Pelaku Penelantaran Anak Harus Disanksi Berat


Senin, 28 Maret 2016 - 02:59:22 WIB

JOMBANG, HALUAN — Men­teri Sosial Khofifah Indar Para­wansa meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi yang berat pada pelaku penelantaran serta perdagangan anak sebagai­mana praktik penyewaan anak yang diungkap oleh Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan.

“Di UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, pe­ne­lantaran anak bisa dipenjara sampai lima tahun dan didenda sampai Rp 100 juta,” katanya di sela wisuda di Universitas Darul Ulum Kabu­paten Jombang, Minggu (27/3).

Ia mengatakan sanksi itu cukup berat, namun ia berharap adanya pemberian sanksi yang bisa membuat jera pelaku pe­ne­lantaran anak, termasuk pelaku perdagangan anak. Menurut dia, hal ini penting agar bisa dijadikan sebagai peringatan bagi orang tua lain bahwa semiskin apapun agar tetap melindungi anaknya.

Ia mengaku prihatin dengan temuan kasus penelantaran anak. Saat ini, terdapat tiga anak yang menjadi korban eksploitasi dan tinggal di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus, Jakarta Timur. Ketiga anak tersebut berinisial W (5), R (7) dan MI (6 bulan).

Ia prihatin dengan kondisi psikologis ibu yang tega menye­wakan anaknya. Bahkan, dari tiga anak yang saat ini berada di RPSA Bambu Apus, Jakarta Timur, tersebut, bayi berumur enam bulan itu harus mendapatkan penanganan lebih serius. Bayi itu terlalu banyak diberi obat pene­nang sehingga harus dibawa ke rumah sakit.

“Sekarang harus melihat ba­gai­mana sebetulnya kondisi psi­kologi ibu sampai tega men­ye­wa­kan anaknya. Ini ha­sil up­date saya dengan staf bahwa bayi enam bulan ini harus mendapatkan penanganan lebih serius, seperti­nya obat penenang yang diberikan terlalu banyak,” ujarnya. (h/rol)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]