Tidak Cakap Mengajar

Disdik Harus Benahi Kapasitas Guru


Sabtu, 26 Maret 2016 - 04:17:12 WIB
Disdik Harus Benahi Kapasitas Guru PARA guru di Pessel foto bersama Bupati Hendrajoni dan Wakilbupati Rusma Yul Anwar. Rata-rata cara mengajar guru di daerah itu masih bermasalah sehingga perlu peningkatan. (HARIDMAN)

PAINAN, HALUAN—Nilai kompetensi guru di Pesisir Selatan rata-rata di bawah angka 50 baik untuk ke­mam­puan pedagogik mau­pun kemampuan pro­fesio­nal. Khusus cara mengajar, kemampuan guru masih dinilai rendah karena hasil ujian pedagogik di bawah rata-rata nasional dan pro­vinsi. Berdasarkan hasil ujian ini, membuktikan masih banyak hal yang ha­rus diperbaiki oleh Dinas Pendidikan setempat.

Plt Kepala Dinas Pen­di­dikan Pesisir Selatan Zul­kifli di Painan saat sila­tu­rah­mi dengan Bupati Pessel Hendrajoni di GOR Zaini Zein Kamis (24/3), menga­takan nilai ini memang ma­sih rendah dibandingkan standar minimal nasional pada angka 55.

“Ya bisa dikatakan nilai guru di Pessel merah, tidak berapa orang yang hijau,” katanya.

Zulkifli juga men­ye­but­kan ujian kompetensi guru (UKG) yang diikuti guru ini terbagi dua yaitu  bidang profesional dan bidang pe­dagogik. Saat pelaksanaan UKG terakhir, hasil yang ditunjukkan oleh guru be­lum memuaskan, karena berada di bawah angka 50.

“Pedagogik rendah arti­nya sama saja ke­mam­puan mengajar guru rendah. Bila kemampuan guru mengajar rendah tentu akan ber­penga­ruh pada anak didik yang diajar,” katanya.

Terkait rendahnya nilai kompetensi guru di Pessel Bupati Hendrajoni meminta Dinas Pendidikan Pessel meningkatkan kapasitas pa­ra guru dari seluruh aspek.

Pendidikan Budipekerti

Para guru di Pessel juga dituntut cakap memberikan pendidikan budipekerti kepada anak didik. Saat ini tantangan terbesar pendidik dan orang tua adalah ter­jadi­nya perubahan pola peri­laku remaja akibat ter­gerus­nya nilai-nilai dan moralitas generasi muda.

Bupati Pessel Hen­dra­joni menyebutkan, perlu upaya lebih keras dalam membina dan membimbing moral generasi muda te­ru­tama para siswa yang sedang menempuh jenjang pen­didikan menengah. Peme­rintah daerah terus men­dorong agar peran sekolah, orang tua dan masyarakat ditingkatkan.

“Pemerintah daerah dan segenap elemen akan terus bahu-membahu menjaga agar moralitas generasi mu­da kian tangguh terutama menghadapi ancaman glo­ba­lisasi yang kian kentara” jelasnya.

Saat ini menurut bupati, kemajuan teknologi yang sangat pesat tanpa diiringi benteng moral tentu akan sengat berbahaya. Dijelas­kan bahwa terjadi berbagai kejahatan dunia maya yang melibatkan anak-anak seko­lah menjadi sinyal bahwa semua elemen perlu me­ning­­katkan kewaspadaan.

“Kita bersama perlu te­rus pasang mata dan telinga agar anak didik atau ge­nerasi muda kita tidak men­jadi korban, karena itu ling­kungan se­kolah ber­kontri­busi menjadi salah satu ben­teng” papar Hendra­joni. (h/har)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]