.

Namun setelah keluar dari LP ia mengaku kesulitan  untuk kembali ke LP karena mereka sudah diintai oleh pihak kepo­lisian. Oleh sebab itu ia menahan diri untuk kembali pulang ke lapas. “ Kami kembali ke lapas adalah kesadaran pribadi bukan karena apa-apa. Kami sebagai perangkat didalam punya tang­gung jawab rasanya jika ada napi lain yang kabur,” jelasnya.

Dikatakannya, selama diluar mereka bersembunyi di hutan, sempat pergi ke beberapa tempat untuk bersembunyi karena takut ditangkap. “Kalau saya ditangkap tentu kami akan habis, serta me­nyesal, oleh sebab kami tung­gu situasi sampai aman,” jelasnya.  

Sementara itu Kepala Lem­baga Pemasyarakatan  Padang Lansano, Lubuk Basung, Irwan mengatakan, kedua napi ini kembali subuh, saat ini keduanya saat sudah diasingkan dari napi lain. Ia juga membantah apabila napi tersebut datang bersamanya ke lapas. Sementara satu napi lainnya, saat ini masih di cari oleh petugas lapas.

“Kita akan memproses serta memberikan sanksi kepada napi yang kabur ini. Keduanya sudah kita asingkan. Peristiwa ini kita juga sudah sampaikan kepada kantor wilayah Menkumham Sumbar. Tim dari provinsi juga akan datang untuk melakukan pemeriksaan ke sini,” katanya.

Ia juga membantah dengan desas desus yang beradar apabila tersebut sengaja dibiarkan ke­luar. Biasanya LP hanya dikam­bing hitamkan urusan narkoba. Padahal tidak ada sama sekali. Pihaknya turut mendukung apa­bila sekiranya diadakan tes urin terhadap napi. (h/yat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]anhaluan.com