Menunggu Tahura Bung Hatta ‘BERSOLEK’


Sabtu, 26 Maret 2016 - 01:29:47 WIB
Menunggu Tahura Bung Hatta ‘BERSOLEK’ JEMBATAN gantung di Tahura Bung Hatta.

Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) akan segera melakukan revitalisasi terhadap Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta. Tentu saja ini merupakan angin segar di tengah minimnya tingkat kunjungan ke salah satu kawasan cagar alam hutan primer di Sumbar tersebut.

Tahura Bung Hatta sendiri merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat yang ber­fungsi untuk melestarikan plasma nutfah, perlindungan sumber daya alam, pendidikan dan penelitian, pembinaan cinta alam, dan se­kaligus sebagai tempat rekreasi yang pas untuk melepaskan kepe­natan dari hiruk pikuk kehidupan kota.

Baca Juga : Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

Kepala Disbudpar Kota Padang Medi Iswandi kepada Haluan me­ngatakan, proyek revitalisasi akan segera dilakukan mulai awal Maret 2016 ini dan direncakan selesai menjelang Agustus tahun ini. Pem­ko Padang menyadari begitu be­sarnya potensi ekowisata yang bisa dimanfaatkan di Tahura Bung Hatta.

“Sebelumnya kawasan ini ada­lah lokasi Kebun Raya Setia Mulya yang diresmikan Wapres Mo­ham­mad Hatta tahun 1955. Penge­lolaan kawasan saat itu menjadi tanggung jawab Lembaga Ilmu Pengetahuan Alam atau yang sekarang dikenal dengan LIPI. Tahun 1961 diserahkan kepada Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Barat. Lalu pada 1981 pengelolaan diserahkan kepada Universitas Andalas. Barulah pada 31 Januari 1991 pengelolaannya diserahkan ke Pemko Padang,” ucap Medi mengawali perbin­cangan dengan Haluan Wisata, Rabu (24/2).

Baca Juga : Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

Dijelaskannya, saat ini Tahura Bung Hatta memiliki luas mencapai 70.000 haktare. Untuk pengelolaan hutannya berada di bawah Dinas Kehutanan, sedangkan untuk pe­ngelolaan wisatanya berada di bawah Disbudpar Pemko Padang.

Tahura Bung Hatta merupakan kawasan pegunungan dan per­bukitan yang berada di ketinggian 300-700 Meter dari permukaan laut (dpl) dan menjadi bagian dari jajaran Bukit Barisan yang membentang dari utara ke selatan. Tentu saja, suhu yang cukup sejuk (19-26ÚC) sangat layak menjadi destinasi ekowisata bagi para pengunjung yang datang. Tak cukup sampai di situ, terdapat 14 sungai mengalir di kawasan ini yang beberapa di antaranya bermuara ke Batang Arau, Batang Kuranji, dan Batang Air Dingin di Padang.

Baca Juga : Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

“Potensi ekowisatanya sangat luar biasa. Tahura Bung Hatta adalah sorga tropis yang men­janjikan bentangan alam berge­lombang dan curam, dan ditumbuhi beraneka ragam jenis tanaman tropis yang masih asli, termasuk ratusan jenis binatang khas Pulau Sumatera juga ada di dalamnya,” lanjut Medi.

Selain itu, Medi juga meyakini, jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Padang (20km) dan dari Kota Solok (30km) membuat potensi itu apabila direvitalisasi akan bisa menarik minat pe­ngun­jung untuk berdatangan.

Baca Juga : Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi

Beragam daya tarik ditawarkan oleh Tahura Bung Hatta, seperti Bunga Raksasa Raflesia Arnoldi yang memerlukan waktu lebih kurang 10 bulan untuk berkembang dan hanya akan mekar selama sekitar 15 hari dengan diameter mencapai satu meter. Selain itu, juga terdapat beragam Flora lain seperti Kuini, Sirsak, Srikaya, Durian, Kemiri, Antidesma Montanum, Aporusa Benthamiana, Bischofia Javanica, Clauxylon Polot, Euphorbia Pulcherrima dan lain sebagainya.

Belum lagi sumber daya Fauna yang juga beraneka ragam. Sebut saja Kambing Hutan, Kijang, Rusa, Tapir, Harimau Sumatera, Beruk, Kera Ekor Panjang, Siamang, Rangkong dan beberapa satwa unik lainnya yang jarang ditemui di belantara lainnya.

Bicara fasilitas, pengunjung akan dapat menyaksikan patung Proklamator sekaligus Wakil Presiden RI Dr. M Hatta yang namanya diabadikan sebagai nama Tahura tersebut. Selain itu, fasilitas pintu masuk dan pejualan tiket membuat Tahura ini terlihat semakin terurusi. Di dalam Tahura juga terdapat guest house dengan kapasitas 50 orang serta tempat untuk beribadah.

Namun pengakuan Medi, be­berapa tahun terakhir tingkat kunjungan ke Tahu­ra Bung Hatta memang cukup rendah. Selama 2015, jumlah pengunjung hanya 4.000 orang. Oleh karena itu revi­talisasi memang perlu dilakukan. Untuk anggaran sendiri tengah dalam tahap pengadaan. Diper­kirakan, proyek revitalisasi Tahura Bung Hatta ini akan menelan biaya ku­rang lebih Rp700 juta.

“Nanti di sana akan diba­ngun Gapura, taman tematik, guest host, wahana outbound, dan beberapa fasilitas pe­nunjang lainnya. Dan satu lagi, kami tengah memikirkan transportasi jenis apa yang dapat mengundang minat pengunjung ke sana. Dulu di waktu masih ramai, ada tra­yek bus kota yang sampai ke Tahura itu, tapi sekarang hanya mobil umum antar kota yang melin­tas di sana. Kami targetkan tingkat kunjungan setelah revitalisasi mencapai 20.000 orang” ucap Medi antusias.***

 

Laporan: JULI ISHAQ PUTRA

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 21 Februari 2021 - 13:33:23 WIB

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab Masyarakat adat di Indonesia memiliki tradisi unik dalam menyambut momen-momen tertentu, salah satunya saat memasuki bulan Rajab..
  • Ahad, 14 Februari 2021 - 16:34:31 WIB

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah Saat ini ada berbagai lembaga di seluruh dunia yang sedang mengupayakan penyelamatan terhadap hewan-hewan langka yang terancam punah. Meski begitu, daftar hewan langka mungkin tak akan habis, karena jumlahnya terus bertambah..
  • Ahad, 07 Februari 2021 - 19:13:51 WIB

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula Menikmati pemandangan bawah laut memiliki kenikmatan dan keasyikan tersendiri. Beraneka ragam kehidupan berseliweran dalam perairan tersebut begitu memikat untuk ditatap dan disingkap kehidupan bawah laut tersebut yang sampai.
  • Senin, 01 Februari 2021 - 22:36:28 WIB

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi Pandemi COVID-19 membawa dampak besar pada dunia pendidikan di Indonesia. Sebagian besar sekolah memutuskan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online dari rumah..
  • Sabtu, 30 Januari 2021 - 11:17:10 WIB

    Nobody Wants To Be Stupid

    Nobody Wants To Be Stupid Seorang guru menyampaikan dalam rapat. “Kelas saya adalah kelas istimewa”. Mencoba mengangkat posisi , dan semua orang sudah mengira kata istimewa adalah konotasinya positif. Yang terbayang adalah anak-anaknya kreatif, ra.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]