Optimisme Membangun


Selasa, 29 Maret 2016 - 03:07:56 WIB

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar merilis pertumbuhan ekonomi Kota Sawahlunto berada di atas Provinsi Sumatera Barat. Sedangkan untuk persentase kemiskinan, Sawahlunto berada di posisi ketiga nasional.

Rilis pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Bap­peda Sumbar tersebut, tentu bukan berasal dari per­hi­tungan dan kajian yang asal-asalan. Berbagai pertim­ba­ngan menjadi dasar bagi Bap­peda Sumbar.

Untuk menyatakan angka-angka dalam menetapkan pertumbuhan ekonomi Sa­wahlunto yang mencapai 6,04 persen atau lebih tinggi ke­timbang pertumbuhan eko­nomi Sumatera Barat sendiri, Bappeda Sumbar tentu meng­olah berbagai hasil dan per­hitungan.

Apalagi, yang merilis hasil pertumbuhan ekonomi terse­but Bappeda Sumbar, bukan lembaga pesanan. Padahal, Sawahlunto dengan jumlah penduduk 65 ribu jiwa lebih yang menempati luas 275,9 kilometer persegi itu, hanya memiliki anggaran penda­patan dan belanja daerah, dengan jumlah APBD berada di posisi kedua terkecil dari 19 kabupaten dan kota di Sum­bar.

Ibarat kata, dengan modal yang kecil Sawahlunto mampu berbuat maksimal, terbaik untuk masyarakatnya. Dalam kondisi anggaran pendapatan dan belanja daerah yang sa­ngat terbatas, ternyata Kota Sawahlunto masih tetap bisa berbuat maksimal untuk ma­syarakatnya.

Pertumbuhan ekonomi kota seluas 275,9 kilometer persegi itu, mampu me­nem­bus angka 6,04 persen di tahun 2014, atau berada di atas pertumbuhan ekonomi Pro­vinsi Sumatera Barat yang masih sebesar 5,85 persen.

Tidak hanya sampai di situ, untuk kualitas pelak­sanaan pembangunan dan sumber daya manusia, Sawah­lunto juga dinilai lebih baik di antara 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumbar.

Sedangkan dari sisi angka miskin, Sawahlunto malah jauh menyisihkan kabupaten dan kota di Sumbar, bahkan untuk pulau Sumatera. Kota dengan visi menjadi Kota Wisata Tambang Berbudaya itu, berada di tingkat ketiga terendah secara nasional, dengan angka kemiskinan 2,25 persen.

Angka tersebut menga­lami perbaikan, jika diban­dingkan sebelumnya yang masih berada di posisi 2,28 persen. Sawahlunto berada di bawah Tangerang Selatan terendah pertama dan diikuti Denpasar di posisi kedua.

Begitu pula untuk tingkat pengangguran terbuka. Sa­wahlunto memiliki 6,38 per­sen pengangguran terbuka. Sedangkan Provinsi Sumbar memiliki angka pengangguran terbuka mencapai 6,5 persen.

Sedangkan untuk harapan hidup, Sawahlunto sebesar 69,17 tahun, yang juga ter­bilang lebih baik dari Provinsi Sumbar yang masih sebesar 68,32 tahun.

Kembali dengan kondisi APBD Sawahlunto terkecil kedua untuk tingkat Sumbar, meski belum sempurna, ter­nyata Sawahlunto mampu membangun perekonomian, memberdayakan ma­sya­rakat.

Semestinya, daerah yang menjadi kawasan bekas tam­bang ini, tidak lagi menjadi kawasan produktif untuk di­tinggali. Namun, ada sebuah optimisme membangun yang dilakukan pemerintah di se­gala bidang.

Memanfaatkan potensi yang ada, mengubah pening­galan-peninggalan menjadi potensi untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat. Membangun kam­pung produktif, berburu dana pusat dengan sing­kro­nisasi, membangkitkan kam­pung seni.

Menggali potensi setiap desa dan kelurahan, me­ngem­bangkan kerajinan tenun Si­lungkang, mendorong usaha kecil menengah, memotivasi pembentukan koperasi, mem­buka jalan menuju sentra ekonomi, dan beragam prog­ram lainnya.

Sawahlunto dengan opti­misme terus berupaya mela­kukan pembangunan, dalam menciptakan masyarakat yang produktif, mandiri, sejahtera, religius, yang dibungkus de­ngan pemerintahan yang me­layani.

Keinginan pemerintah tersebut, tentu harus diikuti dengan optimisme masya­rakat, untuk terus bekerja dengan baik sesuai dengan bidang dan profesi masing-masing, sama-sama optimis bahwa kesejahteraan bisa direngkuh bersama-sama. (*)

 

Laporan:  FADILLA JUSMAN

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]