Hindarkan Penyakit Mematikan

Ternak Kerbau Harus Dikandangkan


Sabtu, 26 Maret 2016 - 13:04:28 WIB

PAINAN, HALUAN — Untuk menghindari penyakit menular pada ternak kerbau di Pesisir Selatan peternak seharusnya merawat dan mengandangkan ternak secara kon­vensional. Meski beberapa tahun terakhir tidak lagi ditemui kasus penyakit ngorok pada ternak, pola pengelolaan ternak yang tidak konvensional membuka peluang bagi ber­kembangnya penyakit ngorok.

Kepala Dinas Peternakan Pessel Nizirwan menyebutkan, pola dan tatalaksana peter­nakan sebagian warga yang tidak sesuai dengan peternakan konvensional me­nye­babkan daerah itu rawan diserang penyakit menular dan mematikan seperti ngorok.

“Di Pesisisr Selatan masih banyak warga yang melepaskan ternak. Ternak tidak dikelola dengan baik dan ini akan menjadi penyebab awal ternak terserang penyakit ngorok,” katanya.

Dikatakannya, ternak besar yang paling rawan terserang penyakit ngorok adalah kerbau yang dibiarkan lepas begitu saja di alam terbuka. Catatan pemerintah setempat, kawasan yang ternak kerbaunya belum tertib adalah di Basa IV Balai Tapan, Pancuang Soal, Lengayang, Sutera.

“Di Kecamatan Sutera ternak kerbau yang lepas landang berada di kawasan Ampiang Parak. Bahkan ternak kerbau sering mengakibatkan kecelakaan lalulintas saat kerbau melintas di jalan raya,” katanya.

Begitu pula dengan ternak sapi hampir seluruh kecamatan terdapat sapi berkeliaran baik dijalanan, sawah dan bahkan di pasar. “Padahal tanpa mereka sadari, pola beternak yang seperti itu sangat tidak menguntungkan dan dan bahkan mengancam ternak terserang penyakit.

Dikatakannya, beberapa tahun lalu memang ditemui kasus penyakit ngorok. Banyak dibagian selatan Pesisir Selatan dijumpai ternak kerbau mengalami kematian. Tahun ini memang belum ditemui kasus itu, tapi melihat kondisi dan pola beternak masyarakat potensi untuk berjangkit sangat besar.

“Jadi untuk menghindari berjangkitnya penyakit ngorok kami mengimbau warga di Pesisir Selatan mengelola ternaknya sesuai dengan tatalaksana peternakan. Jika sekiranya tidak mengerti cara beternak yang baik maka peternak dapat bertanya langsung kepada petugas kami dilapangan,” ungkapnya.  Ujang pemilik kerbau di Tapan mengatakan, ia memang sudah terbiasa melepaskan ternak di sekitar sungai dan rawa. (h/har)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]