Petani Desa Marunggi Dilanda Krisis Air


Selasa, 29 Maret 2016 - 03:36:16 WIB

PARIAMAN, HALUAN — Pasca banjir, sebagian pe­tani padi sawah di desa Marunggi harus bersabar beberapa waktu untuk dapat suplay air secara maksimal, karena Dam Parit yang dibangun tahun 2014, ter­bongkar se­pan­jang 15 meter dihantam banjir Selasa 22 Maret 2016 baru lalu. Dam Parit, diba­ngun ta­hun 2014, meman­faatkan da­na APBD Kota Pariaman, ber­fungsi un­tuk pemenuhan ke­butu­han air bagi petani da­lam me­mak­simalkan pro­­­duksi ga­bah. “Lebih ku­rang 10 hek­tar sawah bakal tak men­­da­pat suplay air se­cara mak­­simal di daerah ini,” ka­ta Ke­pala Dinas Per­tanian Kota Paria­man, Agus­riat­man men­­­­­ja­­wab Ha­luan, Se­nin (28/3).

Agusriatman didam­pi­ngi Sekretaris, Dewi Sastra men­je­laskan, untuk perbai­kan Dam Parit yang rusak tidak bisa dilakukan secara spontan, dan akan diajukan melalui perubahan. Ini ke­ru­sakan yang terberat dari sarana infrastruktur per­tanian pasca banjir.

Selain kerusakan Dam Parit di Marunggi, di Sungai Pasak, irigasi turun akibat kikisan air. Pembangunan sarpras tersebut tahun 2015, dan masih dalam perawatan kontraktor yang me­lak­sa­na­kan pembangunanya. “Kita sudah hubungi kontraktor terkait, dan mereka siap untuk melaksanakan per­baikan,” kata Dewi sastra.

Selainsejumlah infra­struktur pertanian yang mengalami kerusakan aki­bat banjir, 192 hektar padi yang baru ditanam petani, puso, akibatnya petani me­na­nam ulang kembali benih yang sudah ditanam beru­mur 1 bulan tersebut.

Total kerugian yang di­alami, pasca banjir, men­de­kati Rp1,5 Milyar. Namun dilapangan petani mulai bangkit menanam padi yang puso di Marunggi, Sungai Pasak dan Tungkal Utara, jelas Dewi yang baru pulang melakukan survey lapangan pasca banjir. (h/tri)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]