Pembangunan di Agam Dilelang Terbuka


Sabtu, 26 Maret 2016 - 13:03:20 WIB

Agam, Haluan — Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ka­bupaten Agam, Yunaldi me­ngatakan,  pembangunan pengerjaan pembangunan baik dari dana APBN dan APBD di lelang secara ter­buka. Semuanya sudah di­serahkan kepada Kantor La­yanan Pengadaan Barang dan Jasa, Kabupaten Agam.

“Sejauh ini proses pela­lang berjalan dengan baik dan itu sudah ada yang menangani oleh kantor layanan penga­daan. Semuanya dilakukan secara transparan. Itu semua dilakukan agar pembangunan bisa berjalan dengan baik,” kata Yunaldi, Jumat (25/3).

Pihaknya mengaku sudah tidak ikut campur lagi masalah tersebut karena sudah ada KLP, yang pastinya pemenang mereka yang dinilai wajar dalam memberikan pena­waran dan juga dinilai cakap untuk melakukan pekerjaan. Sebab, resiko pembanguanan yang tidak tuntas tan­tangan­nya tidak ringan, bisa dijerat hukum.

Ia mengaku sangat banyak saat ini pemborong yang tidak melakukan pekerjaan seb­a­gaimana semenstinya. Selain itu juga ada pemborong da­dakan yang di antaranya bah­kan tidak bermodal sama sekali. Pemerintah tentu tidak boleh semberono. Pengerjaan proyek yang bermasalah ujung-ujungnya bisa dipi­danakan.

“Penawaran rendah bukan jaminan terhadap peng­he­matan maupun kelancaran sebuah pembangunan. Bukan berarti jika penawaran reka­nan tersebut rendah lantas dimenangkan. Karena disitu juga ada banyak persyaratan serta kelengakapan admi­nistrasi,” jelasnya.

Dikatakannya, jauh lebih baik tidak melakukan pem­bangunan sama sekali jika sekiranya suatu proyek ter­sebut nantinya menjadi ma­salah. “Tidak gampang untuk berada pada Dinas Pekerjaan Umum ini. Lebih baik uang kembali kepada negara dari pada pembangunan itu diker­jakan asal-asalan, yang nan­tinya berakibat buruk,” jelas yunaldi.

Ia menegaskan agar meka­nisme bisa berjalan dengan baik dan wajar pemerintah bahkan tidak segan untuk memblack list atau memutus kontrak perusahaan rekanan yang perkerjaan tidak tuntas. Upaya ini dilakukan agar tidak ada lagi perusahaan yang mengerjakan pekerjaan seenak hati.

Yunaldi mengatakan, pe­merintah tidak akan segan-segan memasukkan daftar hitam kepada perusahaan yang main main, banyak con­toh akan hal ini pada tahun-tahun belakangan. Misalnya pemutusan kontrak Pem­ba­ngunan jalan di Palembayan jalan Bukik Sakura-Puncak Lawang yang dikerjakan oleh CV Hafis Hanifa. Pem­bangu­nan peningkatan sarana air bersih Bawan Tuo Ampek nagari dikerjakan oleh CV Cingkano Saiyo.

Pekerjaan pembangunan jembatan di Salo oleh diker­jakan CV Keluarga Sewija. Pembangunan air bersih jalan bantiang Malalak dikerjakan oleh CV Tri Mulya. Kemu­dian, Pembangunan trotoar dan drainase di Jalan A Yani Simpang Tembok-Ujung La­bu­ah di jorong Surabayo Lu­buk Basung, yang dikerjakan oleh CV Elya Murni. (h/yat)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]