Bentengi Generasi

Lumindai Haramkan Orgen Tunggal


Selasa, 29 Maret 2016 - 03:13:53 WIB
Lumindai Haramkan Orgen Tunggal Penampilan kesenian randai dari Nagari Lumindai. (HUMAS)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Mengukuhkan diri menjadi desa adat, Desa Lumindai Kecamatan Barangin Sawahlunto mengharamkan orgen tunggal dalam bentuk apapun. Desa yang berada di ketinggian 850 dari permukaan laut itu, mengedepankan kesenian dan adat untuk kegiatan hiburan.

Mengharamkan orgen tunggal merupakan sinergi antara ninik mamak ber­sama pemerintahan desa, dalam membendung tum­buh dan berkembangnya budaya luar, yang dapat menggerus budaya asli Na­gari Lumindai sendiri.

Yang tidak kalah pen­tingnya, mengharamkan orgen tunggal menjadi salah satu upaya bagi masyarakat Lu­mindai dalam mem­ben­tengi generasi muda dari budaya luar, yang merusak budaya sendiri.

Agaknya hal itu yang membuat nagari yang ter­hampar di kawasan seluas 1.572 hektar tersebut, masih tetap bisa dan mampu mem­pertahankan budaya dan kesenian daerah. Mulai dari randai, rabana, salawat du­lang, hingga tari piring.

“Untuk salawat dulang kami punya lima grup. Al­ham­dulillah, untuk ukuran Sumatera Barat grup sa­lawat dulang kami berada di papan atas,” ujar Kepala Desa Lumindai, Chairunnas ketika ditemui Haluan, di sela-sela pertunjukan ran­dai, Sabtu (26/3).

Sedangkan untuk grup randai, Lumindai memiliki dua grup yakni Binuang Sati dan Baringin Sati. Binuang Sati merupakan grup randai dewasa, yang telah hadir se­menjak tahun 1977 silam. Da­lam usianya yang telah pulu­han tahun itu, Binuang Sati tidak selalu berjalan lancar.

Beberapa waktu sempat fakum, namun Binuang Sati masih tetap bisa eksis hingga hari ini. Kisah Siti Rohani menjadi cerita utama yang kerap dimainkan grup Bi­nuang Sati ketika tampil.

Cerita Siti Rohani itu merupakan kisah anak ma­mak pulang ka bako di ra­nah minang. Cerita dengan mengusung tema kawin ba­paso (kawin paksa) ini men­jadi andalan grup Binuang Sati, dengan durasi cerita antara 8 jam hingga 9 jam.

Ketua Grup Binuang Sati, Insan mengungkapkan, untuk satu grup dibutuhkan 16 personil pemain, yang ditambah dengan dua pe­niup saluang ditambah de­ngan empat penyanyi. Un­tuk bisa menyaksikan, tentu membutuhkan biaya.

Setidaknya, dalam sekali tampil, dalam memboyong grup Binuang Sati ini, dibu­tuhkan biaya minimal Rp5 juta. Penampilan pertun­jukan grup randai ini, di­mulai dari siap Isya dan berakhir menjelang subuh.

Namun juga tidak ter­tutup bagi Binuang Sati untuk tam­pil tanpa patokan biaya. Salah satunya dalam memeriahkan kegiatan kota maupun dalam promosi ke­senian dan budaya Nagari Lumindai.

Semangat berpromosi itu juga yang membuat na­ma Binuang Sati tidak hanya berkibar di tingkat Sa­wah­lunto saja. Namun, grup ini kerap menyeberang ke ka­bu­paten dan kota tetangga. Mulai Tanah Datar, Solok, Sjinjung dan Dharmasraya.

Meski secara ekonomi tidak terlalu bisa diha­rap­kan, namun keberadaan kesenian randai mem­be­rikan nilai tersendiri bagi anak generasi Nagari Lu­mindai. “Nilai yang sangat penting bagi kami, berupaya menghidupkan tradisi nenek moyang. Antara hiburan dan pelestarian budaya,” ujarnya.

Selain grup yang diisi dengan pemain dewasa, Na­gari Lumindai juga mem­persiapkan generasi pelapis, dari usia anak-anak yang mulai menguasai randai. Melalui grup Baringin Sati, generasi lapis muda mulai dipersiapkan.

“Untuk grup Baringin Sati ini, sudah dimulai se­menjak tiga tahun. Ini se­bagai langkah regenerasi, dalam mempertahankan adat dan budaya yang kita miliki. Tidak hanya kita membatasi budaya luar un­tuk masuk, namun generasi muda juga harus diisi untuk menguasai budaya yang di­miliki. Sehingga tidak ada kekosongan budaya,” ujar Chairunnas. (h/dil)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 23 Mei 2016 - 15:33:40 WIB

    Lumindai Juara Umum MTQ Kecamatan Barangin

    Lumindai Juara Umum MTQ Kecamatan Barangin SAWAHLUNTO,HALUAN- Kafilah Desa Lumindai keluar menjadi juara umum MTQ Ke 45 Tingkat Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto.Dengan total point sebanyak 63Lumindai berhasil unggul diatas Desa Talago Gunung sebagai juara II dengan .
  • Selasa, 29 Maret 2016 - 03:08:30 WIB

    Lumindai Tanam 10 Ribu Bibit Manggis

    SAWAHLUNTO, HALUAN — Desa Lu­mindai Kecamatan Lembah Segar Sawah­lunto mulai menyasar tanaman manggis, guna mempersiapkan perekonomian warga dalam beberapa tahun ke depan..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]