Gelorakan Optimisme Membangun Nagari


Sabtu, 26 Maret 2016 - 03:58:05 WIB

TERLEPAS dari polemik ber­ke­pan­jangan bagaimana idealnya status pemerintah terendah di Sumatera Barat, antara Nagari atau Desa. Sacara nasional, fakta berbicara bahwa perhatian dan kesungguhan pemerintah kita untuk menyejahterakan rakyat di pelosok desa atau nagari, terus dibuktikan dengan tindakan nyata.

Salah satunya, dengan meningkatkan kucuran bantuan Dana Desa dan  program menyentuh lainnya. Untuk hal ini, jangan­kan kita di Ranah Minang, bahkan sejumlah Kepala Negara hingga pegiat lingkungan di luar negeri saja, telah mengapresiasi lom­patan besar dan jauh yang telah dilakukan jajaran Kementerian  Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Kini, dengan mengelola dana sendiri yang semakin besar, desa atau nagari telah ditempatkan sebagai subjek sesungguhnya dari pembangunan nasional. Selama ini, walau sudah otonomi daerah, im­ple­men­tasinya harus diakui baru berhenti pada level kabupaten. Sementara desa atau nagari hanya menjadi objek pelaksana proyek orang-orang kabupaten/kota, bah­kan provinsi .

Justru karena itulah, media massa seperti Harian Haluan, akan terus menerus mendorong perangkat desa atau nagari bersama masyarakatnya, untuk aktif meme­gang peranan dalam mem­bangun negerinya.

Kita berkesimpulan bahwa merekalah yang memahami secara utuh persoalan dan kebutuhan bagi desa atau nagarinya. Seperti diungkapkan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Mar­wan Jafar ketika Sidak di Cianjur, ang­garan Dana Desa tahun 20165 ini, mening­kat dua kali lipat dibandingkan sebelum­nya. Ar­tinya, jika sebelumnya anggaran hanya Rp20,7 triliun, maka tahun ini menjadi Rp46,98 triliun atau naik 125 persen dari anggaran awal.

Di Indonesia ada 74 ribu desa, dengan anggaran tahun lalu setiap desa rata-rata mendapatkan Rp300 juta. Maka tahun ini masing-masing desa mendapatkan anggaran mulai Rp600 juta hingga Rp800 juta.

Tidak hanya itu.Marwan Jafar juga menjelaskan, pencairan dana Desa tahun ini hanya dibagi dalam dua tahap saja , dengan pembagian 60 persen tahap pertama, dan dan tahab kedua 40 persen. Kalau dulu itu tiga tahap, 40 persen, 40 persen, dan 20 persen. Sekarang cukup dua tahap saja.

Tahap pertama akan dilaksanakan April mendatang, sedangkan tahap kedua Agus­tus. Dana nagari yang akan dikucurkan tahun 2016 meningkat cukup tajam. Gunanya,  untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan dan kemak­muran masyarakat di tingkat nagari.

Dibanding tahun lalu, kita pun pantas lebih menggelorakan optimisme bahwa penyerapan dan pemanfaatan Dana Desa akan lebih cepat dan tahun ini. Sebab, dengan memetik pengalaman dan pem­belajaran dari tahun sebelumnya, Peme­rintahan Desa atau Nagari tentu sudah lebih paham dalam memproses pen­cairan­nya.

Namun  demikian, dalam proses penge­lo­la­annya, adalah tanggung jawab moral kita semua untuk turut mengawasinya. Tujuan­nya, agar tidak terjadi penyelewangan Dana Desa/Nagari. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 13 Agustus 2016 - 02:43:31 WIB
    GELIAT PEPBSI MERIAHKAN HUT RI

    Bagi-bagikan Sariak, Menggelorakan Persatuan

    Bagi-bagikan Sariak, Menggelorakan Persatuan Peringatan HUT Ke­mer­dekaan RI ke-71, tinggal me­nu­ng­gu hari. Berbagai persiapan kegiatan untuk memeriahkan mo­men­tum bersejarah itu, telah mulai dilakukan berbagai kelompok dan lapisan ma­sya­rakat. Semua, semat.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]