Fenny Mutafa Butik Shafira

Produksi Songket Silungkang Harus Ditingkatkan


Senin, 28 Maret 2016 - 03:48:09 WIB
Produksi Songket Silungkang Harus Ditingkatkan SAFIRA Kunjungi Kampung Tenun Batt Mananggau Silungkang.

SAWAHLUNTO, HALUAN — Tidak semata bisnis, terdorongnya Butik Shafira menjadikan songket Silung­kang ikon busana muslimah yang ditampilkan di New York Fashion Week 2015, juga mengemban misi sosial, yakni mengangkat ekonomi pengerajin songket yang ada sejak tahun 1910 itu.

Hal itu diungkapkan pe­milik Butik Shafira, Fenny Mustafa, pengusaha fashion berkembang pesat di Ban­dung Jawa Barat, ketika berkunjung langsung ke kawasan Kampung Tenun Batu Mananggau Silung­kang Tigo, Sawahlunto, Sabtu (26/3).

Tidak tanggung-tang­gung, Fenny Mustafa mem­bo­yong puluhan perancang dan pengusaha mode dari ‘Kota Hu­jan’ Jawa Barat, melihat langsung proses pembuatan tenun songket Silungkang dari awal hingga akhir.

Begitu masuk ke toko INJ dan AINA Songket, kedua toko yang menjual tenun Silungkang itu pun langsung kehabisan stok. Seluruh pajangan tenun yang ada, dibo­rong habis para pengusaha dan pe­rancang mode Bandung tersebut.

Menurut Fenny, ketika meli­hat langsung proses pembuatan tenun songket Silungkang, kon­sumen baru tahu, kalau harga sebuah tenun Silungkang yang selama ini dianggap mahal di pasaran, ternyata sangat-sangat murah.

Sebab, proses pembuatan tenun Silungkang begitu susah, membutuhkan tingkat ketelitian dan kehati-hatian ekstra dari seorang pengerajin. Satu helai saja benang salah posisi, dipastikan tenun Silungkang akan rusak.

Fenny mengatakan, ketika tenun Silungkang ditampilkan di New York Fashion Week, 12 September 2015 lalu, penonton yang memenuhi ruangan show, ‘tacangang-cangang’.

Waktu itu yang ditampilkan masih motif-motif klasik yang ada di pasaran.

“Waktu kami akan membawa tenun Silungkang ke Amerika, waktu sangat mepet. Sehingga tidak dapat terlalu memilih ba­han. Namun, dengan bahan yang ada saja, perhatian penonton sangat luar biasa,” ungkap Fenny kepada Haluan.

Fenny mengatakan, meski mutu kerajinan tenun songket Silungkang sudah berkualitas bagus, namun harus diimbangi dengan jumlah produksi. Sebab, dengan hanya beberapa kali promosi saja, permintaan ter­bilang meningkat tajam.

Fenny melihat, pasar domes­tik sangat besar. Apalagi, promosi yang dibutuhkan juga cenderung lebih murah dibandingkan de­ngan internasional. Baginya, wisatawan domestik juga lebih konsumtif ketimbang manca­negara.

“Kami yang hadir hari ini, hanya sepersekian dari jumlah anggota asosiasi tempat kami berkumpul. Kami tidak hanya perancang dan pengusaha mode, namun juga ada pengusaha hotel, penginapan, travel dan biro perjalanan,” ujarnya.

Pengusaha peraih sertifikat ISO  9001:2000, sebagai stan­dard pengakuan internasional itu melihat, generasi muda Sawah­lunto memiliki kesempatan yang sangat besar, untuk turut me­ngembangkan usaha, apakah menjadi pengerajin maupun pengu­saha tenun songket sendiri.

“Jangan gengsi mengem­bang­kan usaha tenun songket Silung­kang ini. Sebab ini kesempatan untuk lapangan usaha bagi kaum muda, untuk tampil menjadi pengerajin maupun pengusaha, membangun ekonomi mem­perta­hankan budaya,” jelasnya.

Sementara itu Ketua rom­bongan perancang dan pengusaha mode Bandung, Erika mengung­kapkan, Sawahlunto sangat ekso­tik, apalagi didukung dengan hasil kerajinan tenun songket Silungkang.

Erika mengakui, selain udara Kota Sawahlunto yang sejuk, juga ditunjang dengan kesenian yang luar biasa. Perpaduan antara suasana dan kesenian, juga mem­berikan daya tarik tersendiri bagi para kaum hawa asal Bandung itu.

Sementara itu, Ketua TP PKK Sawahlunto, Yenny Ali Yusuf bersama Ketua GOW Ny. Eka Wahyu Ismed, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan, Lenny Rovanly Abdams mengapresiasi kedatangan rombongan kaum hawa Bandung tersebut.

“Sawahlunto sangat ber­teri­ma kasih atas partisipasi peran­cang dan pengusaha mode asal Bandung yang mengangkat tenun songket Silungkang ke ranah internasional. Sekaligus terima masih atas kunjungan ke Kam­pung Tenun Batu Mananggau,” ujar Yenny Ali Yusuf.

Sementara itu, Walikota Ali Yusuf, mengungkapkan apre­siasi atas kehadiran Butik Shafira, yang telah mendukung tumbuh kembangnya usaha kerajinan songket Silungkang.

Setidaknya saat ini, dari hampir 900 penge­rajin tenun di Sawahlunto, sudah mampu menghasilkan 140 pcs tenun songket siap setiap hari.

“Kini Songket Silungkang ini, tidak hanya Sawahlunto tapi Sumbar. Kita yakin, songket ini akan membawa Sawahlunto, Sumbar ke arah yang lebih baik,” pungkas Ali Yusuf.(h/dil)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]