Pessel Musim Ikan Langka Bernama Mingki


Selasa, 29 Maret 2016 - 04:00:48 WIB
Pessel Musim Ikan Langka Bernama Mingki

Pesisir Selatan, tepatnya di Batang Kambang dan Batang Surantiah terdapat ikan khas dan langka yang disebut mingki. Konon, kabarnya ikan jenis ini tidak ditemukan di tempat lain dan hanya bisa hidup pada sungai di Sutera dan Lengayang. Maret adalah musim migrasi ikan dari hulu ke hilir dan nelayan mudah mendapatkannya.

Habitat ikan mingki adalah sungai berarus deras dan bebatuan besar. Misal­nya di sekitar Kampung Pasia Laweh, sekitar Kam­puang Akad, sementara di Surantiah umumnya ter­dapat di Langgai dan Batu Bala. Bentuk fisik ikan mingki nya­ris me­nye­rupai ikan ga­ring, namun si­siknya berwarna agak silver meng­kilat. Kemudian  da­ging ikan mingki rasanya lebih enak dari ikan garing. Dan perbedaan yang sangat nyata ter­lihat da­ri struktur tulang, dimana ikan mingki tidak memiliki tulang yang banyak.

Jamalus (60), war­ga Pasie Laweh, Kam­bang Utara me­nyebutkan, ikan ming­ki dapat men­capai panjang badan hing­ga satu meter.

Na­mun rata-rata ukuran de­wasanya sekitar 50-70 cm. Ia hidup di sekitar hulu sungai atau di dekat beba­tuan yang berarus deras. Mulut ikan minggki agak kecil dari ikan garing, sementara sisiknya agak tebal.

Ikan tersebut, oleh warga sekitar hulu Batang Kambang biasanya ditangkap dan diolah menjadi ikan bakar atau gulai ikan mingki. Untuk memper­lambat punah, biasanya warga menangkapnya dengan menggu­nakan tombak. Atau dengan pancingan khusus.

Berdasarkan pengamatannya, ikan mingki memiliki kebiasaan hidup yang agak unik. Pada masa masa tertentu, ikan dewasa akan bermigrasi ke hilir tapi tetap memilih tempat yang nyaris seru­pa dengan lingkungan awal, misal­nya pada musim kawin misalnya akhir Maret. Beberapa warga yang mengetahui kebiasaan ikan ming­ki, biasanya akan ber­upaya untuk menangkap ikan yang melintas berkelompok ke­lompok.

“Biasanya migrasi itu hanya berlangsung selama dua atau tiga hari, dan ikan tersebut kembali kehabitatnya semula. Dan biasa­nya bertelur dan menetap ditem­pat semula. Satu ikan betina dewasa bisa menetaskan ratusan dan bahkan mungkin ribuan anakan, akan tetapi tidak se­muanya bisa tumbuh hingga dewasa,” katanya.

Menurutnya, menangkap plas­ma­nutfah Pessel itu kini memang sulit dilakukan. Pe­nyebabnya, ikan tersebut hidup dilokasi yang sulit, misalnya dibawah atau lobang batu besar. Selain itu, populasi ikan mingki saat ini terus berkurang akibat terjadinya pe­nangkapan dengan pestisida.

“Kami sebenarnya juga priha­tin dengan makin menyusutnya ikan tersebut. Di Pasia Laweh melalui aturan kampung dan nagari memang telah melakukan upaya antisipasi, misalnya pela­rangan menangkap ikan ditempat tempat tertentu. D Kampung ini juga ada lubuk ikan larangan, salah satunya untuk pelestarian ikan,” katanya.

Sementara itu, Lawe, kepala kampung setempat menyebut­kan, upaya pelestarian ikan khas dari Pessel itu perlu didukung oleh pemerintah. Misalnya de­ngan membuat pusat pembu­didayaan iakn mingki di daerah itu. “Jika hal itu bisa dilakukan, mudah mudahan ikan mingki dapat terselamatkan,” katanya.

Sementara itu Sekda Pessel Erizon, Senin (28/3) kepada Haluan mengaku, ia sudah men­dengar dan mengetahui tentang keberadaa ikan mingki. Bahkan, ikan yang tidak ada di daerah lain itu juga telah mendapat perha­tiannya semenjak diketahui po­pu­lasinya menurun. “Kami bica­rakan ini dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Pessel. Bagai­mana baikanya untuk penyela­matan ikan dimaksud,” katanya. 

Pemerintah Pesisir Selatan, senantiasa berkomitmen untuk melestarikan berbagai plas­ma­nutfah dan hewan yang dilin­dungi. Misalnya sapi pasisie, itik bayang dan beberapa jenis hewan lainnya. Khusus untuk ikan ming­ki, dinas terkait perlu melkukan penelitian untuk mengetahui klasifikasi ikan ini. “Termasuk mengenai prilaku ikan itu sendi­ri. Tujuannya, untuk memu­dahkan pelestarian ikan tersebut. (*)

 

Laporan: HARIDMAN KAMBANG

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Januari 2016 - 03:15:30 WIB

    Wisata Bahari Pessel Menuju Destinasi Wisata Halal (Bagian 2)

    Wisata Bahari Pessel Menuju Destinasi Wisata Halal (Bagian 2) Untuk mem­promosikan Mandeh ke dunia internasional, pihaknya menggelar iven tahunan. Pertama, Mandeh Joy Sailing. Mandeh Joy Sailing yang kali pertama digelar pada Oktober 2014 ini adalah melayari Kawasan Mandeh dari Pelabuh.
  • Rabu, 20 Januari 2016 - 04:42:52 WIB

    Wisata Bahari Pessel Menuju Destinasi Wisata Halal

    Wisata Bahari Pessel Menuju Destinasi Wisata Halal Se­mua pihak yang terlibat dengan pariwisata seperti Pemerintah Daerah (Pemda), akademikus, media, organisasi wartawan, pengamat, dan komunitas, meyakini bahwa Pesisir Selatan (Pessel) berpotensi besar menjadi destinasi wisa.
  • Selasa, 22 Desember 2015 - 03:14:29 WIB
    Wakil Bupati Terpilih Rusma Yul Anwar

    Membangun Pessel Dimulai dari Peningkatan SDM

    Membangun Pessel Dimulai  dari Peningkatan SDM Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar diberi amanah mendampingi H. Hendrajoni mengayuh “biduk” Pesisir Selatan lima tahun ke depan.Tokoh yang sederhana, merakyat dan santun ini memiliki konsep yan.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]