Bombay Resmi Jadi Kampung KB


Senin, 28 Maret 2016 - 14:09:02 WIB
Bombay Resmi Jadi Kampung KB Salah satu warga Bombay penerima bantuan perbaikan gizi pada acara pencanangan Kampung KB di dusun Harapan Maju (Bombay) Kabupaten Pasaman. (ICOL) ?

PASAMAN, HALUAN — Bombay suatu nama dari India, namun di sini bukan orang keturunan India yang menetap. Warga Bombay Nagari Panti Selatan ini berasal dari batas antara Kampar, Payakumbuh dan Pasaman.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasaman Yusnimar Minggu (27/3) menyebutkan, tindak lanjut program kampung KB yang ditetapkan di dusun Harapan Maju (Bombay) Nagari Panti Selatan, tidak memiliki anggaran khusus.

Meski demikian, kata Yusnimar, diminta kepedulian lintas sektoral di daerah itu, untuk membantu masyarakat Bombay keluar dari permasalahan yang membelit warga. Hal itu mengingat, agar pencanangan kampung Kb tidak sekedar seremoni belaka. “Kami dari BP2KB hanya dapat membantu warga itu, yang ada program dan anggarannya di lembaga ini, sementara dinas-dinas lain dapat berpartisipasi aktif,” kata Yusnimar.

Selama BP2KB membina warga yang ada di Bombay, ada tiga persoalan yang mencolok ditemukan. Menurut Yusnimar, warga Bombay banyak yang tidak memiliki akta nikah (surat nikah). Ini mungkin bisa dengan program nikah isbat diutamakan bagi warga Bombay. “Nikah isbat ini juga bisa melalui program Kantor Kementerian Agama dan juga bisa melalui Bagian Kesejahreraan Rakyat pada Setdakab Pasaman, intinya kita itu bersama-sama membina warga ini,” sebutnya.

Di kampung Bombay, juga banyak anak-anak yang belum memiliki akta kelahiran. “Barangkali informasi ini penting juga bagi dinas terkait, seperti Disdukcapil, warga di sini umumnya berkebun, pagi sudah pergi ke kebun dan menjelang Magrib pulang dari kebun. Atau, pergi pagi pulang sudah sore, jadi mereka tidak sempat untuk mengurus dokumen akta kelahiran anaknya, dan mungkin juga dokumen kependudukan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, di Kampung Bombay juga banyak anak-anak pada usia sekolah tetapi sudah tidak sekolah lagi. Tingginya angka putus sekolah di Bombay, juga mempengaruhi tingginya kemiskinan di dusun itu. “Saya rasa tidak ada salahnya jika SKPD lainnya, juga mem­prio­ritaskan programnya pada kampung Kb ini, karena kampong kb Bombay ini, menjadi model bagi kabupaten kita, untuk pelaksanaan program peningkatan kesejahteraan keluarga. Kalau bicara sejahtera, tentu tidak hanya masalah pengendalian kependudukan saja, bagainama kebersihan lingkungan, akses air bersih, akses pendidikan, akses kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti papan, sandang dan pangan,” terangnya. Oleh karena itu, pen­canangan kampung Kb tidak sekedar seremonial belaka, tetapi ada aksi pemerintahan melalui leading sektor terkait. (h/col)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]