Mendesak Dinormalisasi

Muaro Pisang Maninjau Berbahaya


Selasa, 29 Maret 2016 - 03:36:57 WIB

MANINJAU, HALUAN — Sejumlah tokoh masyarakat di kenegarian Maninjau, Kabupaten Agam mendesak normalisasi sungai Muaro Pisang. Mereka terancam bahaya disapu banjir bandang karena kondisi sungai sudah sejajar dengan permukiman penduduk.

Salah satunya disam­pai­kan oleh Bundo Kan­duang Ros­mi Rizal, Minggu (27/3). Ia mengatakan kon­disi pen­dangkalan sungai ini se­benarnya sudah sangat lama ter­jadi, namun masya­ra­kat ba­ru menyadarinya sejak lua­pan air sungai yang meng­ha­nyutkan lebih ku­rang dua hek­tar sawah pen­du­duk.

Bundo sangat berharap agar hal ini menjadi perha­tian bagi pemerintah da­erah, karena kondisinya sangat mendesak. Apalagi sejak beberapa pekan tera­khir curah hujan yang cukup tinggi, yang nantinya dita­kut­kan akan menimbulkan longsor dan aliran sungai akan menghanyutkan rumah warga, apa lagi ada beberapa sekolah di bibir sungai. Ngeri, andai terjadi banjir bandang saat anak-anak belajar.

“Sangat berharap agar Pemda segera lakukan pen­da­­laman, pengerukan, pe­nyem­purnaan pinggir kali. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena sungai ini letaknya di tengah kota,” ulasnya.

Ia juga mengaku sudah menyurati Bupati Agam beberapa waktu lalu, namun hingga kini masih belum ada tanggapan. Untuk itu, ia juga berencana akan mela­yang­kan surat ke dua dan ia ber­harap agar ada tanggapan dari Pemda Agam.

Hal senada juga dika­ta­kan oleh salah seorang war­ga Epi yang tinggal di bibir su­ngai, menurutnya kondisi su­ngai pisang saat ini me­mang butuh penanganan ce­pat, agar tidak terjadi lua­pan air, bahkan jika curah hu­jan­nya tinggi ditakutkan akan menghanyutkan ru­mah­nya. “Memang sebe­lum­­nya su­dah seperti ini juga, tapi ma­kin hari sungai ini makin dang­kal. Untuk ka­mi sangat ber­harap ada per­hatian dari pem­da untuk ka­wasan ini, apa­lagi ini pu­sat keramaian yang juga ba­nyak dikunjungi oleh wi­satawan serta ter­dapat se­kolah di sekitar­nya,” ujar­nya.

Bahkan, jarak antara sungai dan jembatan yang melintasi sungai tersebut hanya berkisar 30 cm. Kalau hujan sudah lebat, dan di­tam­bah lagi tumpukan kayu yang hanyut akan menyum­bat aliran sungai yang dang­kal tersebut sehingga air sudah sering melimpahruah ke daratan. (h/rin)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]