Bocah SD Tewas Terbawa Arus Sungai


Senin, 28 Maret 2016 - 03:43:51 WIB
Bocah SD Tewas Terbawa Arus Sungai KAPOLSEKTA Lubuk Begalung Kompol Aljufri melihat jenazah Muhammad Fauzan Sauqi (10), yang hanyut di Sungai Batang Harau, Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu (26/3) sekira pukul 17.00 WIB. (MUHAMMAD AIDIL)

PADANG, HALUAN — Seorang pelajar kelas 4 Sekolah Dasar (SD), Muhammad Fauzan Sauqi (10) warga Jalan Banuaran nomor 6 RT 04 RW 01, Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) ditemukan sudah tidak bernyawa, meskipun sempat diselamatkan karena ikut berenang di sungai Batang Harau, Pulau Air, Kecamatan Lubeg, Sabtu (26/3) sekitar pukul 17.00 WIB.

Informasi yang berhasil dikumpulkan Haluan di lapangan mengatakan, korban saat itu sedang asyik berenang di lokasi bersama tiga temannya, yakni Figo (10), Farel (10) dan Hari (8). Saat itulah, korban pun terlihat hanyut dibawa arus. Melihat itu, Figo dan Farel langsung menyelamatkan korban.

“Kami berhasil menyelamatkannya dan langsung membawa ke tepi sungai dan berhenti mandi,” kata Figo kepada petugas.

Kemudian Figo mengimbau kepada Fauzan agar tidak kembali berenang. Tidak berapa lama setelah diselamatkan, Figo yang masih berada di lokasi tidak jauh dari sungai tersebut tidak mengetahui yang bersangkutan berenang hingga akhirnya korban kembali tenggelam.

“Kami tidak tahu kapan dia masuk ke air lagi. Tapi, dia terlihat sudah mulai terbawa arus sungai,” ucap Figo lagi. Tidak mampu mengejar korban, Figo dan temannya yang lain langsung meminta tolong kepada warga sekitar. Untung saja, saat itu ada dua remaja yang bernama Andre (15) dan Andre (18) di dekat lokasi langsung mengejar korban yang hanyut.

Malang tidak dapat ditolak, mujur tidak dapat diraih. Meskipun sudah berhasil diselamatkan dari arus sungai, nyawa korban tidak bisa ditolong. Dia meninggal ketika diangkat dari air. “Kami berhasil menyelamatkan anak itu, tapi nyawanya sudah tidak bisa diselamatkan,” ucap Andre kepada petugas.

Penemuan tubuh korban yang sudah tidak benyawa itu sontak membuat Evi Hartati (40), ibu korban histeris. Tidak hentinya, ibu tiga anak tersebut menangis saat melihat tubuh si buah hatinya bersama Zul (40) itu terbaring kaku di Puskesmas Pegambiran.

“Saya sempat melarangnya pergi mandi, karena dia hanya minta untuk membelikan obat buat saya. Namun entah kenapa, tidak sepertinya dia tidak mau mendengarkan perkataan saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsekta Lubuk Begalung Kompol Aljufri mengatakan, setelah korban sampai di rumah duka, petugas langsung melakukan identifikasi. Tapi, keluarga korban menolak untuk otopsi, hanya visum luar saja. Pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak dilakukannya visum dan otopsi terhadap tubuh korban. “Kita dapat laporan dari masyarakat ada anak hanyut. Kami pun mendatangi lokasi dan lakukan identifikasi terhadap korban. Keluarga hanya ingin visum luar saja,” katanya. (h/mg-adl)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 24 April 2020 - 17:49:17 WIB

    Tertular dari Tetangga, Bocah 8 Tahun di Padang Positif Corona

    Tertular dari Tetangga, Bocah 8 Tahun di Padang Positif Corona PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 di Sumbar kembali meningkat. Tercatat hingga Jumat (24/4/2020), jumlah pasien positif Corona di provinsi itu berjumlah 96 orang. Dari 96 orang itu, satu di a.
  • Sabtu, 09 September 2017 - 20:04:45 WIB

    Hanyut, Seorang Bocah Diselamatkan Warga

    Hanyut, Seorang Bocah Diselamatkan Warga PADANG,HALUAN — Kabar soal korban hanyut ternyata tak hanya terjadi terhadap Roni (27) yang belum ditemukan. Satu korban lainnya, Ikhsan dikabarkan juga hanyut, tapi sudah terselamatkan. .
  • Selasa, 26 April 2016 - 16:07:06 WIB

    Pencabul Bocah Dituntut Lima Tahun

    PADANG, HALUAN — Teng­­ku Pangeran Aria (21), ter­­dakwa kasus pencabulan de­ngan korban Bunga (sa­ma­ran) yang masih berusia de­lapan tahun, mengaku pi­kir-pikir terlebih dahulu ter­­hadap putusan vonis lima ta.
  • Sabtu, 26 Maret 2016 - 04:33:53 WIB

    Bocah Hanyut Belum Ditemukan

    Bocah Hanyut Belum Ditemukan PADANG, HALUAN — Ben­­cana banjir membawa duka yang mendalam bagi keluarga pasangan Dodi Asrianto (31) dan Elya Arahman (26) warga Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Betapa tidak, anak mereka ya.
  • Senin, 14 Desember 2015 - 03:13:52 WIB
    Sempat Hilang Saat Cari Durian

    Dua Bocah Ditemukan Selamat

    Dua Bocah Ditemukan Selamat PADANG, HALUAN — Dua orang anak hilang di kawasan Seberang Palinggam pada Sabtu (12/12), sekira pukul 12.00 WIB, tepatnya di RT 04 RW 05 Kecamatan Padang selatan sempat membuat warga di kawasan tersebut menjadi gempar..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]