Sejak Pendapatan Meningkat

Perceraian Guru PNS Justru Meningkat


Selasa, 29 Maret 2016 - 03:43:00 WIB

PAINAN, HALUAN — Jika tidak hati-hati, berkah atas sangat besarnya pendapatan guru bersatus PNS zaman sekarang, bisa berubah menjadi malapetaka belaka. Tengokah betapa meningkatnya angka perceraian di kalangan guru PNS, itu terjadi di semua darah sejak penghasilan mereka meningkat pesat dengan meningkatnya tunjangan Sertifikasi, ditambah lagi gaji pokok, tunjangan kenerja dan tunjangan kemahalan.

Erizon, Sekretaris Daerah Pesisir Selatan, mengakui bahwa angka perceraian Guru PNS meningkat. Yakni, guru  yang telah memiliki tunjangan gaji sertifikasi.

Dikatakan Erizon, tahun ini saja masih ada 50 kasus per­ceraian yang belum disidangkan dan masih belum ditanda ta­ngani.

Bupati Pesisir Selatan H Hen­drajoni, Senin kemarin me­nya­takan prihatin atas tingginya ka­sus kawin cerai guru ber­ser­tifikasi tersebut. Dia bertegas akan pecat bila kedapatan guru PNS selingkuh.

Untuk menekan angka per­cerai itu, Pemerintah akan me­nye­diakan konsultan jiwa (Psi­kiater). Selain itu juga akan menggelar pengajian rutin de­ngan tema seputar bahaya laten perceraian.

Untuk para PNS terutama guru berpendapatan besar. Ke­beradaan konsultan kejiawaan sudah dianggap mendesak untuk membantu PNS yang sedang menghadapi ancaman perceraian atau kawin batambuah.

“Penting kiranya mem­per­timbangkan berbagai masukan untuk mengatasi “penyakit” kawin cerai dikalangan PNS. Salah satunya menyediakan kon­sultan kejiwaan. Melihat angka kawin cerai di Pessel akhir akhir ini sudah sangat perlu adanya pendampingan kepada mereka yang sedang dihadapi masalah keluarga,” katanya.

Menurutnya, kehadiran kon­sultan kejiwaan tidak hanya untuk mendampingi mereka yang sedang bermasalah, namun bisa juga untuk mencega tim­bulnya gejala perceraian PNS. ”Setiap individu itu memiliki karakter berbeda. Ada yang mau membicarakan soal rumah tang­ga pada seseorang adapula yang tidak. Disitulah peran konsultan kejiwaan,” katanya.

Meningkatnya kasus cerai guru PNS terjadi di semua daerah sejak meningkatnya pendapatan, disamping gaji pokok guru PNS tersebut. Hal ini harus menjadi menjadi keprihatinan kita se­mua, dan harus segera dilakukan tin­dakan pencegahan yang ampuh.

Sekda Pessel Erizon me­ngatakan, tahun ini saja terdapat hampir 50 orang PNS yang ber­keinginan cerai. “Para PNS jangan gegabah untuk me­nga­jukan perceraian. Ingatlah anak anak yang ditinggalkan,” katanya.

Ia menyebutkan, kasus ka­wincerai nomor satu terbesar terjadi di lingkup Pemerintah Kabupaten Pessel adalah di Di­nas Pendidikan, yakni guru ber­ser­tifikasi. Dinas Kesehatan yang di­kha­watirkan besar justeru per­sen­tasenya sangat kecil.

Kawincerai di kalangan guru PNS pasti  menjadi perhatian serius pemerintah. Apa yang terjadi selama ini telah mem­berikan pelajaran tidak baik kepada masyarakat, ini tauladan buruk yang dipertontonkan ke lingkungan. Guru saja seperti itu, apalagi awam.

Ia menduga, kasus kawin cerai yang terjadi pada guru disebabkan soal penghasilan guru yang semakin besar dibandingkan PNS lainnya. “Dengan peng­hasilan besar banyak effek lain yang muncul, jika ia perempuan maka ia merasa gajinya tidak sebanding dengan suami lalu ia mencari pasangan yang lebih sepadan dengan penghasilannya, “ katanya.

Begitu pula jika guru enerima tunjangan sertifikiasi itu laki-laki, maka dengan penghaslian besar itu tidak pula bisa menahan diri. “Selera berubah pula. Sudah nampak pula “bunga” yang lain,” ingatnya.

Dengan penghasilan besar, maka menurutnya, “langkah” guru PNS kini lebih panjang dari biasanya. Guru bahkan dengan dalih menambah pendidikan ke luar daerah juga berpotensi besar munculnya perselingkuhan. Belum lagi ada dana khusus yang menyebabkan guru makin ba­nyak dinas luar yang berpotensi selingkuh. “Tapi ini sebenarnya kan soal iman dan kesetiaan saja. Jika iman lemah maka ber­ce­railah ia, ujung unjungnya anak teraniaya,” katanya.

Dia menegaskan,para guru PNS atau PNS lainnya yang ketahuan selingkuh maka akan dikenakan sangsi pecat. Pe­me­rintah saat ini telah me­ngantongi sejumlah nama yang diduga sedang menjalin asmara. Mereka jadi target, maka bila ketahuan langsung pecat.

“Pemerintah Pessel telah bekerjasama dengan Pol PP Kota Padang dalam hal mengawasi prilaku PNS. Jika Pol PP Padang menangkap para guru atau PNS lainnya “bermain” di Padang, maka informasinya akan segera sampai ke Pessel. “Dari in­for­masi itu, pemerintah segera m­e­lakukan tindakan. Salah satunya memecat guru PNS ber­sang­kutan,” tegasnya. (h/har)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 02 Agustus 2019 - 14:12:17 WIB

    Angka Perceraian Meningkat di Pessel, Inilah Pemicunya

    Angka Perceraian Meningkat di Pessel, Inilah Pemicunya PAINAN, HARIANHALUAN.COM- Pengadilan Agama Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, mencatat angka perceraian pada 2019 di daerah itu naik dibandingkan tahun lalu..
  • Kamis, 29 Desember 2016 - 00:28:30 WIB

    Kasus Perceraian di Pasbar Masih Tinggi

    PASBAR, HALUAN — Jika dilihat dari data kasus perceraian di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pasaman Barat ada kenaikan setiap tahunnya. Kasus perceraian tidak hanya di dominasi oleh kalangan umum, Pegawai Negeri Sipil (PNS).
  • Kamis, 16 Juni 2016 - 15:03:15 WIB
    Akhir Kisah ‘Bujangan’ di DPRD Dharmasraya

    Boby Ade Saputra Berdamai dengan Cara Perceraian

    Boby Ade Saputra Berdamai dengan Cara Perceraian DHARMASRAYA, HALUAN – Masih ingat dengan berita Oknum Anggota DPRD Dharmasraya Didatangi Istri Sah Saat Rapat Paripurna beberapa hari lalu? Nah, inilah akhir dari kasus itu..
  • Selasa, 02 Februari 2016 - 18:20:16 WIB

    Ekonomi Sulit, Perceraian di Bukittinggi Meningkat

    BUKITTINGGI, HALUAN – Berdasarkan data Pengadilan Agama Bukittinggi, jumlah perkara yang diterima dari tahun 2014 hingga 2015 meningkat. Pada tahun 2014 tecatat sebanyak 698 perkara dan meningkat pada tahun 2015 sebanyak 73.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]