Tak Ada Solusi Komprehensif dari Pemerintah

Permasalahan Lapas Kian Mengkhawatirkan


Senin, 28 Maret 2016 - 02:59:46 WIB

JAKARTA, HALUAN—Ke­rusu­han di Rumah Tahanan (Rutan) Malabero di Beng­kulu pada Jumat (25/3) lalu, merupakan salah satu kerusu­han yang sebenarnya terus terjadi di beberapa Lapas Indonesia. Ini menunjukkan kondisi Lapas di Indonesia yang sudah tidak layak.

Direktur Eksekutif In­sti­tute for Criminal Justice Re­form (ICJR), Supriyadi Wi­dodo Eddyono me­nga­takan, masalah di Lapas mau­pun Rutan Indonesia sudah dalam kategori mengkhawatirkan.

“Masalah utama terkait overkapasitas yang dialami sebagian besar Lapas In­do­nesia sudah dalam kondisi akut. Sampai dengan saat ini, tidak ada solusi pemerintah yang komprehensif atas hal tersebut karena selama ini pembenahan atas kondisi ini tambal sulam,” katanya, Minggu (27/3).

Sebelum kebakaran Ru­tan Malabero, kerusuhan juga terjadi di Lapas Kerobokan, Denpasar pada akhir 2015. Overkapasitas di beberapa Lapas bahkan sudah sampai ke titik mengkawatirkan. 

Ia mengungkapkan, dari monitoring ICJR, populasi penghuni penjara meledak dua kali lipat dari 71.500 menjadi 144.000 pada tahun 2004 hingga 2011. Padahal ka­pasitas penjara hanya ber­tam­bah kurang dari 2 persen. 

Pada Juli 2015, menurut Sistem Database Pe­masya­ra­katan (SDB) yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pe­ma­syarakatan (Ditjen PAS), ada sejumlah 178.063 peng­huni yang tersebar di 477 Lapas/Rutan. Setidaknya 34 persen dari jumlah tersebut adalah tahanan pra-persidangan. 

Kepadatan penghuni La­pas/Rutan secara nasional sudah berkisar di angka 145 persen. Namun pada banyak penjara besar jumlah peng­huni bisa mencapai angka 662 per­sen dari kapasitas yang tersedia. 

Kondisi internal Lapas yang mencakup infrastruktur dan sumber daya manusia pengamanan di Lapas yang secara umum juga minim. Fasilitas lapas juga masih menjadi kendala serius.

Kepadatan jumlah peng­huni yang melampaui ke­mam­puan Lapas/Rutan tidak menjamin keamanan dan per­lin­dung­an serta layanan reha­bilitasi sosial. Di sisi lain, kata dia, Rasio jumlah petugas jaga terhadap penghuni sangat timpang. 

Inilah yang menyebabkan meningkatnya tingkat ke­kerasan, resiko tindakan kri­minal di dalam Lapas/Rutan, termasuk pembentukan ke­lom­pok gang diantara penghuni. (h/rol)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 14 Januari 2020 - 13:11:59 WIB

    BPK Cium Permasalahan Asabri Sejak 2016

    BPK Cium Permasalahan Asabri Sejak 2016 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sebelum dugaan korupsi PT Asabri (Persero) mencuat akhir-akhir ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melalui Laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2016 telah mengendus persoalan di Bad.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]