Tanah Longsor Timbun Satu Keluarga


Kamis, 24 Maret 2016 - 04:38:57 WIB

PADANGPARIAMAN, HALUAN — Bencana masih menghantui Sumbar. Setelah banjir pada Selasa (22/3) yang menerjang enam kabupaten/kota se Sumbar, Rabu (23/3) kemarin longsor yang terjadi di Kabupaten Padang Pariaman meminta korban. Satu orang tewas setelah rumah semi permanen di Korong Rimbo Kalam, Kenagarian Anduring, Kecamatan 2x11 Ka­yu­tanam, menimbun satu ke­luarga.

Longsor yang menimbun ru­mah semi permanen itu mene­waskan Rahmi (14). Ia tak sen­diri di rumah naas itu. Ada empat anggota keluarganya yang lain yang menderita luka-luka. Dua di antaranya kritis. Dua anggota keluarga siswi kelas II SMP Kecamatan 2x11 Kayu Tanam yang kritis itu adalah Elmiyati (40) ibunya dan kakeknya, Jakan (85). Sementara dua lainnya yang mengalami luka ringan, Anasrul (45) ayah korban dan adik Rah­mi yang masih berusia 6 tahun, Fadjri. Dua korban luka ringan ini sudah diperbolehkan pulang oleh tim medis. Namun, korban yang kritis dirawat intensif di RSUD Padang Pariaman.

Almarhum Rahmi sendiri, usai divisum tim dokter diserah­kan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.  Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, mendapat kabar tentang musibah tanah longsor di Korong Rimbo Kalam, Kenagarian Anduring, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman bu­ru-buru ke lokasi kejadian.

“Kami atas nama Pemkab Padang Pariaman turut berduka cita yang sangat dalam dan ren­cananya bupati akan datang ke sini di lain hari,”katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Amiruddin, dan Kabid Kedaruratan  dan logistik, M.Hanif menyebutkan, Tim TRC BPBD Kabupaten Padang Pariaman selesai me­laksanakan tugas evakuasinya di lokasi bencana kemarin itu sampai sekitar pukul sepuluh siang. Menurut Amiruddin, ru­mah korban yang tertimpa tanah longsor itu berada sangat dekat dengan bukit.

Sementara itu, dari Padang, korban hanyut Genifalko Dyazka (3), warga Kubu Dalam Parakah RT 02 RW 01, Kecamatan Pa­dang Timur hingga kini kebera­daannya masih menjadi tanya. Tim relawan yang terdiri dari Forum Kelompok Siaga Bencana (FKSB) Kota Padang, Basarnas Padang, dan FKSB Kubu Dalam serta Bintara Pembina Keama­nan dan Ketertiban Masyarakat (Babin Kamtibmas) Polsekta Padang Timur, Aiptu Bustian Agus masih melakukan masih melanjutkan pencarian terhadap putra seorang polisi tersebut.

“Kami memutuskan untuk fo­kus pada pencarian terhadap bo­cah tersebut, karena prioritas kami (FKSB, red) adalah mene­mukan Tito (Panggilan akrab Falko),” kata Ketua FKSB Kota Padang, Zulkifli kepada Haluan, Rabu (23/3) seraya menyebut pihaknya menerjunkan 20 tim relawan untuk melakukan pen­carian korban.

Pencarian terhadap putra pasangan Dodi Asrianto dan Elya Arahman (26), itu sendiri dimu­lai sejak pukul 10.00 WIB. Na­mun hingga sore harinya, tim relawan yang melakukan pen­carian masih belum menemukan bocah tersebut. Dari informasi yang dihimpun Haluan, pada hari ini, Kamis (24/3) tim selam marinir dari TNI-AL akan mela­kukan pencarian terhadap Tito di kawasan banjir kanal, seputaran Taman Siswa (Tamsis).

“Kami masih belum mene­mukan bocah tersebut, pencarian sendiri sudah dimulai dari banjir kanal kubu dalam hingga ke jem­batan Taman Siswa. Hari ini diren­canakan, tim Marinir TNI-AL akan ikut membantu mencari bocah yang hilang tersebut,” tam­bah pria yang kerap dipanggil Pak Zul ini.

Sementara itu, Babin Kam­tibmas Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah (Kubu Parker), Aiptu Bustian Agus kepada Haluan menuturkan bahwa ia sendiri sengaja langsung terjun mencari Tito yang hilang ke dalam sungai karena menurut­nya, Babin sendiri merupakan garda terdepan dalam perlindu­ngan warga.(h/tri/mg-adl)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]