Putusan Hakim Dinilai Tak Masuk Akal


Selasa, 29 Maret 2016 - 03:39:50 WIB

PADANG PANJANG, HALUAN — Putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang Panjang terkait persi­dangan kasus penganiayaan yang melibatkan terdakwa Desi Susanti dan Rudi Bakhrizal, Kamis (24/3) lalu, dipastikan bakal berlanjut melalui proses banding oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Kasi Pidum Kejari Padang Panjang, Tommy Busnarma SH kepada wartawan mengaku cukup kaget mendengarkan informasi putusan hakim yang dinilai tidak masuk akal. Kedua terdakwa kasus saling lapor yang dituntut jaksa atas perkara tersebut masing-masing 8 bulan, diputus berbeda oleh hakim dengan alasan tertentu.

“Putusan hakim yang sangat rendah dibanding tuntutan kami, tentu ini secara aturannya wajib untuk disikapi dengan mengajukan banding. Terutama terhadap putu­san yang diberikan terhadap salah satu terdakwa, yakni Desi Susanti hanya 3 bulan dengan alasan yang bersangkutan seorang perempuan dan memiliki anak,” jawab Tommy, Senin (28/3).

Pada sidang Kamis (24/3) lalu, terdakwa Desi sebagai pelaku dalam perkara tersebut saat meng­hadirkan dua saksi meringankan sesuai permintaan hakim, justru memberikan keterangan yang mem­beratkannya. Persidangan yang dipimpin Hakim Ketua M Hanafi Insya SH MH besama dua hakim anggota Syofianita SH MH dan Iche Purnawati SH MH di setiap persidangan yang sama, justru memenangkan pelaku de­ngan putusan yang lebih rendah dari korban.

”Putusan hakim tidak ada kaitan dengan kami selaku penuntut. Namun yang pasti atas putusan tersebut kami akan melakukan banding karena tidak puas. Alasan putusan tersebut, kenapa juga tidak diberikan terhadap Rudi sebagai korban yang justru lebih tinggi diputus hakim,” ujar Tommy.

Sementara berkaitan dengan perkara tersebut, berawal dari persilisihan antara pihak Rudi Bakhrizal dan Desi Susanti yang terjadi pada 13 Desember 2015 lalu. Saat itu Desi Elfita yang merupakan istri korban, men­da­tangi rumah Desi untuk menagih utang sebanyak 7 emas yang dijan­jikan akan dibayarkan hari itu. Namun saat sampai di rumah tersebut, Desi mengaku disambut dengan hinaan dan kata-kata kotor sehingga memberitahukan kejadian terhadap Rudi dan pihak keluarga lainnya.

Tidak berselang lama, Rudi yang sampai di kediaman pelaku juga menerima hinaan yang ditu­jukan kepadanya serta menyebut lembaga Satpol PP tempat korban bekerja. Tidak menerima hinaan itu, Rudi melemparkan sandal dan balik dilempar pelaku dengan gelas hingga mengenai bagian pipi sam­pai harus diberikan 6 jahitan atas luka robek yang ditimbulkan.

 Atas kejadian tersebut, pihak Desi Susanti bersama dua anaknya lebih dulu melaporkan ke pihak berwajib di Mapolres Padang Pan­jang. Kemudian Rudi Bakhrizal selaku pihak korban juga mela­porkan, setelah upaya damai yang ditenggarai penyidik Satreskrim Polres tidak mendapat titik temu karena pelapor pertama bersikeras melanjutkan kasus ke persidangan. (h/yan)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]