Kanwil Kemenkum-BNNP Sepakat Perangi Narkoba di Lapas Sumbar


Sabtu, 26 Maret 2016 - 04:32:00 WIB

Peredaran narkoba di sejumlah Lapas dan Rutan di Sumatera Barat, disinyalir cukup tinggi. Kanwil Kemenkum dan BNNP pun menabuh genderang perang untuk membersihkan barang haram itu.

PADANG, HALUAN — Kan­tor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkum dan HAM)  Sum­bar memberikan kewe­na­ngan penuh kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar untuk mem­bersihkan Lembaga Pe­mas­yarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Sumbar dari narkoba.

Diharapkan dengan cara ini dapat menekan dan bah­kan memberantas barang ha­ram tersebut dari dalam La­pas/Rutan.

“Kita sudah buat kese­pahaman dengan BNNP un­tuk membersihkan Lapas/Rutan dari narkoba. Kese­pakatan ini juga telah tuang­kan dalam MoU dengan BNNP,” kata Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Sum­bar Ansa­rud­din kepada Ha­luan Jumat, (25/3) melalui sambungan telepon dari Padang.

Dilanjutkannya, dalam kese­pahaman ini mem­beri­kan ke­sem­patan seluas-luas­nya kepada BNNP bila ingin melakukan sidak ke Lapas/Rutan dalam memberantas narkoba. “Jadi, nanti cukup dengan menelpon kepala saya, BNNP bisa langsung melakukan pemeriksaan di sa­na,”  punkasnya.

Namun, sebelum itu kata Ansaruddin pihaknya mem­beri­kan kesempatan kepada Lapas/Rutan untuk mem­bersihkan diri sendiri tanpa BNNP masuk ke sana. “Sete­lah kita beri kesem­patan, ketika ada sidak ke sana n­a­mun masih ditemukan kita akan beri teguran keras,” paparnya.

Ke depan Kanwil Kemen­kum dan HAM dan BNNP Sum­bar akan terus melakukan peng­geledahan ke Lapas/Ru­tan untuk membersihkan lem­baga tersebut dari barang haram narkoba. “Kita akan tiba-tiba saja datang dan lang­sung melakukan pengge­ledahan. Yang tahu waktu dan tempatnya itu hanya kita,” ujarnya.

Ditambahkan Ansaruddin, pihaknya juga telah melakukan tes urine kepada semua Kepala Lapas/Rutan dan pegawai Divisi Pas. Hasilnya pun semua negatif.

“Tes urine kemarin itu me­mang kita lakukan mendadak kepada semua petugas Lapas dan petugas dari Kanwil. Alham­dulillah, hasilnya negarif. Kalau ada yang terbukti memakai akan langsung kita berhentikan,” ka­tanya.

Dihubungi terpisah Kepala BNNP Sumbar Ali Azhar me­ngatakan, dengan MoU ini nan­tinya akan memudahkan proses birokrasi dari BNNP untuk masuk ke Lapas/Rutan. Sehingga Lapas/Rutan diminta harus siap disidak kapan saja.

“Nanti kita akan tiba-tiba datang ke Lapas dan Rutan untuk melakukan penggeledahan. Itu semua petugas Lapas harus siap,” ujarnya. Dengan kesepakatan ini juga nantinya juga memberikan kewe­nangan kepada BNNP untuk menangkap petugas, sipir mau­pun kepala Lapas/Rutan yang terlibat narkoba tanpa melapor ke Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM.

“Jadi, kita akan langsung tangkap saja apabila ada yang terlibat. Ini tentunya mem­beri­kan kemudahan bagi BNNP,” tutupnya saat dihubungi dari Padang Jumat, (25/3) melalui sambungan telepon.

3.607 Penghuni

Data terbaru yang dilansir smslap.ditjenpas.go.id, tercatat sebanyak 3.607 penghuni Lem­baga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan)  di wilayah Kanwil Kemenkum dan HAM Sumbar per 25 Maret 2016. 

Para penghuni Lapas dan Rutan ini terdiri dari 1.021 yang berstatus tahanan dan 2.586 narapidana (napi) yang sudah diputus perkaranya di penga­dilan. Mereka tersebar di 22 Lapas dan Rutan yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat seperti di Pa­dang, Bukittinggi, Kabupaten 50 Kota, Payakumbuh, Solok, Pa­dang Panjang, Sawahlunto, Pa­riaman, Agam, Pasaman,  Painan, Pessel, Tanah Datar, Dharmas­raya dan Sijunjung.

Lapas kelas II A Padang, memiliki penghuni yang paling banyak yakni 1.023 orang yang terdiri dari 436 tahanan dan 587 napi. Dari perbandingan ka­pasitas dan jumlah penghuni yang ada, 13 dari 22 Lapas dan Rutan itu sudah over kapasitas atau melebihi jumlah normal. Ter­utama Lapas kelas II A Padang, kapasitasnya hanya 427 orang, sementara penghuninya sekarang 1.023 penghuni.

Selain Padang, Lapas dan Rutan yang melampaui kapasitas yaitu Lapas kelas II A Bukit­tinggi, Lapas kelas II B Muara Sijunjung, Payakumbuh, Solok, Rutan kelas II B Batusangkar, Lubuk Sikaping, Padang Pana­jang, Painan, Cabang Rutan Muara Labuh, Suliki, dan Talu.     

Di Lapas dan Rutan yang penghuninya melampaui daya tampung ini, potensi peredaran narkobanya, cukup besar. Seperti kasus terakhir yang terungkap di Lapas kelas II A Padang, ditemu­kan narkoba jenis sabu-sabu lengkap dengan peralatan pendu­kung seperti alat hisap dan timba­ngan digital. Pada razia yang dilakukan BNNP Sumbar pada 16 Maret lalu itu, diketahui 30 napi positif  narkoba. (h/isr/ze)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]