Perlambatan Ekonomi

Angka Pengangguran di Riau Meningkat


Senin, 28 Maret 2016 - 02:50:43 WIB

PEKANBARU, HALUAN — Berdasarkan kajian ekonomi regional yang dilakukan Bank Indonesia, bahwa hampir 50 persen jumlah tenaga kerja di Riau mengalami penurunan. Hal ini dipicu karena beberapa faktor yang menimbulkan banyaknya jumlah angka pengangguran.

Adapun faktor pemicu antara lain, tidak diperpanjangnya kontrak kerja bagi pekerja tidak tetap yang memiliki kinerja dibawah standar perusahaan, terjadinya resign atau pensiunnya pegawai yang tidak digantikan dengan penambahan pegawai baru sebagai upaya efisiensi.

Begitupula menurunnya jumlah tenaga kerja borongan karena menurunnya produksi, di PHK-nya pegawai yang sudah tidak produktif dan dimutasikannya pegawai ke subsektor lain perusahaan.

Sedangkan sisa dari 50 persen lagi, ada yang memutuskan untuk tetap mempertahankan jumlah tenaga kerja yang ada. Sementara penambahan karyawan hanya dilakukan perusahaan yang bergerak disubsektor industri perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Seiring dengan optimisme perusahaan terhadap peningkatan permintaan dan perbaikan kondisi ekonomi kedepan.

Diungkapkan Pakar Ekonomi, Edy Suandi Hamid bahwa dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) seiring dengan ter­jadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi, maka perlu adanya peningkatan daya saing. Pasalnya, jika tidak memiliki skill atau kelebihan yang unik maka niscaya tenaga kerja Riau akan jauh tertinggal dibandingkan daerah bahkan negara lain.

“Jika ingin mendapatkan pekerjaan, dan bisa dipakai dimana saja, tidak hanya secara general tapi harus memiliki kemampuan atau soft skill yang spesifik. Karena kedepan kita akan dituntut untuk bisa beradaptasi dengan orang yang berbeda seperti dari negara lain, dan kita harus bisa berbaur,”ujar mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) ini.

Dilanjutkan Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) ini juga menjelaskan, di era MEA saat ini sebenarnya banyak peluang yang dibuka, diantaranya ada 8 bidang pekerjaan yang bisa dijadikan potensi dalam mengimplemtasikan ilmu. Seperti insinyur, arsitek, tenaga pariwisata, akuntan, dokter gigi, tenaga survei, praktisi medis dan perawat. Oleh sebab itu, keunikan sangatlah diperlukan, baik itu kemampuan kasasi maupun komunikasi. “Jadi jika itu tidak diajarkan secara detil maka kita harus bisa belajar sendiri, dan harus terus diasah agar bisa bersaing,”pungkasnya.

Sementara di Riau, tambah Edy, agar bisa menyerap tenaga kerja Riau perlu melakukan reformasi agar tidak tergantung dengan negara lain, seperti yang telah berlangsung selama ini hanya tergantung pada sigle komiditi. Tetapi bagaimana bisa mengembangksn potensi daerah yang ada, misalnya menjadikan Riau sebagai wisata kepulauan, pusat pendidikan, pusat industri minyak sawit, yang tentunya bisa memberikan multiflayer efek bagi sektor lainnya,” pungkasnya. (hr)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]