Terkait Temuan Roti Berjamur

BPTM-PM akan Turunkan Tim ke Toko Panam Jaya


Senin, 28 Maret 2016 - 02:51:22 WIB
BPTM-PM akan Turunkan Tim ke Toko Panam Jaya HER Korban, Firman (35), warga Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, perlihatkan roti berjamur yang dibeli dari Toko Panam Jaya, Jalan HR Subrantas.

PEKANBARU, HALUAN — Badan Pelayanan Penanaman Modal (BPT-PM), merespon positif laporan yang diterima terkait swalayan yang menjual roti berjamur kepada ma­syarakat. M.Jamil, Kepala Badan menegaskan, pihaknya akan melakukan pengecekan izin yang dimiliki Toko Panam Jaya, di Jalan HR Soebrantas, dan Usaha Roti Sekar Sari, di daerah Pandau, Pekanbaru.

“Terimakasih atas infor­masinya, kita akan cek izin mereka, begitu juga dengan usaha roti Sekar Sari, kita akan cek apakah mereka mengantongi izin dari Dinas Kesehatan. Kita akan tu­runkan tim kelapangan, bila terbukti adanya kelalaian yang dilakukan, tidak ter­tutup kemungkinan akan ber­dampak pada pen­ca­bu­tan izin,” ungkap M. Ja­mil, Minggu,(27/3).

Terkait permasalahan, sebelumnya, Firman (35), warga perumahan Taman Karya, Kelurahan Tuah Tarya, Kecamatan Tampan, me­nge­luhkan adanya peredaran roti berjamur yang diduga ka­daluarsa. Dia menceritakan, Rabu (23/3) malam lalu, dirinya bersama keluarga membeli dua bungkus roti isi kelapa permintaan anaknya. Usai diberikan dan dimakan, tak lama berselang anaknya menjadi mual dan sakit perut

“Malam kemarin saya beli roti di Toko Panam Jaya, dengan merek Usaha Roti Sekar Sari, pagi tadi di­makan anak saya dua keping sebelum ke sekolah. Setelah makan itu, dia mengeluh sakit perut, pusing dan mual, setelah saya perhatikan ter­nyata roti itu sudah ber­jamur,” kata Firman.

Menurutnya, saat mem­beli roti tersebut dikemasan tertulis tanggal yang me­nun­jukkan bahwa roti belum kadarluarsa, karena masih expired pada 28 Maret 2016. Kekhawatiran justru timbul setelah diketahui ternyata roti berjamur dan sangat berbahaya untuk di­kon­sumsi terlebih bagi anak- anak.

Merasa dirugikan, Fir­man yang juga wartawan di salah satu media cetak, me­ngajukan komplain seka­ligus mengkonfirmasi dan menanyakan, mengapa roti berjamur masih dijual? Na­mun jawaban yang di­dapat terkesan berbelit- belit, disebutkan, pimpinan keluar kota, antar anak sekolah dan alasan lain. Bahkan miris karyawan toko menjawab kesalahan bukan dari pihaknya.

Pengurus pabrik roti, Piyono, dikonfirmasi me­nga­takan, peredaran roti ber­jamur itu bukanlah ke­sengajaan tempat usahanya.

“Itu bukan kesengajaan kami pak, mungkin kela­laian karyawan, jangan di­lan­jutkan masalah ini pak, kita cari solusi saja, kita damai aja,” singkat pe­ngu­rus pabrik roti yang ber­lokasi di daerah Pandau Jaya,

Kepala Bidang Pe­nga­wasan Disperindag Kota Pe­kanbaru, Edi Fahmi, di­kon­firmasi mengajukan agar segera melaporkan  per­ma­salahan ke BPSK Pe­kan­baru. Masyarakat yang me­rasa dirugikan bisa me­nga­dukan persoalan, dengan membawa barang bukti dan men­jelas­kan kronologis kejadian di­hadapan petugas BPSK.

“Setelah laporan masuk, nanti kedua belah pihak akan dipanggil, kita dari Dis­perindag juga akan me­nin­daklanjuti dengan me­lakukan sidak ke lokasi pem­buatan roti itu. Bika m­e­mang benar ada ke­salahan, bisa saja tempat usaha itu kita cabut izin, “ tegasnya. (hr)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]