Komnas HAM Dukung Pencabutan Nobel Perdamaian Suu Kyi


Selasa, 29 Maret 2016 - 03:22:33 WIB

JAKARTA, HALUAN — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendukung desakan para aktivis demokrasi di Indonesia yang meminta dicabutnya nobel perdamaian Aung San Suu Kyi.

Komisioner Komnas HAM, Manager Nasution mengatakan sikap rasial Aung San Suu Kyi dalam wawancara dengan presenter BBC yang juga seorang mus­lim pada 2013 lalu me­nun­juk­kan sikap rasial yang tidak pantas ditunjukkan oleh penerima nobel perdamaian.

“Komnas HAM setuju desakan pencabutan nobel perdamaian terhadap Aung San Suu Kyi ini. Selain sikap rasialnya, Suu Kyi juga se­lalu  diam atas penderitaan Muslim Rohingnya,” kata­nya, Senin (28/3).

Selain mendesak Ketua Komite Nobel Norwegia, Mr Thorbjorn Jagland men­cabut nobel perdamaian Suu Kyi, Komnas HAM juga ber­ha­rap ada desakan ke­pada Dewan HAM PBB menga­dili pemerintah Myanmar.

Sebab hingga kini ke­jahatan kemanusiaan atau genosida masih terjadi se­cara sistematis dan meluas terhadap etnis Rohingnya. Komnas memandang sikap Suu Kyi terhadap presenter BBC Today, Mishal Husain pada 2013 menjadi per­tang­gungjawabannya di mata internasional. Termasuk sikap diam Suu Kyi terhadap kejahatan kemanusiaan p­e­merintah Myanmar ter­ha­dap etnis Rohingnya.

“Sikap diam Aung San Suu Kyi itu dapat dipandang sebagai pembiaran, dan itu pelanggaran HAM,” katanya.

Sebelumnya pernyataan rasis Aung San Suu Kyi tersebut disampaikannya usai diwawancara presenter acara BBC Today, Mishal Husain, pada 2013 lalu. Kekesalan Suu Kyi di­sebab­kan pertanyaan yang di­aju­kan Husain mengenai pen­deritaan yang dialami oleh umat Muslim di Myanmar.

Wawancara yang terjadi pada 2013 ini baru di­per­soal­kan sekarang karena biografi Suu Kyi yang ditulis oleh Peter Popham. Seperti dikutip The Independent, Suu Kyi terdengar marah-marah dan mengatakan “Ti­dak ada yang mem­beritahu­ku akan diwawancarai oleh seorang muslim”  dalam buku biografi karya Peter Popham baru-baru ini.

Sementara itu, petisi online terkait desakan pen­ca­butan nobel perdamaian Aung San Suu Kyi di Cha­nge.org telah lebih dari 7 ribu pendukung, pada Senin (28/3) pukul 20.30 WIB. Petisi online ini berjudul ‘Take back Aung San Suu Kyi’s Nobel Peace Prize’ ini di­ni­sia­si oleh Emerson Yuntho dan para aktivis demokrasi di Indonesia. Desakan pen­cabutan nobel perdamaian Suu Kyi ini mendapatkan perhatian publik setelah media Inggris, The Inde­penden mengungkap sikap rasial Suu Kyi terhadap presenter BBC yang muslim pada 2013 lalu.

Dalam petisi online di Change.org, beberapa tokoh terkenal pun mendukung pencabutan nobel per­da­mai­an tersebut, diantaranya Jurnalis senior Goenawan Mohammad, Whisnutama pemilik Net Media, Poli­tikus PAN Didik J Rachbini, Pengamat Politik Fachru Ali, mantan Kepala Bap­penas Andrinof Chaniago dan politikus PPP Suharso Monoarfa. (h/kcm/rol)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]