Macet dan Rawan Kecelakaan

Dishub Rekayasa Lalin BI-IAIN IB


Senin, 28 Maret 2016 - 03:33:36 WIB
Dishub Rekayasa Lalin BI-IAIN IB Pengendara melewati pembatas jalan di Jalan Sudirman, (Simpang sebelah BI/IAIN Imam Bonjol), Padang, Minggu (27/3). Rekayasa jalan tersebut dilakukan, karena sering terjadi kemacetan dan kecelakaan di pesimpangan tersebut. (RIVO SEPTI ANDRIES)

PADANG, HALUAN— Mulai Minggu (27/3), persimpangan jalan samping Bank Indonesia (BI) - IAIN Imam Bonjol Jalan Sudirman Padang ditutup. Arus lalu lintas yang bia­sanya bergerak memutar dan menyeberang di kawasan ini, atau kendaraan yang keluar dari arah samping BI,  tidak dibenarkan belok kanan.

Begitu pula kendaraan yang datang dari arah Sim­pang Kandang (Pasar Raya), tidak bisa lagi bermutar di persimpangan depan IAIN Imam Bonjol. Sehingga ken­daraan yang terlanjur melintas di kawasan ini, terpaksa harus melanjutkan perjalanannya dan berputar di Jalan Agus Salim.

“Aturan ini  efektif berlaku mulai Minggu (27/3). Ini me­ru­pakan rekayasan lalu lintas hasil asesmen kami bersama Satlantas di lokasi,” terang Kepala Dishub Kominfo Pa­dang, Rudy Rinaldy di Pa­dang, Minggu (27/3).

Pihaknya berharap, ma­sya­rakat pengguna jalan dapat menaati aturan tersebut. Apa­lagi, kebanyakan kendaraan yang menyeberang di kawasan ini tidak mematuhi aturan lalu lintas, seperti tidak memakai helm.

Dikatakan, jika tidak di­ber­lakukan rekayasa lalu lin­tas seperti ini, maka kondisi persimpangan tersebut akan selalu macet dan rawan kece­lakaan. Sebab berdasarkan pengamatan selama ini, ham­pir setiap hari terjadi kece­lakaan di kawasan ini, berupa senggolan kendaraan baik antar sepeda motor maupun sepeda motor dengan ken­daraan roda empat.

“Jika tidak diberlakukan rekayasa seperti itu, maka kondisi persimpangan terse­but  rawan kecelakaan lalu lintas dan cenderung crowded.

Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan, hampir setiap hari terjadi senggolan kendaraan dilokasi itu, baik antar sepeda motor maupun antara sepeda motor dengan kendaraan roda em­pat,” tu­turnya lagi.

Ia mengimbau kepada pe­ngen­dara yang melewati jalur tersebut untuk menyesuaikan arah perjalanannya,  apabila akan melewati persimpangan tersebut. Pemberlakuan jalan tersebut dimulai dari pukul 16.00-18.00 WIB.

Selain itu, petugas juga berada di titik-titik jalan untuk memantau kendaraan yang belum terbiasa melewati pem­berlakuan jalan satu arah.

Pantauan di lapangan be­lum terlalu ramai kendaraan yang melintasi jalan tersebut, karena hari libur. Dipre­dik­sikan banyak kendaraan yang bingung nantinya setelah hari kerja.

“Makanya petugas kita di lapangan memantau kondisi kendaraan yang lalu lalang. Rambu-rambu juga telah kita pasang, dengan harapan pe­ngen­dara bisa menyesuaikan dalam waktu satu minggu ke depan,”tuturnya.

Setelah rekayasan berjalan satu minggu akan dilakukan evaluasi kembali bagaimana hasilnya. Apakah sudah sesuai dengan harapan dan tujuan diberlakukan jalan satu arah itu.

“Kendaraan semakin hari semakin bertambah, ruas jalan kadang tidak mengalami pe­lebaran. Untuk itu, selama satu minggu ini kita akan terapkan setelah itu kita eva­luasi apakah nantinya akan kita berlakukan tilang atau bagaimana,”tutup Rudy Ri­naldy.

Rekayasa lalu lintas serupa juga sudah diterapkan di ruas Jalan Pancasila, yang hanya boleh dilewati kendaraan dalam 1 arah saja.

Selan­jutnya, pertengahan April mendatang, akan diber­laku­kan pula rekayasa lalu lintas di kawasan Pasar Alai, berupa larangan berputar. (h/ows/vie)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]